Skip to main content

Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital + Kelebihan dan Kekurangan

Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital - Di era kemajuan teknologi saat ini, kita lebih sering bersentuhan dengan sistem digital. Seolah-olah sistem analog akan berakhir. Ya, itu benar karena semakin banyak teknologi yang didesain menggunakan sistem digital yang lebih baik dibandingkan dengan sistem analog.

Tapi apa sih itu sinyal digital dan sinyal analog serta perbedaan sinyal-sinyal ini? Tepat sekali, hari ini kita akab belajar sedikit tentang perbedaan sinyal analog dan sinyal digital serta kelemahan dan kelemahan kedua sinyal.


Pengertian Sistem


Karena kita akan memulai materi tentang sistem analog dan sistem digital yang masing-masing memiliki kata sistem, maka kita harus tahu dulu apa itu pengertian sistem.

Menurut L. Ackof, sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang
terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Sederhananya, sistem adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan.

Setelah tahu apa itu sistem, kita akan tahu apa itu sistem analog dan sistem digital.

 Perbedaan sinyal analog dan sinyal digital
Perbedaan sinyal analog dan sinyal digital

Untuk permulaan, kita bisa melihat contoh sistem analog pada jam analog (jam dinding) dan jam digital. Dari segi antarmuka, sistem analog biasanya disebut orang juga sebagai model lama dengan cara kerja konvensional manual sedangkan sistem digital lebih modern bersifat otomatis.

Pengertian Sinyal Analog


Sinyal analog adalah adalah sinyal yang mempunyai nilai kontinyu dalam rentang waktu tertentu. Teknologi analog mengirim sinyal dalam bentuk gelombang yang cocok untuk lalulintas data rendah.

Parameter yang penting dalam sinyal analog adalah amplitudo dan frekuensi. Apa itu amplitudo dan frekuensi? Amplitudo ukuran tinggi rendahnya sinyal sedangkan frekuensi adalah jumlah gelombang.

Isyarat sinyal analog dinyatakan dalam gelombang sinus. Untuk mengukur sinyal analog, kit menggunakan satuan detik dengan kecepatan gelombang analog dinyatakan dalam Hertz (Hz).

Contoh gelombang sinyal analog misalnya dalam 1 detik gelombang dikirimkan sebanyak 5, maka disebut 5 Hz.

Sepanjang jalur sistem analog, terdapat amplifier yang berguna untuk penguatan (gain), entah itu untuk sinyal pesan maupun untuk noise tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi yang dilalui.

Contoh sinyal analog adalah

  1. Sinyal video pada televisi konvensional
  2. Sinyal suara pada radio
  3. Sinyal gambar pada kamera konvensional
 Contoh sinyal analog
Contoh sinyal analog

Pengertian Sinyal digital


Sinyal digital adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang memiliki besaran 1 dan 0 yang bisa mengalami perubahan secara tiba-tiba. Sinyal digital bekerja seperti rentetan pulsa-pulsa yang terdiri atas dua level tegangan diskret.

Satu level tinggi dan satu level rendah atau dikenal sebagai nilai biner 1 atau 0. Lebih mudahnya, sistem digital bisa ditemukan pada saklar lampu on (1) dan off (0).

Karena itulah, sinyal digital juga dikenal dengan sinyal yang didasarkan pada ada tidaknya hubungan (terputus-putus). Sistem digital banyak ditemukan dalam peralatan elektronika digital.

Sinyal digital menyatakan informasi berupa alfabet, numeris atau simbol-simbol data lainnya.

Kelebihan sistem digital

  1. Proses pengiriman informasi lebih mudah, cepat dan akurat.
  2. Lebih murah.
  3. Lebih tahan terhadap noise.
  4. Informasi mudah dibaca, mudah digunakan dan dimodifikasi.
  5. Tidak tergantung pada jarak.
Kekurangan sistem digital adalah membutuhkan bandwidth yang besar.

Contoh penggunaan sinyal digital bisa ditemukan pada berbagai bidang saat ini seperti:

  1. Aplikasi pengolah suara kanal telpon
  2. Pemrosesan citra
  3. Digunakan dalam eksplorasi minyak
  4. Untuk mendeteksi ledakan nuklir
  5. Bidang seismologi dan geofisika
Lihat juga 7 Layer OSI dan penjelasannya

Perbedaan Sistem Analog dan Sistem Digital


Sistem analog menggunakan amplifier sedangkan pada sistem digital, amplifier digantikan regenerative repeater.

Repeater memiliki fungsi untuk menguatan sinyal dan juga membersihkan sinyal dari noise atau gangguan.

Gelombang analog disebut baud, yaitu sinyal atau gelombang listrik analog. Satu gelombang analog sama saja dengan satu baud. Sedangkan pada sinyal digital disebut bit.

Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital + Kelebihan dan Kekurangan
Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital + Kelebihan dan Kekurangan

Untuk lebih detailnya, berikut perbedaan sistem analog dan sistem digital.

Sistem analog

  1. Bersifat kontinyu
  2. Cocok untuk komunikasi lalulintas rendah
  3. Kemungkinan error cukup besar
  4. Perbaikan error sulit
  5. Mudah terkena noise
  6. Akurasi tidak masksimal jika dibandingkan Sistem digital
  7. Kapasitas informasi sedikit
  8. Sukar dilakukan modifikasi
  9. Menggunakan konsep frekuensi
  10. Boros bandwidth

Sinyal digital

  1. Bersifat diskret (terputus-putus)
  2. Cocok untuk komunikasi data lalulintas tinggi
  3. Resiko terjadinya error kecil
  4. Mudah dalam mengatasi error
  5. Lebih tahan terhadap noise
  6. Ketepatan dan akurasi tinggi
  7. Kapasistas memori lebih besar
  8. Mudah dalam mendesain dan modifikasi informasi
  9. Mudah digunakan dan informasi mudah dibaca
  10. Menggunakan konsep biner atau bit
  11. Lebih hemat bandwidth
Lihat juga Pengertian media transmisi dan jenis-jenis transmisi

Itulah sedikit tentang materi perbedaan sinyal analog dan sinyal digital serta kelebihan dan kekurangannya. Lebih lengkap tentang sinyal analog dan sinyal digital, dapat kamu lihat di elektronika digital. Semoga bermanfaat!
  May 26, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close