Skip to main content

Pengertian Media Transmisi dan Jenis-jenis Media Transmisi

Transmisi Data - Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi. Media bisa diartikan sebagai sarana atau alat sementara transmisi diartikan sebagai pengiriman atau penyebaran.

Pengertian Media Transmisi dan Jenis-jenis Media Transmisi
Pengertian Media Transmisi dan Jenis-jenis Media Transmisi

Hari ini kita akan membahas secara singkat dan padat tentang pengertian media transmisi dan jenis-jenis media transmisi dalam komunikasi data. Di sini kamu juga akan tahu apa perbedaan dari media transmisi terpandu dan media transmisi tidak terpandu. Check it out!


Pengertian Media Transmisi


Apa itu media transmisi?

Media transmisi adalah salah satu komponen dalam komunikasi data yang memiliki peranan dalam menjembatani antara pengirim data dan penerima informasi.

Media transmisi adalah alat yang menjadi jalur komunikasi antara dua perangkat yang berkomunikasi. Namun sebelum memasuki media transmisi, informasi akan diubah terlebih dahulu oleh transmitter menjadi kode atau isyarat sinyal analog yang kemudian akan diterima oleh perangkat receiver.

Baik tidaknya suatu media transmisi ditentukan oleh kemampuannya  dalam menjembatani data yang dikirim. Ukuran baik tersebut umumnya dilihat dari kecepatan transmisi dan biaya yang digunakan untuk mengirimkan data.

Faktor-faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh Bandwidth, Noise, radiation, dan Attenuation. Dan setiap jenis-jenis transmisi data memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing serta tujuan penggunaannya.

Jenis-jenis Media Transmisi


Secara umum, media transmisi dalam komunikasi data dibagi atas 2 jenis, yaitu media transmisi terpandu dan media transmisi tidak terpandu.

1. Media transmisi terpandu (Wired)


Media transmisi terpandu atau biasa juga disebut media transmisi yang dituntun (Guided Transmision Medium) adalah media komunikasi yang memiliki bentuk fisik sebagai penghubungnya.

Jenis-jenis media transmisi terpandu:

  1. Kabel berpilin (Twisted Pair Cable)

  2. Twisted pair cable adalah kabel yang berbahan dasar tembaga yang dipilin yang dibentuk spiral kemudian dibungkus plastik. Media transmisi ini biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan perangkat dalam satu gedung yang jaraknya tidak lebih dari 100 meter. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menambah jarak jangkau dengan menggunakan repeater. 

    Contohnya dalam pembangunan instalasi jaringan komputer di sekolah dan lain-lain yang menggunakan twisted cable.

     Kabel UTP
    Kabel UTP

    Twisted pair cable memilki 2 jenis kabel yang paling umum, yaitu kabel UTP (Unshielded twisted pair) yang banyak digunakan dalam jaringan komputer dan kabel STP (Shielded twisted pair) yang banyak digunakan pada instalasi jaringan komputer.

  3. Kabel koaksial (Coaxial Cable)

  4.  Kabel koaksial
    Kabel koaksial

    Kabel koaksial biasanya digunakan untuk mentransmisikan sinyal dengan frekuensi yang tinggi mulai dari 300 kHz. Kabel koaksial termasuk copper media, yaitu media transmisi melalui kabel yang terbuat dari tembaga. 

    Kabel koaksial sendiri terdiri dari dua buah konduktor yang terpisah oleh isolator. Beberapa kelebihan kabel koaksial adalah bisa ditanam di dalam tanah, biaya perawatan lebih murah dan juga resiko terjadinya interferensi cukup kecil. 

    Namun kekurangan dari kabel koaksial yang juga tidak bisa dibantah adalah memiliki redaman yang relatif besar sehingga membutuhkan repeater-repeater untuk mengkomunikasikan data jarak jauh. Selain itu, gangguang-gangguan fisik juga bisa berakibat fatal terputusnya hubungan.

  5. Serat optik (Fiber Optic Cable).

  6. serat optik
    Serat optik

    Kabel serat optik adalah media transmisi yang terbuat dari plastik halus atau kaca yang digunakan dalam mentransmisikan cahaya. 

    Kabel serat optik sangat tipis namun memiliki kapasitas transmisi yang lebih besar. Kelebihan dari jenis media transmisi tidak terpandu serat optik adalah lebih murah dan tidak butuh banyak daya. Dan pastinya, transmisi juga relatif lebih cepat. 

    Hanya saja, kekurangan dari serat optik juga adalah harganya cukup mahal untuk membuatnya dan konversi data lebih rumit sehingga dibutuhkan tenaga ahli untuk itu. Kabel fiber optic sendiri terbagi atas 3 jenis, yaitu single mode (fiber glass tunggal), multi model dan plastic optical fiber.

2. Media transmisi tidak terpandu (wireless)


Media transmisi tidak terpandu (Unguided Transmission Medium) adalah media transmisi yang menggunakan gelombang. Media transmisi tidak terpandu juga dikenal dengan sebutan wireless.

Sesuai dengan namanya, media transmisi tidak terpandu tidak dituntun oleh media fisik seperti pada media transmisi terpandu.

Jenis-jenis media transmisi tidak terpandu:

  1. Gelombang radio

  2. Media transmisi tidak terpandu yang pertama adalah media yang menggunakan frekuensi gelombang elektromagnetik sebagai media transmisinya.

  3. Gelomboang mikro (microwave)

  4. Gelombang mikro umumnya digunakan pada jaringan skala kecil seperti warnet dan ISP yang bekerja dengan frekuensi tinggi. Kelebihan dari gelombang mikro adalah biaya lebih murah dan dapat membawa data dalam kapasitas yang lebih besar. Namun kelemahan dari gelombang mikro adalah mudah rentan terhadap cuaca.

  5. Infra merah

  6. Infra merah atau yang dikenal juga dengan istilah infrared ini digunakan dalam komunikasi jarak pendek. Contohnya remote tv.

    Media transmisi infrared memiliki beberapa keuntungan seperti lebih murah dan mudah digunakan. Namun kelemahannya adalah jarak komunikasi terbatas dan tidak bisa terhubung benda padat seperti tembok. Juga tidak berfungsi di luar ruangan dengan baik terlebih ketika mendapat sinar matahari.

  7. Satelit

  8. Pada umumnya, satelit mengorbit pada ketinggian 36.000 km dari permukaan bumi dan memancarkan sinyal dari satu stasiun ke stasiun bumi lainnya.

    Kelebihan dari media transmisi yang menggunakan satelit adalah jauh lebih murah dan bisa menjangkau belahan-belahan bumi. Tidak bisa dibayangkan berapa banyak repeater yang harus digunakan jika kita menggunakan kabel untuk mentransmisikan data dari seluruh dunia.

    Namun kelemahan media transmisi satelit adalah masih terbatasnya teknologi penggunaan satelit dan juga biayanya jauh lebih mahal.
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:
  1. Jenis alat elektronik yang digunakan
  2. Data yang digunakan oleh alat elektronik tersebut
  3. Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
  4. Ukuran data yang dikirimkan
Jadi, media transmisi yang digunakan dalam komunikasi data tergantung jenis dan apa yang akan dikomunikasikan. Selengkapnya kamu bisa mlihat artikel sebelumnya tentang komponen-komponen komunikasi data dan tujuan data dikomunikasikan.

Selengkapnya di Komponen Komunikasi Data dan Tujuannya

Demikianlah pengertian media transmisi dan jenis-jenis media transmisi. Semoga bermanfaat!
  May 24, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close