Skip to main content

Macam-macam Model Pembelajaran Terpadu

Macam-macam Model Pembelajaran Terpadu - Masalah kurikulum masih menjadi salah satu topik menarik dalam dunia pendidikan di Indonesia. Misalnya saja pro dan kontra penerapan Kurikulum 2013 yang menggantikan Kurikulum 2006. Ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju. Tapi apapun itu, sebuah kurikulum yang ditetapkan menjadi standar model pembelajaran terpadu sudah diatur sedemikian rupa agar memiliki manfaat bagi siswa dan tujuan belajar dapat tercapai.

Macam-macam Model Pembelajaran Terpadu
Macam-macam Model Pembelajaran Terpadu

Di era globalisasi ini, tantangan dunia pendidikan semakin tinggi. Karena itu, dibutuhkan sebuah model pembelajaran yang efektif dan benar-benar berguna dalam mengasah kreatifitas guru dan siswa. Pertanyaannya ialah, apa model pembelajaran terpadu yang cocok di Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, di artikel kali ini akan dijelaskan 10 macam model pembelajaran terpadu yang menjadi landasan dibuatnya sebuah kurikulum. Tapi perlu diingat, dalam perancangan kurikulum baru, tidak semua jenis model pembelajaran ini perlu diterapkan. Prinsip utamanya adalah membuat model pelajaran terpadu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Latar Belakang Model Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang saling mengaitkan aspek-aspek tertentu baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Kata terpadu di sini memiliki definisi menyatukan pelajaran agar saling terkait agar materi yang didapatkan oleh siswa semakin padat dan bermakna.

Cara membuat model pembelajaran terpadu ini bisa dari memadukan materi-materi dalam satu mata pelajaran atau pun materi-materi yang saling terkait antar mata pelajaran.

Adapun tujuan pendekatan pembelajaran terpadu adalah siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami konsep-konsep pelajaran. Meninjau pentingnya model belajar tersebut, guru harus mampu menerapkan kurikulum pembelajaran terpadu dalam mengajar dan membimbing siswa secara bertahap.

Pengertian Model Pembelajaran Terpadu


Apa itu pembelajaran terpadu? Pembelajaran terpadu adalah sebuah metode menyusun kurikulum materi pelajaran dengan memadukan konsep, keterampilan, topik dan tematisnya dengan model-model terpadu. Akan lebih jelas pada bagian bawah dalam macam-macam model pembelajaran terpadu.

Untuk memudahkan kamu memahami tentang konsep pembelajaran terpadu, berikut ini beberapa pengertian pembelajaran terpadu menurut beberapa ahli.

Menurut Cohen dan Manion (1992) dan Brand (1991), terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakn dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning).

Kurikulum terpadu adalah sebuah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat bahkan bisa dikatakan tidak ada.

Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka.

Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interest).

Manfaat Pembelajaran Terpadu


Manfaat dari pembelajaran terpadu ini adalah sistematika belajar yang lebih efektif dan efisien. Intinya model ini dapat membahas banyak topik yang saling terkait di setiap mata pelajaran baik yang sama maupun yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat model pembelajaran terpadu.
  1. Anak lebih memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilannya melalui kegiatan-kegiatan yang diminatinya.
  2. Pengetahuan dan pemahanan siswa lebih komprehensif.
  3. Keterkaitan materi pelajaran membuat siswa memiliki konsep-konsep yang berguna dalam memproses informasi.
  4. Mengasah pola pikir siswa lebih kreatif.
  5. Melatih siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.
  6. Meningkatkan profesionalisme guru dan interaksi sosial anak.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu


1. Pembelajaran yang berpusat pada anak


Pembelajaran terpadu yang berpusat pada anak karena pada dasarnya pembelajaran terpadu adalah suatu sistem pembelajaran yang memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk belajar. Siswa dapat lebih aktif dalam mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya.

2. Menekankan pada pembentukan pemahaman dan kebermaknaan


Pembelajaran terpadu menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan artinya model pembelajaran seperti ini mengkaji fenomena dari berbagai macam aspek dari materi.

3. Lebih banyak belajar melalui pengalaman langsung


Pembelajaran terpadu memampukan siswa untuk memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang sedang mereka alami dan tidak sekedar informasi dari guru.

Model belajar terpadu menjadikan guru sebagai fasilitator dan katalisator sementara siswa sebagai aktor bertindak sebagai pencari informasi berupa fakta untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya.

4. Lebih fokus pada proses daripada hasil


Pembelajaran terpadu membuat siswa lebih menghargai proses karena melibatkan siswa sejak proses pembelajaran dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi.

5. Pembelajaran terpadu sarat dengan muatan keterkaitan


Pembelajaran terpadu berfokus pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari berbagai sudut pandang seperti mata pelajaran yang berbeda.

Macam-macam Model Pembelajaran Terpadu


Dalam buku berjudul How to Integrate the Curricula yang ditulis oleh Fogarty, ada 10 macam model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan, yaitu:
  1. The connected model (model terhubung)
  2. The webbed model (model jaring laba-laba)
  3. The integrated model (model integrasi)
  4. The nested model (model tersarang)
  5. The fragmented model (model fragmen)
  6. The sequenced model (model terurut)
  7. The shared model (model terbagi)
  8. The threaded model (model pasang benang)
  9. The immersed model (model terbenam)
  10. The networked model (model jaringan)
Dari sepuluh macam model pembelajaran terpadu tersebut, tidak semua harus diterapkan dalam kurikulum belajar di sekolah formal. Menurut Prabowo (2000:3), model pendekatan pembelajaran terpadu yang layak dikembangkan dan mudah diterapkan pada pendidikan formal sekolah dasar paling tidak ada 3 model, yaitu:
  1. The connected model (model terhubung)
  2. The webbed model (model jaring laba-laba) 
  3. The integrated model (model integrasi)
Pada kurikulum PGSD, 3 model tersebut jugalah yang digunakan.

Berikut penjelasan masing-masing model pembelajaran terpadu tersebut.

1. The Connected Model (Model Keterhubungan)


Konsep the connected model cukup banyak diterapkan saat membuat kurikulum pembelajaran terpadu baik itu di sekolah dasar, SMP, SMA bahkan sampai universitas.

Landasan pembelajaran terpadu model keterhubungan (connected) adalah dalam setiap mata pelajaran berisi materi yang berkaitan dengan konsep materi-materi lainnya.

Konsep pendekatan model keterhubungan menekankan pada integrasi inter dalam suatu bidang studi itu sendiri.

Isi mata pelajaran yang dapat dikaitkan seperti topik dengan topik, konsep dengan konsep, dan ide-ide yang saling berhubungan.

Dalam merancang suatu kurikulum pembelajaran, konsep pembelajaran terpadu model keterhubungan ini sangat penting agar siswa dapat secara otomatis memahami hubungan-hubungan yang sengaja dikaitkan yang memang telah dirancang sejak awal.

Gambar skema pembelajaran terpadu model keterhubungan ini adalah

Pemahanan konsep 1 dapat digunakan untuk menjelaskan konsep 2, juga untuk mendesain konsep 3.

Contoh model pembelajaran terpadu the connected model adalah misalnya dalam bidang studi IPA kelas IV SD dengan materi Air Dan Pengangkutannya

Konsep keterhubungannya kurang lebih seperti:

  1. Air merambat melalui celah-celah kecil (gejala fisika);
  2. Air yang diserap akan diangkut melalui pembuluh kayu ke daun-daun (gejala biologis);
  3. Air dari suatu wadah dialirkan melalui suhu kompor dapat mengairi beberapa pot bunga (teknologi).

Keuntungan Model Pembelajaran Connected

  1. Terdapat hubungan antara ide-ide dalam satu mata pelajaran sehingga siswa bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan. Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan untuk mendalami, meninjau dan memperbaiki gagasan secara bertahap agar lebih mudah dalam proses pemecahan masalah.
  2. Konsep-konsep kunci dikembangkan secara terus-menerus sehingga terjadi internalisasi.

Kekurangan Model Pembelajaran Connected

  1. Model pembelajaran ini tidak dapat memberikan gambaran secara menyeluruh karena hanya fokus pada materi satu mata pelajaran. Artinya, model ini belum menggabungkan keterhubungan dengan mata pelajaran lain.
  2. Dalam model ini guru tidak didorong untuk kerja secara bersama-sama yang mengakibatkan pelajaran tetap terfokus pada satu bidang tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide-ide antar bidang studi.

2. The Webbed Model (Model Jaring Laba-laba)


Model pembelajaran jenis jaring laba-laba termasuk salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik (bersangkutan dengan tema) dalam mengintegrasikan mata pelajaran.

Dalam pendekatan webbed ini, kurikulum disusun berdasarkan kesesuaian konsep, topik, dan ide-ide antar mata pelajaran.

Contoh model pembelajaran model Webbed misalnya mengangkat tema air, maka guru-guru antar mata pelajaran memiliki materi yang saling terkait, misalnya siklus air, kincir angin, air sungai, bisnis air dari PDAM yang bisa tergabung dalam mata pelajaran seperti Matematika, IPA, dan IPS.

Keuntungan Model Pembelajaran Terpadu Jaring Laba-laba seperti:

  1. Untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa.
  2. Pendekatan dengan model jaring laba-laba relatif mudah dilakukan bagi guru-guru yang belum berpengalaman.
  3. Model ini mempermudah perencanaan kerja tim sebagai tim antar bidang studi yang bekerja untuk mengembangkan tema ke dalam semua bidang isi pelajaran.
  4. Pendekatan tematik memberikan suatu payung yang jelas yang dapat memotivasi siswa.
  5. Memudahkan sisiwa untuk melihat kegiatan-kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait.

Kelemahan model jaring laba-laba seperti:

  1. Masih banyak guru yang kesulitan memilih tema.
  2. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa.
  3. Guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi kurang berkembang.

3. The Integrated Model (Model Integrasi)


Pendekatan pembelajaran terpadu dengan model the integrated model adalah metode pembelajaran yang menggabungkan bidang studi dengan cara menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling berhubungan di dalam beberapa bidang studi.

Dalam buku Pembelajaran Terpadu oleh Padmono, dikatakan bahwa model integrated membuat kurikulum menyajikan satu pendekatan penyebrangan mata pelajaran menyerupai model shared.

Model integrated memadukan mata pelajaran dengan latar prioritas kurikulum pada tiap penemuan keterampilan-keterampilan, konsep-konsep, dan sikap-sikap yang tumpang tindih mata pelajaran tersebut.

Untuk lebih jelasnya tentang gambaran seputar model integrated, berikut ini contoh modellingnya.

Guru menentukan konsep, keterampilan dan sikap yang akan diajarkan dalam satu semester dari beberapa bidang studi seperti Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan PKN.

Konsep dari Bahasa Indonesia
  • Mendiskusikan rencana kegiatan
  • Membahasa masalah yang dihadapi
Konsep IPA
  • Memahami pengertian, sifat-sifat gaya, serta mampu menerapkan dalam rancang dan membuat karya berupa benda yang dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari.
Konsep IPS
  • Siswa bisa mengenal jenis sumber daya manusia (SDM) dan ciri khas kebudayaan Indonesia.
Konsep dari PKN
  • Tenggang rasa
  • Percaya diri
  • Ketertiban
  • Kerajinan

Keuntungan dari model integrated seperti:

  1. Siswa saling mengaitkan dan menghubungkan macam-macam bagian dari mata pelajaran.
  2. Model pembelajaran ini juga mendorong motivasi murid.
  3. Memungkinkan pemahaman antar bidang studi serta memberikan penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian.

Kelemahan dari model integrated seperti:

  1. Model ini cukup sulit untuk dilaksanakan secara total.
  2. Membutuhkan keterampilan tinggi, percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran.
  3. Membutuhkan model tim ahli pada bidang untuk merencanakan dan mengajar secara bersama-sama.

4. The Nested Model (Model Tersarang)


Model sarang (Nested) adalah salah satu model pembelajaran terpadu dengan target utama mengaitkan materi dengan keterampilan berpikir dan mengorganisasi.

Pada pendekatan model ini, dibutuhkan perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta keterampilan proses, sikap dan komunikasi.

Model ini fokus pada keterpaduan beberapa aspek yang kemudian dilengkapi oleh keterampilan aspek-aspek lainnya. Biasanya konsep ini digunakan jika tujuan pembelajarannya adalah menanamkan konsep suatu materi bersama dengan aspek keterampilan lainnya.

Contoh model pembelajaran nested adalah sebagai berikut.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat aspek seperti membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Keempat aspek tersebut memiliki keterpaduan yang saling mendukung untku menghasilkan keterampilan dalam berbahasa.

Kelebihan model nested antara lain memperkaya kemampuan siswa karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan berpikir dan mengorganisasi tidak dilepaskan. Dengan demikian, setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang diharapkan berguna bagi kehidupan siswa nantinya.

Kelemahan model nested adalah perencanaannya harus matang. Jika dilakukan dengan tergesa-gesa dan kurang cermat, maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa.

Seperti kita ketahui, pada hakekatnya, tujuan utama pembelajaran adalah penekanan pada materi yang pada akhirnya bisa diterapkan melalui keterampilan.

5. The Fragmented Model (Model Fragmen)


Model fragmented (penggalan) adalah jenis model pembelajaran konvensional yang terpisah secara mata pelajaran. Materi yang dipelajari siswa tanpa kebermaknaan atau keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya.

Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan kemungkinan besar pada ruang yang berbeda pula. Artinya, setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak dipersatukan.

Contoh model pembelajaran terpadu fragmented adalah sebagai berikut.

Misalnya dalam satu pelajaran terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi (thinking skill), dan peta konsep (organizing skill) yang merupakan perpaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan berpikir dan mengorganisir.

Kelebihan model jenis ini adalah guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran.

Kelemahan model pembelajaran ini adalah siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama, termasuk keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu sama lain.

6. The Sequenced Model (Model Terurut)


Pendekatan dengan model pembelajaran pengurutan (sequenced) adalah suatu model yang topik atau unitnya disusun kembali dan diurutkan sehingga pembahasannya bertepatan satu dengan yang lainnya.

Contohnya jika dua mata pelajaran yang berhubungan diurut maka materi pelajaran dari kedua mata pelajaran tersebut dapat diajarkan secara paralel.

Pengurutan topik-topik yang hendak diajarkan ini membuat setiap subjek saling mendukung sehingga kegiatan-kegiatan saling mengutamakan.

Contoh model pembelajaran terpadu model terurut adalah sebagai berikut.

Pada mata pelajaran IPA dan Matematika tentang Pengukuran. Dalam IPA terdapat suhu yang meliputi Kelvin, Derajat, Fahrenheit, dan Reamur. Sementara dalam Matematika terdapat Cara Pengolahan Data yang melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Keunggulan model ini adalah guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri prioritas yang ingin dicapai tanpa dibatas oleh apa yang ada di kurikulum. Selain itu, dari sudut pandang siswa, pengurutan topik yang berhubungan dari disiplin yang berbeda sangat penting dalam membantu memahami isi dari suatu mata pelajaran.

Kelemahan model pengurutan adalah diperlukannya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar mengurutkan materi sehingga ada kesesuaian antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya.

7. The Shared Model (Model Terbagi)


Model Terbagi/Irisan (Shared) adala model pembelajaran terpadu yang adalah gabungan dari dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu fokus pada konsep, keterampilan dan sikap dalam satu tema secara utuh.

Contoh model jenis ini adalah menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih dalam satu tema.

Kelebihan pendekatan pembelajaran ini antara lain adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam dan dapat dilakukan oleh siswa dengan lebih mudah. Misalnya, dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.

Kelemahan model terpadu ini adalah dalam hal penyusunan rencana model pembelajaran. Di sini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda yang artinya membutuhkan waktu ekstra untuk didiskusikan.

8. The Threaded Model (Model Pasang Benang)


Model threaded adalah model pembelajaran terpadu yang memfokuskan pada meta kurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek.

Misalnya untuk keterampilan berpikir untuk memecahkan masalah dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari problem solving yang meliputi komponen-komponen seperti memprediksi, meramalkan kejadia yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuah bacaan, hipotesis laboratorium dan lain sebagainya.

Keterampilan seperti ini merupakan dasar dari saling keterkaitan. Dalam penerapan model ini, disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.

Contoh model terpadu ini adalah sebagai berikut.

Misalnya di suatu mata pelajaran membutuhkan pemecahan masalah dari mata pelajaran lainnya.

Kelebihan model ini seperti konsep berputas sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi.

Nilai lebih dari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa mempunyai tingkat pemikiran superordinat untuk ditransfer pada keterampilan hidup.

Kelemahan model ini adalah adanya hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit yang membuat siswa kurang dalam memahami keterkaitan materi antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Selain itu, guru wajib memahami keterampilan dan strategi pembelajaran yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.

9. The Immersed Model (Model Terbenam)


Model immersed (Terbenam) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Contohnya seorang mahasiswa memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari Fisika karena setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya.

Model pembelajaran terpadu ini juga bisa diterapkan pada akhir semester untuk siswa SD, SMP, maupun SMK, dalam bentuk proyek.

Keunggulan model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan pada mata pelajaran berbeda yang secara tidak langsung membuat siswa belajar dari siswa lainnya. Pendekatan ini memacu siswa untuk menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya.

Mata pelajaran juga menjadi lebih terfokus dan siswa akan terus menganalisis melalui pertanyaan-pertanyaan untuk dirinya sendiri. Tujuan dari model ini adalah untuk melatih kreatifitas berpikir siswa secara bertahap mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Kelemahan model terpadu ini adalah siswa yang tidak suka membaca akan kesulitan dalam mengerjakan proyek yang berdampak pada menurunnya minat untuk belajar. Selain itu, guru juga harus meluangkan waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswa yang tersusun secara baik dan terencana sebelumnya.

10. The Newtorked Model (Model Jaringan)


Model jaringan kerja (networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang diminati sehingga secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber.

Sumber tersebut tidak terbatas pada buku bacaan tapi juga melalui internet, TV, teman, saudara, guru dan orang tua yang dianggap ahli oleh siswa.

Model ini dapat memperluas wawasan siswa karena termotivasi untuk belajar dari rasa ingin tahu yang besar yang berasal dari dalam dirinya.

Kelebihan model ini adalah siswa dapat memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sasaran yang fokus dan sempit. Biasanya hal seperti ini muncul secara tidak sengaja selama proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

Kelemahan dari model ini adalah kemungkinan motivasi siswa untuk belajar yang berubah sehingga kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena hambatan dalam proses mencari sumber informasi.

10 model pembelajaran terpadu dan penjelasannya di atas semoga menjadi konsep dalam membuat bahan ajar bagi siswa. Tapi yang tidak kalah penting adalah profesionalisme guru dan kreatifitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran terpadu itu sendiri.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, guru dituntut untuk terus berinovasi dalam mendidik pola pikir siswa menjadi lebih aktif dan kreatif melalui model pembelajaran terpadu agar bisa berkompetisi di tengah-tengah dunia teknologi yang semakin maju ini.

Referensi

- Depdiknas. 1996. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdiknas.
- Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: prestasi pustaka publisher

Lihat juga Macam-macam Model Pembelajaran

Demikianlah artikel tentang macam-macam model pembelajaran terpadu. Semoga bermanfaat!
  September 20, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close