Skip to main content

Sejarah Berdirinya Jemaat Silo Rante Lara - Gereja Toraja

DAFTAR ISI

¨      SEJARAH BERDIRINYA JEMAAT SILO RANTE LARA

¨      DAFTAR MAJELIS JEMAAT SILO RANTE LARA


¨      BADAN PEKERJA MAJELIS JEMAAT SILO RANTE LARA

SEJARAH BERDIRINYA JEMAAT SILO RANTE LARA

sejarah gereja toraja jemaat silo rante lara

‘’ KARENA TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT MELETAKKAN DASAR LAIN DARI PADA DASAR YANG TELAH DI LETAKKAN, YAITU YESUS KRISTUS “

            Adapun terjadinya Jemaat Silo Rante Lara adalah berawal dari terjadinya bencana alam longsor  di Dusun To’ Jambu Desa Battang ,jalan trans Palopo Tana Toraja , Peristiwa bencana alam tersebut terjadi pada minggu malam, tanggal 06 September 1987. Yang menelan korban jiwa meninggal 9 (sembilan) orang serta puluhan luka-luka, juga menyebabkan jalan Trans Palopo-Tana Toraja lumpuh total selama kurang lebih 3 (tiga) bulan yang memaksa para kendaraan baik roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua) yang akan menuju Tana Toraja dan kabupaten Enrekang harus memutar arah  ke Rappang baru kembali kekabupaten Enrekang.
            Dampak dari bencana alam longsor tersebut yang membuat pemerintah daerah, baik Pemda tingkat dua dari Luwu danTanaToraja, maupun Pemda tingkat satu Sulawesi Selatan membentuk Tim Terpadu untuk menyelidiki lokasi bencana tersebut tentang layak atau tidaknya di huni oleh warga. Dari hasil penyilidikan Tim, makakeluarlah keputusan untuk memindahkansebagian warga masyarakat, karena struktur tanahnya lebih berpotensi terulangnya bencana longsor.Keputusan Tim di sampai kan kepemerintah pusat sehingga pemerintah pusat memasukkan rencana pemindahan masyarakat di atas ke dalam Program Nasional lewat Transmigrasi Bantuan Presiden (BANPRES) tahun 1988. Yang lokasi tujuannya adalah Desa Lara, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu, yang memang merupakan persiapan lokasi Transmigrasi berdasarkan SK BUPATI LUWU NO : 30/II/KDL/1972 TGL 19-12-1972 yang di perkuat SK GUBERNUR NO : 184/V/1979 TGL 03-05-1979.
            Setelah pembukaan lokasi tujuan Transmigrasi BANPRES ( karena masih dalam bentuk hutan lebat waktu tersedianya fasilitas rumah tempat tinggal warga calon Transmigrasi BANPRES Lara 4, maka mulailah calon warga Transmigrasi di berangkatkanya empat gelombang pemberangkatan :
I.)                  Tanggal 05 Maret 1989 sebanyak 80 KK
II.)                Tanggal 27 Mei 1989 sebanyak 120 KK
III.)              Tanggal 03 Agustus 1989 sebanyak 70 KK
IV.)             Tanggal 07 September 1989 sebanyak 33 KK
Adapun warga yang di pindahkan sebanyak 303 KK kurang lebih 1.800 jiwa terdapat warga yang beragama Kristen dari GerejaToraja sebanyak 127 KK, kurang lebih 635 jiwa.Warga Kristen Protestan dari GerejaToraja sebanyak 127 KK tersebut berasal dari dua jemaat dan dua cabang kebaktian, yakni :
I.)                  Jemaat Kattun dan cabang kebaktiannya Tabang sebanyak 73 KK
II.)                Jemaat Betteng Buntu Mamase dengan cabang kebaktiannya Betlehem Betteng sebanyak 54 KK.
Oleh karena warga Kristen khususnya warga Gereja Toraja tidak di bangunkan tempat ibadah (gedung gereja) maka dari penempatan gelombang pertama dan kedua berubah setiap minggunya dengan mencari rumah-rumah warga yang masih kosong untuk di tempati beribadah hari minggu. Setelah gelombang ketiga turun pada awal agustus tahun 1989 barulah mendirikan gedung gereja darurat yakni :
-          Kamis, 10 Agustus 1989 kumpulkan ramuan
-          Jumat, 11 Agustus 1989 di dirikan
-          Sabtu, 12 Agustus 1989 di atapi serta pasang bangku darurat
-          Minggu, 13 Agustus 1989 di tempati beribadah hari minggu.

Adapun surat pindah jemaat secara kolektif dari dua jemaat dan dua cabang menyusul pada bulan oktober 1989, yang di keluarkan oleh Badan Pekerja Klasis Palopo yang di tanda tangani oleh Bapak pdt. M. Yasi Dera S. Th. Yang dituukan pada Badan Pekerja Klasis Rongkong Sabbang.
Terkait dengan pemberian nama Jemaat yakni Silo Rante Lara, karena kami beralasan bahwa dahulu kami berdomisili di daerah pegunungan yaitu puncak dan sekarang kami berada di daerah pelataran luas yakni pelataran Lara dan di bagikan lokasi oleh pemerintah dari sisa-sisa pembagian tiga unit Transmigrasi terdahulu dari pada kami, maka kami sepakat memberi nama Jemaat diatas Yakni, Jemaat Silo Rante Lara, karena kami telah berdomisili di pelataran Lara.
            Demikianlah, uraian singkat sejarah berdirinya Jemaat Silo Rante Lara yang tidak di awali dari berdirinya tempat ibadah ke cabang kebaktian lalu di dewasakan menjadi Jemaat, melainkan adalah merupakan Jemaat yang pindah oleh karena ikut mengsukseskan Program Nasional lewat Transmigrasi Bantuan Presiden Tahun Anggaran 1989.


DAFTAR MAJELIS JEMAAT SILO RANTE LARA PERIODE 1989-1991 :
1.)    ALM. Y.S PANENNEN
2.)     ALM. MARKUS TIMBANG LANGI
3.)     ALM. MARTHEN PADIDI
4.)     ALM. ALEX SAMPE
5.)     ALM. YUNUS RUPA’
6.)     ALM. JOKO BUDI MARTONO
7.)     ALM. YS BAAN
8.)     ALM. P.S. PALI’
9.)    MARTHEN TAKIN
10.) MARTHEN SONDA
11.) THOMAS KARE
12.) DANIEL RERUNG
13.) DANIEL LATUMANAN
14.) DANIEL DUMA’
15.) SAMPE ANGIN
16.) YUNUS DEMMA BONE
17.) AYO’ SIRANDE
18.) BOLONG REMA’
19.) SYAMSUDDIN NARI
20.) PAULUS PALAMBA’
21.) PRANS MASOLA
22.) MALLANG PALEDAN
23.) ANTON MANTONG. BA.
24.) YUNUS TODING
25.) YB NOLING
26.) S. DENDANG
27.) FRANS LANGSA’
28.) NY. MARTHEN TAKIN ( BERTHA BALISA )
29.) NY. BOLONG REMA’


BPM ( BADAN PEKERJA MAJELIS ) :

KETUA                  : YUNUS TODING

WAKIL KETUA     : MALLANG PALEDAN

SEKRETARIS         : ANTON MANTONG BA.


BENDAHARA         : ALM. MARKUS TIMBANG LANGI

  August 16, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close