Skip to main content

8 Jenis Topologi Jaringan: Gambar, dan Pengertian Topologi Jaringan

8 Jenis Topologi Jaringan: Gambar, dan Pengertian Topologi Jaringan - Setelah kemarin membahas satu per satu tentang macam-macam topologi jaringan, hari ini saya akan berbagi rangkuman 8 topologi jaringan yang ada di blog Soksimon.com ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian topologi jaringan, jenis-jenis topologi jaringan, gambar, manfaat, fungsi, kelebihan dan kekurangan setiap topologi jaringan.

8 Jenis Topologi Jaringan: Gambar, dan Pengertian Topologi Jaringan
8 Jenis Topologi Jaringan: Gambar, dan Pengertian Topologi Jaringan

Dulu saya hanya mengenal 6 jenis topologi jaringan yang paling sering dibahas dalam pelajaran SMK seperti topologi Bus, Ring, Mesh, Star, Tree, dan Linier. Namun setelah mendalami materi topologi jaringan di Google, ternyata ada yang belum sempat dibahas pada waktu saya sekolah, yaitu topologi jaringan Peer to Peer dan topologi jaringan Hybrid.


Pengertian Topologi Jaringan Menurut Para Ahli


Untuk membuka kembali ingatan seputar topologi jaringan bagi kamu yang sudah pernah belajar jaringan komputer sebelumnya, kita akan mulai dari pengertian topologi jaringan menurut para ahli.

Banyak sekali ahli yang menyumbangkan pendapatnya tentang pengertian topologi jaringan. Namun pada intinya, semua pengertian tersebut memiliki inti yang sama. Saya kutip satu pengertian topologi jaringan merurut Kristanto:

Pengertian topologi jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling terhubung satu sama lain, dengan memakai satu protokol komunikasi sehingga semua komputer yang saling terhubung tersebut bisa berbagi informasi, program, sumber daya dan juga bisa saling menggunakan perangkat keras lainnya secara bersamaan, misalnya printer, hard disk, lain-lain.

Pengertian Topologi Jaringan


Apa itu yang dimaksud dengan topologi jaringan? Pengertian topologi jaringan adalah skema menghubungkan sekumpulan komputer agar bisa berbagi sumber daya dalam suatu jaringan. Skema-skema tersebut dikenal dengan jenis-jenis topologi jaringan yang memiliki cara tersendiri dalam menghubungkan komputer dalam jaringan.

Bisa dikatakan, topologi jaringan adalah desain dasar dan model yang harus ditentutkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk instalasi jaringan komputer di sebuah perusahaan. Namun seorang network developer, harus bisa memilih topologi jaringan terbaik.

Cara Memilih Topologi Jaringan


Bagaimana memilih topologi jaringan komputer yang terbaik? Mungkin kita pernah dengan perbedaan dan perbandingan berbagai topologi jarignan. Misalnya, topologi jaringan Star lebih baik dari pada topologi jaringan Bus, dan topologi jaringan Hybrid adalah topologi jaringan terbaik saat ini.

Namun bukan seperti itu pemilihan topologi jaringan komputer yang tepat. Karena setiap topologi jaringan komputer memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan jumlah serta kebutuhan pengguna akan jaringan komputer. Intinya, dalam pemilihan topologi jaringan komputer, kita harus mempertimbangkan minimal aspek-aspek yang disebutkan di atas, yaitu biaya dan kebutuhan jaringan oleh pengguna.

Fungsi Topologi Jaringan


Topologi jaringan berfungsi untuk merancang model komunikasi antar komputer dalam suatu wilayah, umumnya Local Area Network (LAN). Jadi, topologi jaringan akan menunjukkan model jaringan komputer yang saling terhubung.

Tujuan jaringan komputer tentu saja agar komputer-komputer bisa berkomunikasi berdasarkan tujuan jaringan komputer itu sendiri.

Manfaat Topologi Jaringan


Manfaat topologi jaringan komputer adalah sebagai konsep dasar untuk instalasi jaringan komputer. Dengan menentukan topologi jaringan komputer, kita bisa memperhitungkan biaya yang akan digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer.

Selain itu, proses instalasi jaringan komputer juga akan jauh lebih mudah karena kita hanya perlu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dan membangun jaringan komputer sesuai dengan skema topologi jaringan yang digunakan.

Jenis-jenis Topologi Jaringan Komputer


Untuk lebih jelasnya, berikut rincian kelebihan dan kekurangan serta perbedaan setiap topologi jaringan komputer. Ada 8 topologi jaringan komputer di sini lengkap dengan pengertian dan gambarnya, yaitu sebagai berikut.

Macam-macam Topologi Jaringan:


1. Topologi Jaringan Bus


Topologi Bus adalah topologi jaringan komputer yang sederhana dan mudah diinstalasi. Dalam membuat jaringan komputer Bus, kita hanya butuh satu backbone atau kabel utama yang terhubung ke setiap node dalam jaringan.

Gambar Topologi Bus
Gambar Topologi Bus

Kelebihan Topologi Bus

  1. Topologi jaringan Bus lebih mudah diinstalasi
  2. Hemat biaya karena tidak membutuhkan banyak kabel
  3. Juga tidak membutuhkan perangkat hardware yang mahal seperti Hub/Switch yang aktif

Kekurangan Topologi Bus

  1. Sulit untuk mendeteksi gangguan ketika terjadi masalah
  2. Jika sumber utama bermasalah akan berdampak pada jaringan
  3. Terjadi antrian karena setiap transfer data melalui komputer-komputer lainnya sebelum sampai ke komputer penerima (Tujuan)
  4. Diperlukan repeater untuk menghubungkan komputer yang jaraknya jauh
Selengkapnya di Pengertian Topologi Bus: Ciri-ciri dan Cara Kerjanya

2. Topologi Jaringan Mesh


Topologi Mesh adalah salah satu topologi jaringan komputer yang juga banyak dibahas. Bukan karena populer digunakan tapi karena topologi ini cenderung tidak praktis dan boros serta lebih rumit. Meskipun demikian, konsep jaringan Mesh juga sangat baik karena proses komunikasi lebih cepat.

Hal ini dikarenakan setiap komputer dapat saling terhubung dan berkomunikasi tanpa melewati node-node lainnya dalam jaringan. Namun hal itu juga berarti topologi jaringan Mesh membututhkan banyak kabel dan perangkat I/O lainnya sehingga cenderung lebih mahal.

 Gambar Topologi Mesh
Gambar Topologi Mesh

Kelebihan Topologi Mesh

  1. Transfer data lebih cepat (dedicated link connection) yang langsung menuju ke komputer tujuan
  2. Privacy and security data dalam jaringan Mesh lebih aman
  3. Proses troubleshooting cukup cepat 
  4. Jika salah satu node bermasalah, tidak akan berpengaruh ke node lainnya

Kekurangan Topologi Mesh

  1. Instalasi jaringan lebih mahal
  2. Dibutuhkan space yang cukup untuk instalasi jaringan menggunakan topologi Mesh
  3. Proses instalasi membutuhkan waktu karena harus dikonfigurasi satu per satu
  4. Proses maintenance topologi Mesh juga butuh biaya yang relatif besar
Selengkapnya di Pengertian, Ciri-ciri dan Karakteristik Topologi Mesh

3. Topologi Jaringan Ring


Topologi jaringan Ring disebut jgua topologi cincin dimana skema topologi ini memang menyerupai cincin. Pada topologi Ring, setiap node akan terhubung ke dua node, yaitu node sebelum dan sesudahnya.

Cara kerja topologi Ring yang membentuk lingkaran cincin adalah membentuk lingkaran dimana setiap node berfungsi sebagai repeater yang saling bekerja sama untuk menjaga jaringan tetap stabil selama komunikasi berlangsung.

Dalam topologi Ring, data akan dikirim dari satu node ke node lainnya melewati node-node lainnya sampai node tujuan ditemukan. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat skema di bawah ini  yang menunjukkan model topologi jaringan Ring.

Gambar Topologi Ring
Gambar Topologi Ring

Kelebihan Topologi Ring

  1. Lebih mudah didesain dan diimplementasikan saat membangun jaringan 
  2. Memiliki performa yang lebih cepat jika dibandingkan dengan topologi lainnya seperti topologi Bus
  3. Proses pelacakan dan pengisolasian masalah lebih mudah
  4. Mudah dalam instalasi perangkat baru
  5. Lebih hemat kabel dan biaya karena tidak membutuhkan alat dan bahan seperti Hub/Switch.

Kekurangan Topologi Ring

  1. Jika ada node yang bermasalah akan mengganggu jaringan. Namun hal ini bisa diatasi dengan menggunakan topologi dual ring
  2. Saat instalasi perangkat baru, akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan
  3. Kecepatan komunikasi tergantung pada seberapa banyak node dalam jaringan
  4. Meskipun topologi Star terlihat lebih rumit, namun topologi Ring ternyata lebih sulit untuk dikonfigurasi
  5. Penanganan terhadap bandles
Selengkapnya di Pengertian Topologi Ring dan Gambarnya

4. Topologi Jaringan Star


Topologi Star juga merupakan salah satu topologi yang populer saat ini. Topologi Star menggunakan sistem kendali terpusat dimana setiap node terhubung ke node tengah perangkat pusat Hub/Switch.

Cara kerja topologi Star adalah pengiriman dari komputer client ke komputer server kemudian informasi dari komputer pengirim diteruskan ke komputer client. Karena itulah, salah satu keunggulan dari node Star adalah ketika salah satu pengguna bermasalah maka tidak akan mempengaruhi jaringan.

Untuk lebih jelas tentan skema dan cara kerja topologi Star, perhatikan gambar berikut ini.

 Gambar topologi Star
Gambar Topologi Star

Kelebihan Topologi Star

  1. Bandwidth lebih besar karena setiap komputer terhubung ke server
  2. Lebih mudah melakukan troubleshooting ketika terjadi masalah jaringan
  3. Jika salah satu node bermasalah maka tidak akan berpengaruh ke node lainnya.
  4. Pengembangan jaringan tidak mengganggu kerja jaringan (Fleksibel)
  5. Tingkat keamanan lebih terjamin
  6. Bisa menangani koneksi dalam suatu jaringan 30 sampai 50 komputer dengan baik

Kekurangan Topologi Star

  1. Instalasi jaringan Star cukup sulit
  2. Biaya membangun jaringan dengan konsep topologi star lebih mahal
  3. Perangkat Hub yang menjadi sentral sangat rentan sensitif yang bisa berakibat pada jaringan down
  4. Jaringan tergantung pada terminal pusat
Selengkapnya di Pengertian Topologi Star dan Karakteristiknya

5. Topologi Jaringan Tree


Topologi Tree adalah topologi yang dibuat dari kombinasi topologi Bus dan topologi Star. Topologi Tree juga disebut sebagai topologi jaringan bertingkat atau topologi pohon dengan cabang-cabangnya.

Skema topologi Tree atau pohon terdiri dari kumpulan topologi Star yang dilengkapi dengan Hub untuk saling terkoneksi. Setiap Hub tersebut dihubungkan oleh kabel utama seperti pada konsep jaringan Bus.

Untuk lebih jelasnya tentang cara kerja topologi jaringan Bus, bisa dilihat di gambar di bawah ini!

Gambar Topologi Tree
Gambar Topologi Tree

Kelebihan Topologi Tree

  1. Topologi Tree cocok untuk tujuan pembangunan jaringan komputer dalam skala yang besar
  2. Penambahan komputer client lebih mudah
  3. Identifikasi masalah lebih cepat
  4. Manajemen data lebih baik dan mudah dilakukan
  5. Jika salah satu node bermasalah maka tidak akan mempengaruhi node lainnya

Kekurangan Topologi Tree

  1. Instalasi jaringan dengan Topologi Tree lebih mahal karena membutuhkan perangkat jaringan seperti Hub yang tidak sedikit
  2. Instalasi jaringan Tree lebih sulit dan butuh konsep yang benar-benar matang untuk dapat diimplementasikan
  3. Jika kabel utama bermasalah maka jaringan akan terganggu
  4. Jika Hub bermasalah maka komunikasi komputer yang dibawahnya akan bermasalah
  5. Setiap komunikasi harus melalui Hub terlebih dahulu sehingga prosesnya cenderung lebih lambat
  6. Maintenance jaringan Tree cukup sulit karena banyak node yang harus ditangani.

6. Topologi Jaringan Peer to Peer


Topologi jaringan Peer to Peer biasa juga disebut jaringan P2P dengan konsep client-server. Dalam topologi jaringan Peer to Peer, setiap komputer dapat bertindak sebagai server dan client.

Topologi jaringan Peer to Peer mirip dengan topologi Bus, hanya saja arah komunikasi Peer to Peer tidak searah seperti pada topologi jaringan Bus.

Untuk cara kerjanya sendiri, topologi Peer to Peer bisa dilihat pada gambar di bawah ini!

 Gambar Topologi Peer to Peer
Gambar Topologi Peer to Peer

Kelebihan Topologi Jaringan Peer to Peer

  1. Setiap komputer yang dihubungkan tidak membutuhkan perangkat penghubung jaringan komputer
  2. Hal ini juga membuat biaya instalasi jaringan Peer to Peer lebih murah
  3. Instalasi jaringan juga lebih mudah karena didukung oleh software dan hardware terbaru
  4. Hanya komputer bermasalah yang akan gagal melakukan file sharing
  5. Setiap komputer bisa bertindak sebagai client dan server sesuai kebutuhan masing-masing komputer.

Kekurangan Topologi Jaringan Peer to Peer

  1. Keamanan komputer tergantung pada security system masing-masing komputer
  2. Pengembangan jaringan cenderung lebih sulit
  3. Setiap user harus memiliki kemampuan untuk melakukan tugas administratif sendiri, termasuk menjaga keamanan komputernya
  4. Proses troubleshooting jaringan lebih sulit karena setiap komputer terlibat dalam komunikasi

7. Topologi Jaringan Linier


Topologi jaringan Linier adalah topologi yang juga dikenal dengan istilah topologi runtut atau topologi bus beruntut. Topologi Linier adalah hasil perluasan dari topologi jaringan Bus.

Topologi linier dibangun dengan satu kabel utama yang menyambungkan setiap node dengan penyambung-T, dimana setiap ujungnya terdapat terminator.

Cara kerja topologi Linier lebih lengkapnya dapat dilihat melalui gambar skema topologi Linier di bawah ini!

 Gambar Topologi Linier
Gambar Topologi Linier

Kelebihan Topologi Linier

  1. Instalasi jaringan leih murah dan tidak butuh banyak kabel
  2. Memiliki layout yang sederhana
  3. Mudah dalam pengembangan jaringan dan tidak mengganggu kinerja jaringan yang berjalan
  4. Tidak membutuhkan kendali dari server

Kekurangan Topologi Linier

  1. Topologi Linier lebih sulit dideteksi masalahnya
  2. Keamanan kurang terjamin
  3. Kepadatan lalulintas cukup tinggi
  4. Banyaknya komputer yang terhubung mempengaruhi kecepatan transfer
  5. Dibutuhkan repeater untuk koneksi jarak jauh sekaligus memperkuat sinyal
Selengkapnya dalam Topologi Linier: Pengertian, Cara Kerja dan Gambar

8. Topologi Jaringan Hybrid


Topologi jaringan Hybrid adalah topologi jaringan yang paling banyak digunakan saat ini karena berbagai kelebihannya. Topologi Hybrid adalah topologi jaringan yang merupakan gabungan dari dua atau lebih topologi jaringan yang ada.

Namun tidak semua gabungan topologi jaringan dapat disebut topologi Hybrid. Hanya topologi jaringan yang berbeda yang dapat disebut topologi Hybrid, sementara gabungan dari dua topologi yaitu topologi Star dan topologi Star tidak bisa disebut topologi Hybrid.

Untuk melihat cara kerja dan ciri-ciri topologi jaringan Hybrid, sebaiknya dilihat berdasarkan contoh skema salah satu topologi Hybrid di bawah ini!

 Gambar Topologi Hybrid
Gambar Topologi Hybrid

Kelebihan Topologi Hybrid

  1. Topologi jaringan Hybrid bersifat fleksibel karena dapat menggabungkan dua atau lebih topologi yang ada tanpa perlu dirombak dari awal
  2. Kecepatan transfer lebih stabil
  3. Masalah pada salah satu node tidak akan mempengerahui node lainnya
  4. Pengembangan dna penambahan node dalam jaringan dapat dilakukan dengan mudah

Kekurangan Topologi Hybrid

  1. Instalasi jaringan dengan topologi Hybrid cenderung membutuhkan biaya yang besar
  2. Instalasi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan setiap media transmisi bekerja
  3. Pengolahan dan manajemen jaringan pada topologi Hybrid lebih rumit
  4. Maintenance jaringan Hybrid cukup mahal

Sampai di sini, kita bisa melihat bahwa setiap topologi jaringan memiliki perbedaan. Bukan hanya itu, perbedaan jenis-jenis topologi jaringan tersebut juga melahirkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa dilihat dari gambar skema topologi jaringan di atas.


Demikianlah artikel tentang 8 Jenis Topologi Jaringan: Gambar, dan Pengertian Topologi Jaringan. Semoga bermanfaat!

  June 13, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close