Skip to main content

Pengertian Topologi Star, Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Apa itu topologi star (bintang)? Bagaimana karakteristik, kelebihan dan kekurangan topologi jaringan star, semuanya akan dibahas dalam satu artikel jaringan komputer pada hari ini: Topologi Star.

Banyak dari kita yang tahu model-model sistem jaringan, seperti topologi bus, topologi star, topologi ring, topologi mesh, tree, peer to peer, dan juga topologi bus. Tapi mungkin belum paham inti dari model dan karakteristik setiap topologi tersebut dan kapan harus digunakan.


Kemarin kita telah membahas tentang topologi bus. Lihat dalam Pengertian, ciri-ciri dan cara kerja topologi bus. Sebagai kisah lanjutannya, hari ini kita bahas topologi star.

Pengertian Topologi Star


Topologi star adalah salah satu topologi jaringan komputer yang paling populer saat ini. Pengertian topologi sendiri adalah sebuah model jaringan tentang cara membangun sebuah jaringan untuk menghubungkan server dan komputer client.

Topologi star (star network), sesuai dengan namanya memang memiliki model yang menyerupai bintang. Pada jaringan star, setiap node terhubung ke node tengah sehingga memiliki sistem kendali terpusat.

Setiap komputer host, terhubung langsung ke central node melalui perangkat pusat Hub atau Switch yang berfungsi untuk menerima sinyal dari komputer pengirim dan meneruskannya ke komputer tujuan.

Pada umumnya, media transmisi topologi jaringan star adalah kabel UTP (Unshielded Twisted Pari) dan konektor RJ45. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan media transmisi lainnya seperti coaxial cable atau pun fiber optic.

Cara Kerja Topologi Star


Mengapa topologi star populer saat ini? Karena topologi star memiliki banyak kelebihan, terlebih jika dibandingkan dengan topologi bus pada pembahasan sebelumnya.

Pada topologi star, setiap komputer dalam workstation memiliki hubungan secara langsung dengan server pusat melalui Hub atau Switch.

Dalam pengiriman data ke komputer dalam workstation yang sama, topologi star bekerja dengan alur dari komputer client menuju ke server yang kemudian diteruskan ke tujuan pengiriman.

Pengertian topologi star dan karakteristiknya dan alurnya, lebih mudah dipahami dengan melihat gambar topologi star di bawah ini!

 Gambar topologi star
Gambar topologi star

Dari gambar topologi star di atas, semua workstation terhubung ke perangkat sentral dengan koneksi point-to-point menggunakan Hub. Pada setiap komputer, secara tidak langsung terhubung ke setiap node lain dengan bantuan Hub. Dalam hal ini, Hub bisa bertindak sebagai penguat sinyal juga bisa bertindak sebagai repeater.

Karakteristik Topologi Star


Ciri-ciri topologi star dapat dilihat dari karateristiknya, yaitu

  1. Mudah diinstalasi karena node-node yang ada langsung terhubung ke node utama.
  2. Jika yang bermasalah hanya pada satu node, maka tidak akan mengganggu node yang lain.
  3. Menggunakan kabel lower jenis UTP karena hanya melayani satu lalulintas node.
  4. Topologi star masih sanggup menghandle jaringan komputer dalam satu ruangan yang teridiri dari 30 sampai 50-an komputer

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star


Kelebihan Topologi Star

  1. Mendapatkan bandwidth yang lebih maksimal karena langsung terhubung ke server.
  2. Ketika terjadi masalah dalam jaringan, mudah dilakukan troubleshooting. Artinya, hanya node yang bermasalah yang perlu penanganan dan tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.
  3. Kontrol terpusat dan mudah dilakukan penambahan komputer client tanpa mengganggu kerja jaringan.
  4. Memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi.
  5. Paling fleksibel dan mudah dikembangkan.
  6. Lebih tahan terhadap lalulintas jaringan yang sibuk dan kecepatan jaringan sama besar pada setiap komputer client.

Kekurangan Topologi Star

  1. Untuk merancang sebuah jaringan star dan melakukan instalasi, memang cukup sulit.
  2. Membangun jaringan topologi star cukup mahal karena setiap komputer memiliki kabel tersendiri.
  3. Perangkat Hub mudah sensitif sehingga ketika terdapat masalah atau lalulintas data padat maka akan memperlambat komunikasi dan bisa saja sistem jaringan menjadi down.
  4. Jaringan tergantung pada terminal pusat.

Kesimpulan Topologi Star


Fungsi topologi star sama saja dengan topologi jaringan lainnya, yaitu untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya. Pastinya dengan karakteristik dan cara kerja yang berbeda.

Kapan topologi star digunakan?

Pertanyaan ini telah terjawab pada kelebihan dan kekurangan jaringan star di atas. Umumnya, jaringan star digunakan untuk rumahan dan kantor. Jika dilihat dari tujuannya, penggunaan topologi star juga diperuntukkan untuk jaringan jangka panjang. Selain mudah untuk dilakukan penambahan, dan pengurangan workstation, juga mudah dimaintenance.

Topologi star dibangun secara fleksibel dan bisa dilakukan penambahan client tanpa mengganggu kerja jaringan. Untuk membangun topologi jaringan star, komponen-komponen yang harus dimiliki adalah komputer, Hub/Switch, kabel UTP dan pasangannya tentu saja konektor RJ45.

Dalam topologi star, Hub/Switch memegang peranan utama. Karena itu, performa Hub/Switch harus yang terbaik agar tidak mengganggu proses pengiriman data. Jika Hub/Switch bermasalah maka jaringan akan down.

Dari sini kita sudah tahu apa saja keuntungan topologi star. Jika dibandingkan dengan topologi bus, penggunaan topologi star jauh lebih efektif dan efisien saat ini. Tapi kita harus membahas topologi-topologi jaringan lainnya seperti topologi ring, mesh dan lain-lain.

Lihat juga Metode komunikasi data simplex, half duplex dan full duplex

Demikianlah pengertian topologi star, kelebihan dan kekurangan topologi star. Semoga bermanfaat!
  May 27, 2019
Semoga Sukses: 1 Kalimat Terbaik dari Anda Adalah Motivasi Bagi Saya!
Bagaimana Pendapat Anda?
Terima Kasih!
close