Skip to main content

Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja

Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja - Tana Toraja menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia dan dunia. Bukan hanya pemandangan alamnya yang menakjubkan tapi Toraja juga terkenal dengan tradisi dan kebudayaannya yang unik.

Keunikan-keunikan suku Toraja tersebut terlihat dari ragam ciri khas adat istiadat, tradisi, bahasa, kesenian, tarian, pakaian adat, dan berbagai hal menarik lainnya termasuk rumah adat Toraja Tongkonan.

Sejarah Suku Toraja


Nenek moyang suku Toraja diperkirakan berasal dari Teluk Tonkin, daerah yang terletak di antara Vietnam Utara dan Cina Selatan.

Sebagain sumber mengatakan bahwa nama Toraja berasal dari bahasa Bugis, yaitu "to riaja" yang memiliki arti "orang yang berdiam di negeri atas". Namun sebagian sumber juga mengatakan bawha kata Toraja berasal dari kata "Tau" atau "To" dan "Raya". Tau berarti orang dan Raya artinya besar. Karena itu, Toraja juga berarti orang bangsawan.

Sejak abad ke-17, Belanda mulai menguasai perdagangan dan politik di Sulawesi melalui VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Namun pesatnya penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan terutama di wilayah suku Makassar dan Bugis membuat Belanda sedikit risau.

Karena itulah, Belanda semakin gencar menyebarkan agama Kristen di Toraja yang saat itu masih menganut sistem kepercayaan animisme. Peran para misioner dari Belanda telah membuat sebagian besar masyarakat Toraja menganut Kristen sampai hari ini.

Pada tahun 1946, Belanda memberikan Tana Toraja status regentschap dan diakui Indonesia sebagai sebuah kabupaten pada tahun 1957.

Kehidupan Sosial Suku Toraja


Suku Toraja terletak di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasi penduduk diperkirakan 1 juta jiwa, dengan 500.000 menetap di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa. Suku Toraja juga tersebar di berbagai pulau dan daerah di Indonesia dan negara lainnya sebagai perantau.

Dari segi agama, suku Toraja sebagian besar menganut agama Kristen Protestan. Sementara agama lainnya seperti Katolik, Islam, dan kepercayaan animisme (Aluk To Dolo) yang termasuk dalam agama Hindu Dharma.

Suku Toraja menganut sistem masyarakat yang memandang status sosial. Ada tiga kelas sosial di Toraja, yaitu kelas bangsawan, orang biasa, dan budak (kaunan). Namun perbudakan dihapuskan oleh Belanda pada tahun 1909.

Lihat juga 8 Makanan Khas Asli Suku Toraja

Bahasa Suku Toraja


Toraja memiliki bahasa daerah Toraja. Ragam bahasa di Toraja dipengaruhi oleh letak geografis setiap daerah di Toraja dan juga melalui transmigrasi ke wilayah-wilayah seperti Luwu.

Ada berbagai jenis bahasa dan dialek Toraja, seperti Kalumpang, Mamasa, Tae', Talondo', Toala', dan Toraja Sa'dan.

Kalau penulis sendiri menggunakan bahasa Toraja Tae' sebagai bahasa sehari-hari yang saat ini menetap di Luwu Utara.

Mata Pencaharian Suku Toraja


Sebelumnya, mata pencaharian masyarakat Toraja umumnya ialah bercocok tanam padi di sawah dengan sistem terasering. Namun masyarakat lebih banyak yang beternak kerbau dan babi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam upacara-upacara kematian.

Selain itu, Toraja juga terkenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia. Kopi Toraja menjadi salah satu ciri khas Toraja selain tradisinya yang unik dan wisatanya yang indah.

Saat ini, ekonomi Toraja berkembang pesat di bidang pariwisata. Beberapa sumber penghasilan bagi masyarakat Toraja seperti bekerja di hotel, restoran, menjadi pemandu wisata, dan menjual cinderamata.

Selain itu, banyak juga masyarakat Toraja yang memilih untuk merantau ke daerah-daerah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, ke kota-kota lain di Sulawesi.

Kesenian: Tarian dan Pakaian Adat Suku Toraja


Tradisi Toraja melahirkan berbagai kesenian, secara khusus dalam upacara kematian terdapat banyak tarian. Masyarakat menari untuk mengekspresikan dukacita dan menghormati serta memberi semangat kepada arwah orang yang meninggal untuk melakukan perjalanan panjang menuju akhirat. Tarian ini dsebut Ma'badong, ritual yang penting dalam upacara pemakanan suku Toraja.

Selain upacara kematian, suku Toraja juga memikliki tarian-tarian musim panen, hari pengucapan syukur, pernikahan, dan berbagai tarian lainnya lengkap dengan pakaian adat suku Toraja.

Pakaian Adat Toraja
Pakaian Adat Toraja - https://asylanur.wordpress.com

Ciri Khas Suku Toraja


Selain terkenal dengan tempat wisata yang menakjubkan, adat Toraja juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan mengunjungi Toraja.

Suku Toraja terkenal dengan ritual pemakaman, rumah adat Tongkonan, tradisi-tradisi unik lainnya. Adat istiadat suku toraja banyak ditemukan dalam upacara-upacara pemakaman. Tradisi suku Toraja terus dilestarikan sampai hari ini.

Beberapa adat Toraja dalam upacara kematian seperti upacara Rambu Solo' dan adat Ma' Nene'. Upacara adat Rambu Solo' adalah adat Toraja yang sangat terkenal.

Rambu Solo' adalah upacara pemakaman di Toraja yang menjadi salah satu ritual termahal yang diadakan oleh suku Toraja. Untuk mengadakan upacara Rambu Solo' dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan persiapan yang bisa sampai bertahun-tahun dan berlangsung berminggu-minggu.

Dalam acara Rambu Solo', juga diadakan tradisi-tradisi unik. Salah satu tradisi yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara adalah tradisi Ma' Pasilaga Tedong atau adu kerbau.

Wisata Tana Toraja


Tidak salah jika Toraja dikatakan sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia dan kedua setelah Bali. Kebudayaan Toraja dan keunikannya juga didukung oleh pemandangan alamnya yang luar biasa.

Toraja yang terletak di pegunungan banyak melahirkan wisata alam alami yang eksotis. Beberapa daerah wisata di Toraja diberi gelar negeri di atas awan. Tak hanya itu, sektor pariwisata Toraja yang terus berkembang didukung oleh infrastruktur modern juga menunjang keindahan wisata alam yang alami.

Kombinasi wisata buatan dan wisata alam ini telah menambah jumlah wisatawan ke Toraja setiap tahunnya. Selain memiliki Patung Yesus di Burake, baru-baru ini Toraja juga melengkapinya dengan jembatan kaca Burake.

Selengkapnya di 15 Tempat Wisata Terbaik di Tana Toraja

Ciri khas dari suatu daerah juga tidak lepas dari rumah adatnya. Seperti daerah lainnya, Toraja juga memiliki rumah adat unik yang bernama rumah Tongkonan.

Gambar rumah adat Toraja (Tongkonan)
Gambar rumah adat Toraja (Tongkonan) - https://alamfay.blogspot.com/

Terlihat jelas bahwa bentuk atap rumah Tongkonan menyerupai tanduk kerbau. Uniknya, rumah adat ini selalu dibangun menghadap ke arah utara yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Selain itu, masih banyak filosofis kehidupan masyarakat Toraja yang dicerminkan oleh rumah Tongkonan.

Itulah seputar Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja yang menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata populer di Sulawesi Selatan dan Indonesia. Semoga bermanfaat!

  June 11, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close