Skip to main content

Model Pembelajaran Discovery Learning

Model Pembelajaran Discovery Learning - Model pembelajaran dengan menemukan (discovery learning) banyak diterapkan di sekolah-sekolah maju saat ini. Pendekatan dengan kurikulum yang menerapkan discovery learning menitikberatkan pada kemampuan siswa dalam memahami informasi agar dapat merancang konsep dan prinsip yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Model Pembelajaran Discovery Learning
Model Pembelajaran Discovery Learning

Pada model discovery learning, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Sementara guru lebih banyak berperan sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran. Dari sini, kita bisa melihat bahwa manfaat utama dari discovery learning adalah mengajak siswa untuk belajar mandiri dan menjadi seorang pengembang bahkan penemu.

Pengertian Discovery Learning


Apa yang dimaksud dengan discovery learning?

Model pembelajaran discovery learning (pembelajaran penemuan) adalah sebuah proses pembelajaran yang dilakukan dimana pendidik tidak menyajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara aktif dan mandiri.

Menurut Hosnan (2014:282), discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi.

Secara sederhana, discovery learning tidak memberitahukan informasi langsung kepada siswa tapi menuntut siswa memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui secara sendiri. Dengan demikian, peserta didik berperan aktif menjadi seorang bukan hanya mengetahui tapi juga memungkinkan peserta didik menjadi pencipta ilmu pengetahuan layaknya seorang saintis.

Karena itulah, dalam metode pembelajaran discovery, pendidik menitikberatkan pada aktivitas siswa dalam belajar sementara peran pendidik hanya sebagai pembimbing dan fasilitator yang berperan dalam mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, dan semacamnya.

Ciri-ciri Model Pembelajaran Discovery Learning


Karakteristik utama dari model pembelajaran discovery (penemuan) adalah mengeksplorasi dan memecahkan masalah dengan tujuan untuk menciptakan, menggabungkan dan menggenerealisasi pengetahuan dan berpusat pada siswa dengan kegiatan belajar untuk menggabungkan pengetahuan yang sudah ada dan pengetahuan yang baru.

Dalam discovery learning, bahan ajar disajikan dalam bentuk informasi dan peserta didik yang melakukan kegiatan menghimpun, membandingkan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan membuat kesimpulan.

Dari ciri-ciri di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa peserta didik belajar secara aktif sebagai seorang ilmuwan dan guru berperan sebagai pembimbing.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Discovery Learning


Untuk menerapkan discovery learning model, berikut ini sintaks model pembelajaran discovery learning menurut Veerman (2003):

1. Orientation


Langkah awal dalam discovery learning dimulai dari guru memberiakn fenomena yang fokus terhadap permasalahan terkait dengan materi yang diajarkan. Tujuan utama pada tahap orientasi adalah untuk menjadi sumber informasi guru dalam mengetahui kemampuan peserta didik.

2. Hypothesis Generation


Pada tahap ini, siswa merumuskan hipotesis terkait permasalahan dan merumuskan masalah sehingga dapat mengetahui tujuan dari proses pembelajaran.

3. Hypothesis Testing


Hipotesis awal harus dibuktikan kebenarannya. Karena itu, diadakan hypothesis testing untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

4. Conclusion


Pada tahap discovery learning selanjutnya, dilakukan peninjauan terhadap hipotesis yang telah dirumuskan dan mengambil serta mengidentifikasi fakta-fakta baru yang harus digunakan.

5. Regulation


Tahap regulation berkaitan dengan proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Proses perencanaan untuk menentukan tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. Proses monitoring untuk mengetahui kebenaran langkah-langkah dan tindakan yang diambil oleh peserta didik. Setelah itu, guru melakukan evaluasi dengan mengklarifikasi hasil-hasil yang tidak sesuai untuk menemukan konsep yang adalah produk atau hasil dari proses pembelajaran.

Secara sederhana, langkah-langkah pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut.
  1. Mengindetifikasi kebutuhan peserta didik.
  2. Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan.
  3. Seleksi bahan, problema, dan tugas-tugas.
  4. Membantu dan memperjelas tugas yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa.
  5. Mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan.
  6. Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan.
  7. Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan.
  8. Membantu siswa dengan informasi/data jika diperlukan oleh siswa.
  9. Memimpin analisis sendiri dengan mengajukan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah.
  10. Merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa.
  11. Membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.

Kelebihan Model Pembelajaran Discovery Learning


Kelebihan dari model penemuan adalah peserta didik menjadi lebih aktif dan termotivasi sendiri untuk belajar secara mandiri. Hal ini berdampak positif pada kemampuan siswa dalam memperkuat konsep terhadap materi pelajaran.

Belajar karena dorongan diri sendiri membuat proses belajar menjadi lebih terangsang dan mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri yang pada akhirnya membuat siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara menyenangkan.

Selain itu, model discovery learning juga akan memupuk tingkat kepercayaan diri siswa karena lebih banyak mendapat kesempatan dalam merumuskan hipotesis pelajaran secara sendiri. Hal ini akan sangat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis sehingga lebih mudah dalam diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

Kelemahan Model Pembelajaran Discovery Learning


Metode discovery learning seringkali membuat siswa yang belum siap untuk belajar mengalami kesulitan dalam menghubungkan antara konsep-konsep sehingga menimbulkan rasa frustasi.

Selain itu, metode pembelajaran discovery tidak cocok diterapkan untuk jumlah peserta didik yang banyak karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu setiap siswa menemukan teori untuk pemecahan masalah.

Dalam menerapkan sebuah model pembelajaran di kelas, selalu dimulai dari pendekatan pembelajaran. Hal ini bertujuan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Hal yang sama dengan model pembelajaran discovery learning. Dibutuhkan persiapan dan analisis yang matang untuk dapat menerapkan jenis pembelajaran seperti iin sehingga tujuan pembelajaran benar-benar tercapai.

Lihat juga Macam-macam Metode Pembelajaran

Demikianlah langkah-langkah model pembelajaran discovery learning. Semoga bermanfaat!

Daftar Referensi
  • https://www.kajianpustaka.com/2017/09/metode-pembelajaran-penemuan-discovery-learning.html
  • https://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/metode-pembelajaran-discovery-penemuan/
  October 03, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close