Skip to main content

Topologi Mesh: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya

Topologi Mesh menjadi pembahasan kita selanjutnya setelah kemarin membahas tentang topologi Star dan topologi Bus. Bagaimana model dan desain serta cara kerja topologi Mesh? Semuanya akan dibahas secara sederhana dalam artikel kelebihan dan kekurangan topologi Mesh berikut ini.

Perlu diketahui, bahwa dalam membangun sebuah jaringan komputer LAN (Local Area Network), langkah paling awal adalah menentukan topologi jaringan yang akan digunakan. Bagaimana menentukan topologi jaringan LAN? Jawabannya sederhana, sesuai dengan tujuan dan kebutuhan terhadap jaringan. Untuk topologi Mesh sendiri, juga memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan kelebihannya.


Pengertian Topologi Mesh


Apa itu topologi Mesh? Pengertian topologi Mesh adalah salah satu model jaringan komputer  yang memiliki model rumit dan cenderung boros serta tidak praktis.

Model topologi mesh menyerupai jala, karena itulah, topologi jaringan ini juga disebut sebagai topologi jala.

Dalam topologi Mesh, setiap komputer terhubung secara langsung dengan komputer yang lainnya. Konsep jaringan Mesh ini memang sangat baik dalam proses transfer data karena menjadi lebih cepat.

Hal ini disebabkan karena setiap komputer dapat mengirim data langsung ke node tujuannya tanpa perlu melewati node-node lainnya.

Namun ada kekurangan dalam desain model topologi Mesh, yaitu dianggap terlalu boros karena setiap koneksi antara komputer membutuhkan kabel dan tentu saja perangkat I/O (Input dan Output).

Untuk memahami model topologi Mesh, kamu bisa lihat gambar topologi Mesh di bawah ini!

 Gambar skema topologi Mesh
Gambar skema topologi Mesh

Jangan samakan dengan topologi Star ya. Semua setuju kalau gambar di atas menyerupai bintang tapi itu adalah jenis topologi Mesh. Lihat bahwa semua komputer langsung terhubung satu sama lain yang lebih menyerupai jala.

Ciri-ciri Topologi Mesh


Bagaimana mengenali topologi Mesh dalam suatu jaringan komputer? Berikut ciri-ciri khas jaringan topologi Mesh yang perlu diketahui.
  1. Setiap komputer saling terhubung (dedicated link).
  2. Dalam topologi Mesh, error pada salah satu komputer tidak akan berpengaruh pada komputer lainnya.
  3. Setiap node membutuhkan dua atau lebih port I/O untuk dapat dikoneksikan.

Karakteristik Topologi Mesh


Dari penjelasan di atas, kita sudah bisa mengetahui bahwa topologi Mesh menggunakan konsep jaringan yang cukup rumit dimana setiap node saling terhubung dengan node-node yang lainnya.

Sekedar informasi, topologi Mesh memiliki 2 tipe yang paling umum, yaitu tipe full connected dan tipe partial connected.

Tipe full connected artinya seluruh node dalam jaringan tersebut saling terhubung satu sama lain. Sementara tipe partial connected artinya ada perangkat yang tidak berhubungan.

Bagaimana membangun jaringan topologi Mesh? Jangan asal rancang dan desain model jaringan aja. Baca dulu mengenai kelebihan dan kekurangan topologi Mesh.

But never mind, mari kita bahas ini dulu.

Untuk membangun jaringan komputer menggunakan topologi Mesh, kita bisa menerapkan rumus n(n-1)/2 untuk menghitung koneksi maksimal antar perangkat. Dengan n adalah jumlah perangkat yang akan dikoneksikan.

Sebagai contoh, jika dalam suatu topologi jaringan Mesh terdapat 5 komputer, maka kabel yang digunakan sebanyak 10 koneksi dengan masing-masing komputer harus memiliki port I/O n-1, yaitu 4 jika ingin melakukan full connected.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh


Sebelum kamu rancang bangun sebuah jaringan LAN client kamu, pastikan kamu tahu karakteristik masing-masing topologi jaringan. Termasuk kelebihan dan kekurangannya agar tidak boros sumber daya.

Untuk topologi Mesh sendiri, memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang dijelaskan di bawah ini!

Kelebihan Topologi Mesh

  1. Transfer data lebih cepat dengan koneksi dedicated link yang langsung menuju ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya.
  2. Privacy dan keamanan data dalam topologi jaringan Mesh jauh lebih aman jika dibandingkan dengan topologi Bus karena proses transfer langsung menuju ke node tujuan.
  3. Proses troubleshooting cukup cepat karena masalah dapat dengan mudah dikenali dan diperbaiki.
  4. Jika satu koneksi yang bermasalah, maka komputer lainnya tidak akan mengalami gangguan yang berarti.

Kekurangan Topologi Mesh

  1. Instalasi jaringan komputer menggunakan topologi Mesh cenderung lebih mahal. Hal ini karena setiap komputer yang terkoneksi membutuhkan kabel-kabel dan juga port I/O.
  2. Dibutuhkan ruang yang cukup luas untuk instalasi jaringan komputer topologi Mesh.
  3. Proses instalasi juga cenderung sulit karena harus dikonfigurasi satu per satu.
  4. Proses maintenance topologi Mesh juga butuh biaya yan relatif besar.

Kapan digunakan topologi Mesh?


Topologi Mesh cocok digunakan pada jaringan dengan skala yang tidak terlalu luas dimana setiap komputer harus saling terhubung dengan cepat.

Namun penggunaan topologi Mesh tidak terlalu populer karena instalasi yang mahal dan sulit untuk dimaintenance. Selain itu, topologi Mesh juga dianggap tidak praktis untuk digunakan dalam kebutuhan akan jaringan saat ini.

Dilihat dari kelebihan dan kekurangan topologi Mesh di atas, implementasi jaringan model jala ini biasanya diterapkan pada komputer-komputer utama untuk membentuk jaringan hybrid dimana komputer utama tersebut juga memiliki topologi yang berbeda.

Lihat juga 7 Layer OSI dan Penjelasannya

Itulah beberapa materi tentang topologi Mesh yang meliputi pengertian, ciri-ciri, karakteristik, kelebihan dan kekurangan topologi Mesh. Semoga bermanfaat!
  May 27, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close