Skip to main content

Ringkasan Novel Sang Pemimpi Per Bab Karya Andrea Hirata

Ringkasan Novel Sang Pemimpi Per Bab Karya Andrea Hirata - Seperti yang saya ungkapkan dalam tulisan sebelumnya tentang sinopsis novel Sang Pemimpi kalau saya akan berbagi ringkasan novel Sang Pemimpi per babnya jika ada kesempatan.

Ringkasan Novel Sang Pemimpi Per Bab Karya Andrea Hirata
Ringkasan Novel Sang Pemimpi Per Bab Karya Andrea Hirata

Kali ini ada waktu luang untuk menulis setiap penggalan penting dalam novel Sang Pemimpi untuk pembaca setia karya Andrea Hirata. Di dalam setiap bab novel Sang Pemimpi, tersirat kata-kata sang pemimpi yang penting untuk disimak baik-baik.

Bagaimana jalan cerita novel Sang Pemimpi per bab? Mari kita lihat novel Sang Pemimpi Full Bab!

Mozaik 1
What a Wonderful World


Cerita dimulai dari kisah menegangkan bagaimana Ikal, Arai dan Jimbron terperangkap dalam suasana menegangkan dikejar-kejar oleh Pak Mustar, wakil kepala sekolah SMA Negeri Bukan Main.

Pak Mustar adalah seorang guru yang sangat tegas dan keras dalam mendidik. Hal ini disebabkan oleh anaknya yang tidak memenuhi syarat untuk masuk ke SMA Bukan Main karena NEM-nya di bawah standar.

Sejak itu, Pak Mustar menjadi guru yang menyeramkan, terutama bagi mereka yang suka melanggar aturan.

Mozaik 2
Simpai Keramat 


"Simpai Keramat" adalah istilah untuk Arai karena hanya dia yang tinggal hidup di antara keluarganya. Saat itu, ia hanya tinggal bersama ayahnya. Namun ayahnya juga meninggal.

Jadi Ikal dan ayah Ikal menjemput Arai dari rumahnya untuk tinggal bersama. Siapa sangka anak kecil itu berubah menjadi seorang pemimpi sejati.

Mozaik 3
The Lone Ranger


Pada bab 3 novel Sang Pemimpi, di sinilah Ikal menggambarkan peran Arai dalam hidupnya. Ia seperti abang bagi Ikal yang selalu siap mendukung dan membantu Ikal.

Mozaik 4
Biola Nurmi


Selanjutnya, bab 4 berjudul Biola Nurmi. Pada bab ini, Mak Cik Maryamah, tetangga Ikal datang dengan anak-anaknya untuk meminta beras.

Sebagai gantinya, Mak Cik Maryamah menyerahkan biola Nurmi kepada ibu Ikal. Namun ibu Ikal menolak pembayaran tersebut dan memberikan beras secara gratis untuk Mak Cih Maryamah.

Tersentuh dengan kehidupan Mak Cik Maryamah, Arai mengajak Ikal untuk memecahkan celengannya. Tak tahu apa yang akan diperbuat Arai, Ikal bertengkar dengan gaya lucu di toko A siong sampai mengakibatkan hujan salju di toko tersebut.

Akhirnya, Ikal menyadari kalau tujuan pemecahan celengan tersebut untuk membantu Mak Cik Maryamah membuat kue untuk dijual.

Mozaik 5
Tuhan Tau, tapi menunggu


Bab 5 Novel Sang Pemimpi diawali cerita tentang dokter sakit gigi tradisional yang hebat dalam menyembuhkan gigi sakit. Setelah itu dilanjutkan tentang Jimbron.

Pada bagian akhir, tindakan tak terpuji Arai dalam membalas perlakuan Taikong. Namun siapa yang menduga kalau perbuatan tersebut mendapat balasan belasan tahun kemudian.

Mozaik 6
Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum


Di sinilah diceritakan bagaimana kerja keras Ikal, Arai dan Jimbron sebagai kuli ngambat untuk membiaya pendidikan di SMA Negeri Bukan Main. Selain semangat pendidikan dan meraih mimpi-mimpi pada bab ini juga secara khusus menceritakan tentang usaha Jimbron yang ingin membuat Laksmi tersenyum. Siapa Laksmi? Baca bab 6 novel Sang Pemimpi.

Mozaik 7
Afganistan


Hanya satu halaman pada bab 7 Novel Sang Pemimpi. Di sini cukup menarik di mana Ikal lagi-lagi mengungkapkan bahwa perbuatan Arai melantunkan amin secara kurang ajar untuk membalas Taikong Hamim suatu hari nanti akan menjadi kutukan.

Baca juga Sinopsis Novel 5 cm Per Bab

Mozaik 8
Baju Safari Ayahku


Pada bab 8 Novel Sang Pemimpi diceritakan bagaimana ayah Ikal memberlakukan perlakuan istimewa terhadap Ikal dan Arai. Ketika penerimaan lapor tiba, ayah Ikal selalu datang dengan setelan terbaiknya, baju safari yang khusus dipersiapkan untuk hari itu.

Ayah Ikal adalah orang dengan tipikal pendiam dan sangat ramah. Ketika memberikan lapor kepada Ikal dan Arai, sorotan mata dan senyumnya jelas menggambarkan kepercayaan kepada kedua pahlawannya itu.

Baca juga Review Novel Dilan 1991 Karya Pidi Baiq

Mozaik 9
Bioskop


Di bab 9 novel Sang Pemimpi ini, dimulai dari kisah anak-anak Melayu yang masih sekolah yang tidak diizinkan untuk menonton bioskop. Suatu hari, sebuah film dengan wanita dan anjing pudel menarik perhatian ketiga sahabat ini.

Penyamaran mereka sukses dan berhasil masuk ke bioskop. Namun di penghujung film, ketiganya tertangkap basah oleh Pak Mustar yang tidak mendapati mereka di kontrakan. Akibatnya, ancaman mengerikan di hari Senin menanti mereka.

Mozaik 10
Action!


Sejak awal, Ikal tidak percaya kalau hukuman yang mereka terima hanya membersihkan WC. Ia menyadari kalau Pak Mustar sudah menanti-nanti saat yang tepat untuk membalas setiap kenakalan mereka.

Dan terjadilah adegan memalukan ketika ketiganya mendapat hukuman berakting sesuai dengan jalan cerita di film tersebut. Ikal menjadi wanita, Arai menjadi anjing pudel, dan Jimbron menjadi majikan pria.

Mozaik 11
Spiderman


Masih bagian dari hukuman karena menonton di bioskop. Ikal yang tidak lagi tahan cerita Jimbron yang terobsesi dengan kuda membuat Ikal lepas kendali dan memarahi Jimbron.

Jimbron yang kaget tidak bisa berkata-kata karena selama ini Ikal tidak pernah bereaksi sekeras itu. Melihat akibat tersebut, Ikal merasa telah melakukan kesalahan. Akhirnya Ikal mengajak Jimbron untuk minum teh di kantin sekolah dan menasehati bahwa banyak hal penting yang lebih berharga dari pada kuda.

Mozaik 12
Sungai Lenggang


Pada bab 12 novel Sang Pemimpi, untuk pertama kalinya Ikal berhenti berlari mengejar mimpi-mimpinya. Ikal pesimis terhadap mimpi-mimpinya yang seakan terlalu sukar untuk diwujudkan.

Hal ini berakibat pada terdepaknya Ikal dari garda terdepan SMA Negeri Bukan Main. Kisah sedih terjadi ketika Arai mengungkapkan kepada Ikal bahwa ia telah melukai hati ayahnya. Kutipan novel Sang Pemimpi "Kita orang yang tidak memiliki apa-apa. Tanpa mimpi kita akan mati."

Lihat juga Sinopsis novel Negeri 5 Menara

Mozaik 13
Pangeran Mustika Raja Brana


Mendengar kabar tentang kuda yang akan dipesan oleh Capi dari Australia, Ikal langsung memberitahukan kepada Jimbron. Selama ini kuda adalah makhluk asing bagi masyarakat Melayu.

Tak heran jika informasi tersebut menjadi hangat dan perbincangan serius di kalangan masyarakat.

Pada bab 13 ini juga diceritakan bagaimana berjuangan Arai dan kejutan tak terduganya untuk Jimbron. Jimbron yang tidak bersemangat karena tidak dapat melihat kuda dikagetkan dengan Arai yang menunggangi kuda putih bernama Pangeran Mustika Raja Brana.

Selama ini Arai bekerja untuk Capo hanya agar diizinkan untuk membawa kuda tersebut ke Jimbron. Jimbron yang senang langsung memamerkan aksinya dan keahliannya dan pengatahuannya tentang kuda.

Dengan cepat ia bisa mengendalikan kuda yang berujung pada hal tak terduga berikutnya. Laksmi yang selama ini murung kembali memancarkan senyumnya melihat Jimbron bersama dengan Pangeran Mustika Raja Brana.

Mozaik 14
When I Fall in Love


Pada bab 14 novel Sang Pemimpi, saat itulah Ikal dan Jimbron membalas kebaikan Arai selama ini. Ikal yang sejak awal mengetahui perasaan sahabatnya itu melakukan sesuatu.

Arai memang menyukai Zakiah Nurmala. Namun Nurmala tidak peduli sehingga kisah cinta ini dalam bab ini dan bab selanjutnya menjadi salah satu kisah cinta yang menyedihkan.

Berguru pada Bang Zaitun selama berbulan-bulan, Arai belum mampu meluluhkan hati gadis pujaannya tersebut. Oh ya, sekedar informasi aja, Bang Zaitun adalah ahli dalam bidang asmara. Dia memiliki 4 orang istri.

Mozaik 15
Ekstrapolasi Kurva yang Menanjak


Ikal menyadari betul kalau uang tabungan mereka tidak akan mampu membawa mereka lebih jauh untuk mewujudkan cita-cita yang terlampau tinggi. Namun bagi pemimpi seperti mereka, tidak ada hal yang mustahil. Namun semangat membara untuk menyesaikan pendidikan dan mewujudkan mimpi tidak akan berhenti begitu saja.

Masa-masa di SMA Negeri Bukan Main akhirnya selesai. Ikal dan Arai melesat ke garda terdepan dan Nurmala masih tetap top di posisi nomor 1.

Mozaik 16
Ciputat


Setelah selesai SMA, Arai dan Ikal memutuskan untuk merantau ke Jawa untuk membuka peluang melanjutkan kuliah. Untuk pertama kalinya, Ikal dan Arai meninggalkan Belitong dan pergi jauh untuk mewujudkan mimpi.

Tujuan utama hanya Jakarta tanpa tahu siapa yang akan dikunjungi. Petunjuk ke Ciputat membawa mereka ke Bogor karena tertidur.

Mozaik 17
Wewenang Ilmiah


Pada bagian awal ini, Ikal menceritakan kisahnya menjadi tukang sortir POS yang adalah lonjakan karier terbaiknya dalam dunia pekerjaan.

Setelah cerita tersebut, Ikal dipertemukan dengan Nurmala. Ternyata Nurmala juga menanyakan kabar tentang Arai.

Setelah bertahun tidak memiliki kabar, akhirnya Arai dan Ikal dipertemukan kembali dalam perebutan beasiswa ke Eropa. Selama ini Arai yang sengaja menyembunyikan alamatnya ternyata merantau ke Kalimantan dan kuliah di Universitas Mulawarman.

Setelah bertahun-tahun merantau, untuk perama kalinya, Arai dan Ikal kembali ke Belitong dan menjawab tantangan guru-gurunya.

Lihat juga Kutipan kata-kata bijak novel Sang Pemimpi

Mozaik
18 Episiklus


Kembali ke Belitong Ikal dan Arai bertemu kembali dengan Jimbron. Saat itu, Jimbron sudah memiliki anak bersama dengan Laksmi dan tinggal di los kontrakan mereka dulu. Jimbron masih bekerja di peternakan Capo.

Secara mengejutkan, Ikal kembali ke masa lalunya mengingat A Ling, penjaga toko Sinar Harapan ketika mereka masih sekolah di SD Muhammadiyah bersama dengan anggota Laskar Pelangi lainnya.

Tidak sabar rasanya ingin membaca buku Laskar Pelangi yang ketiga yang berjudul Edensor.

Pada penghujung bab ini, jelas digambarkan bahwa kisah selanjutnya adalah kisah sang pemimpi yang telah lulus dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Eropa. Ya, Ikal dan Arai diterima di universitas yang sama.

TAMAT

Sampai di sinilah sinopsis novel Sang Pemimpi per bab. Silahkan baca sendiri karena novel ini lebih singkat dari buku yang pertama yang berjudul Laskar Pelangi.

Lihat juga Sinopsis Novel Laskar Pelangi Per Bab 1-34

Demikianlah ringkasan novel Sang Pemimpi per bab karya Andrea Hirata. Semoga bermanfaat!
  May 09, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close