Skip to main content

Pembelajaran Tematik Terpadu Dalam Kurikulum 2013

Pengertian Pembelajaran Tematik


Apa itu pembelajaran tematik? Pengertian pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman yang bermakna.

Pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran Tematik Terpadu

Secara sederhana, pembelajaran tematik adalah sebuah konsep pembelajaran dengan metode mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran dengan tema sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.

Model pembelajaran tematik digunakan sebagai pendekatan dalam Kurikulum 2013 SD/MI. Konsep pembelajaran tematik yang digunakan di Indonesia berasal dari konsep Fogarty (1990), yaitu sebuah konsep pembelajaran yang menggabungkan mata pelajaran dalam sebuah tema.

Model pembelajaran temaik yang digunakan pada kurikulum di Indonesia adalah:
  1. Model hubungan (Connected Model), yaitu upaya menghubungkan beberapa materi ke dalam satu disiplin ilmu.
  2. Model jaring laba-laba (Webbed Model), yaitu pemilihan sub tema dari tema yang telah dipilih berdasarkan keterkaitannya antar mata pelajaran.
  3. Model terpadu (Integrated Model), yaitu memadukan konsep, sikap, dan keterampilan dari mata pelajaran yang dikaitkan agar menjadi lebih padat.

Manfaat Pembelajaran Tematik


Dengan metode pendekatan pembelajaran tematik, siswa dapat memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Hal ini akan memperdalam pemahaman materi pelajaran sehingga kompetensi dasar dapat dikembangkan.

Manfaat lainnya adalah siswa dapat merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan memiliki konteks tema yang jelas dan terpadu. Hal ini juga memudahkan guru dalam memanajemen pelajaran lebih efektif dan efisien dari segi waktu.

Lihat juga Model Pembelajaran Discovery Learning

Landasan Pembelajaran Tematik


1. Landasan filosofis yang meliputi:
  • Aliran progresivisme, yaitu berkaitan dengan pembentukan kreatifitas secara alami dari pengalaman.
  • Aliran konstruktivisme, yaitu berkaitan dengan pengalaman langsung siswa sebagai kunci utama dalam proses pembelajaran.
  • Aliran humanisme, berkaitan dengan keunikan setiap pribadi dan petensi peserta didik.
2. Landasan psikologis berkaitan dengan penentuan materi pembelajaran tematik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dari segi psikologi. Dan juga bagaimana psikologi belajar diterapkan seperti cara materi disajikan kepada siswa dan bagaimana siswa harus mempelajainya.

3. Landasan yuridis didasarkan pada UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi dan kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.

Karakteristik Pembelajaran Tematik


Ciri-ciri pembelajaran tematik adalah:
  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
  2. Memberikan pengalaman langsung pada peserta didik sehingga lebih bermakna.
  3. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas karena fokus pembelajaran diarahkan pada tema-tema yang paling relevan dengan kehidupan peserta didik.
  4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran sehingga bagi siswa dapat diserap secara utuh dan mendalam guna menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Pembelajaran tematik bersifat fleksibel, artinya guru dapat mengaitkan pembelajaran bukan hanya antar mata pelajaran tapi juga dengan kehidupan langsung siswa di lingkungan mereka berada.
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik melalui proses pembelajaran dan evaluasi.

Implikasi Pembelajaran Tematik


Adapun hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam implikasi pembelajaran model tematik di sekolah dasar meliputi:
  1. Guru yang kreatif dalam menyiapkan pelajaran lebih menarik dan bermakna.
  2. Siswa harus siap belajar secara aktif, baik secara individu atau kelompok dengan model pembelajaran diskusi, penelitian maupun problem solving.
  3. Terdapat sarana, prasarana, media dan sumber belajar untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
  4. Implikasi terhadap suasana ruangan belajar yang sesuai dengan tema materi pelajaran yang sedang dilaksanakan.
  5. Implikasi terhadap pemilihan metode pendekatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tematik


Pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan pada Kurikulum 2013 memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Salah satunya adalah siswa lebih banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Jika dulu pembelajaran hanya menggunakan metode diskusi dimana guru mentransfer pengetahuan atau informasi yang mereka miliki, pada K13 ini peran guru lebih mengarah sebagai pembimbing dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Karena itu, peran guru dalam pembelajaran tematik tidak bisa otoriter tapi memberikan kesempatan kepada peserta didik

Dengan aktifnya siswa dalam proses pembelajaran, akan banyak pengalaman langsung dan bermakna yang bisa diperoleh untuk mengembangkan potensi setiap peserta didik.

Kekurangan pembelajaran tematik adalah siswa membutuhkan dorongan dan motivasi belajar secara aktif agar dapat mengembangkan potensinya. Jika tidak, maka peserta didik akan merasa tertinggal dari siswa lainnya. Pada intinya, murid harus siap mengikuti berbagai model pembelajaran dalam proses belajar.

Untuk lebih jelasnya, silahkan cari buku seputar pembelajaran tematik. Salah satu contoh buku yang banyak menjadi referensi adalah Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar (Depdiknas: 2006).

Lihat juga Model Pembelajaran Saintifik

Demikianlah materi tentang model pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Semoga bermanfaat!

  October 05, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close