Skip to main content

Pengertian Topologi Bus: Ciri-ciri dan Cara Kerja Topologi Bus

Pengertian Topologi Bus: Ciri-ciri dan Cara Kerja Topologi Bus - Istilah topologi jaringan bukan lagi hal yang baru. Bagi administrator jaringan, anak SMA yang belajar TIK, anak SMK TKJ, kuliah TI, SI, pasti sudah sering mendengar tentang jenis-jenis topologi jaringan, tak terkecuali topologi jaringan Bus yang akan kita bahas hari ini.

Meskipun sudah tidak populer digunakan bahkan sudah jarang ditemukan, memahami cara kerja serta kelebihan dan kekurangan topologi Bus tidaklah kalah penting dari pada topologi lainnya seperti topologi Star.


Apa itu Topologi Bus?


Topologi Bus adalah salah satu dari beberapa topologi jaringan, yaitu cara desain suatu sistem jaringan komputer. Sistem topologi jaringan Bus sangat sederhana dan mudah diinstalasi.

Selain itu, biaya perancangan dan pembuatan sistem jaringan komputer yang menggunakan topologi Bus juga relatif lebih kecil. Hal ini salah satunya disebabkan oleh karena topologi Bus dibangun hanya menggunakan satu backbone (kabel utama) sehingga lebih hemat kabel.

Untuk lebih jelasnya, berikut gambar topologi bus dan skema jaringannya.

 Gambar Topologi Bus
Gambar Topologi Bus

Dari gambar topologi Bus di atas, sangat jelas bagaimana alurnya dan posisi komputer dalam model jaringan ini. Terlihat bahwa ketika jalur utamanya terputus, maka secara otomatis komputer-komputer yang berada dalam jalur yang sama akan terkena dampaknya.

Ciri-ciri Topologi Bus


Bagaimana administrator dan para maintenance jaringan bisa tahu suatu sistem topologi jaringan yang digunakan pada sebuah gedung? Tentu mereka tahu, bahkan tanpa melihat bangunan pun, seorang yang sudah terbiasa instal jaringan komputer dan membuat workstation pasti sudah bisa merancang dan menerka topologi yang sebaiknya digunakan.

Karena itulah, ketika mereka melihat instalasi jaringan pada suatu gedung, mereka langsung bisa mengetahui bahwa ini menggunakan topologi bus, star, ring atau lainnya.

Ciri-ciri topologi Bus sendiri cukup mudah dikenali. Rangkaian kabel dibuat secara seri dan semua komputer yang tergabung dalam topologi jaringan Bus terhubung dengan kabel koaksial tunggal.

Topologi Bus menggunakan konektor T dan BNC di mana disetiap ujungnya terdapat terminator.

Cara Kerja Topologi Bus


Topologi Bus memiliki server sebagai pusat yang untuk dapat terhubung ke berbagai komputer client hanya membutuhkan satu kabel Coaxial sebagai media transmisi. Kabel tunggal tersebut adalah backbone atau kabel utama.

Topologi Bus menggunakan koneketor T dan BNC dan tak lupa terminator di setiap ujung kabel yang berfungsi untuk mencegah terjadinya tabarakan.

Salah satu ciri khas topologi Bus adalah ketika pusat atau server bermasalah atau pun kabel utamanya bermasalah, maka akan melumpuhkan jaringan ini.

Lihat juga Cara install windows 7 dengan DVD tanpa kehilangan data

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus


Apa saja kelebihan dan kekurangan topologi Bus? Berikut penjelasan singkatnya.

Kelebihan Topologi Bus


Beberapa kelebihan topologi jaringan Bus adalah sebagai berikut.
  1. Hemat biaya karena tidak membutuhkan banyak kabel.
  2. Karena modelnya yang sederhana, topologi Bus lebih mudah diinstalasi.
  3. Tidak membutuhkan hardware aktif seperti Hub dan Switch.

Kekurangan Topologi Bus


Topologi Bus memiliki banyak kelemahan sehingga sudah jarang digunakan. Kelemahan-kelemahan tersebut seperti:
  1. Sulit untuk mendeteksi gangguan dan cukup sulit untuk maintenance terlebih ketika terjadi troubleshooting. Karena itulah, dibutuhkan tenaga ahli yang cukup untuk mengatasi masalah-masalah pada topologi jaringan Bus.
  2. Jika sumber utama bermasalah maka akan berakibat pada lumpuhnya jaringan.
  3. Sering terjadi antrian karena data dikirim melewati komputer-komputer lainnya. Semakin tinggi lalulintas maka semakin mempengaruhi kecepatan transfer data.
  4. Dibutuhkan  repeater untuk mengkomunikasikan komputer yang jaraknya jauh.

Kapan Topologi Bus digunakan?


Topologi jaringan adalah kerangka dasar model jaringan yang akan dibangun. Dengan topologi jaringan, kita lebih mudah mendesain sistem dan juga memilih desain bentuk jaringan yang akan dibuat. Tujuannya, untuk mencari model jaringan yang paling terbaik yang sebaiknya digunakan dan cocok dengan fungsi yang akan diterapkan pada jaringan tersebut nantinya.

Karena itulah, kita bebas memilih topologi jaringan yang akan dikembangkan pada suatu wilayah, terlebih LAN (Local Area Network) yang relatif lebih sempit.

Instalasi topologi Bus cukup sederhana. Namun bukan kesederhanaan atau kemudahan instalasi yang menentukan suatu gedung atau perkantoran yang menentukan penggunaan topologi jaringan.

Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk membangun sebuah jaringan komputer. Contohnya dari segi biaya, efisiensi dan pengguna. Pertanyaannya, topologi Bus digunakan dimana? Jawabannya di bus. Just kidding!

Topologi Bus cocok digunakan dalam skala kecil dan tidak membutuhkan banyak lalulintas. Topologi Bus dibangun dengan maksimal 5 sampai 17 komputer yang terhubung. Jika membangun jaringan dengan topologi Bus dengan pengguna atau komputer client yang banyak maka bisa berakibat pada menurunnya kecepatan.

Sekali lagi, penggunaan topologi Bus sudah jarang sekali. Hal ini karena topologi Bus lebih rentan mengalami masalah yang berakibat pada terganggungnya fungsi jaringan secara global.

Jika sudah bermasalah, maka akan butuh waktu dan biaya untuk melakukan troubleshooting. Parahnya lagi, topologi Bus lebih sulit untuk dideteksi letak gangguannya dalam suatu jaringan.

Lihat juga Pengertian Topologi Star, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bintang

Itulah materi seputar pengertian topologi Bus, kelebihan dan kekurangan serta ciri-ciri dan cara kerja topologi Bus. Semoga bermanfaat!

  May 26, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close