Skip to main content

Penyebab Buta Warna Parsial: Jenis-jenis dan Pecegahan Buta Warna

Penyebab Buta Warna Parsial: Jenis-jenis dan Pecegahan Buta Warna - Sebagian orang berpendapat bahwa buta warna berarti tidak dapat melihat warna selain hitam dan putih. Padahal tidak demikian. Ternyata ada klasifikasi buta warna sendiri. Buta warna total adalah kelainan pada mata yang sangat jarang ditemukan. Hal ini berbeda dengan buta warna parsial yang kasusnya lebih banyak dan mengakibatkan seseorang tidak bisa membedakan warna-warna tertentu saja.

Penyebab Buta Warna Parsial: Jenis-jenis dan Pecegahan Buta Warna
Penyebab Buta Warna Parsial: Jenis-jenis dan Pecegahan Buta Warna

Pada pelajaran Biologi kelas 10 atau kelas 11, sudah dijelaskan tentang penyebab buta warna dalam materi persilangan yang membahas tentang gen dan kromosom. Bagaimana orang tua penderita buta warna parsial dan seberapa besar kemungkinan anaknya akan mengalami buta warna juga.


Penyebab buta warna parsial


Apa itu buta warna parsial? 

Buta warna parsial adalah masalah yang terjadi pada mata yang tidak dapat membedakan warna-warna tertentu. Buta warna parsial umumnya disebabkan oleh kelainan atau kerusakan pada sel kerurut di dalam retina mata yang menyebabkan tidak bisa menangkap spektrum warna tertentu.

Umumnya, penyebab utamanya adalah karena faktor keturunan. Yang menjadi masalah adalah banyak yang tidak sadar bahwa mereka mengalami buta warna.

Beberapa teman saya jatuh dalam tes kesehatan MCU karena mengalami buta warna dan tidak siap untuk tes. Karena itu, penting bagi kamu yang memiliki ciri ciri penderita buta warna parsial untuk melakukan tes buta warna terlebih dahulu sebelum mengikuti tes.

Jenis-jenis buta warna parsial


Seperti yang disebutkan di atas, banyak yang menduga bahwa buta warna artinya tidak bisa melihat semua warna. Memang ada kasus di mana penderita buta warna hanya bisa melihat warna putih dan hitam. Namun itu sangat kecil dan dikenal dengan istilah buta warna total.

Berbeda dengan buta warna parsial, penderitanya masih melihat warna-warna. Hanya saja terkadang sulit melihat jenis warna-warna tertentu. Buta warna parsial memiliki 2 jenis yang masih diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis dan dampaknya.

Berikut beberapa jenis buta warna parsial yang harus kamu ketahui.

1. Buta warna merah dan hijau


Jenis buta warna parsial yang pertama menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam melihat warna merah atau hijau. Jenis-jenisnya terbagi atas:

- Protanopia, yaitu jenis buta warna parsial yang melihat warna merah terlihat hitam dan juga melihat warna hijau dan jingga seperti warna kuning.

- Deuteranopi, yaitu jenis buta warna parsial yang melihat warna merah seperti warna kuning kecoklatan dan melihat warna hijau menjadi krem.

- Protanomali, adalah jenis buta warna parsial yang kesulitan melihat warna jingga, merah, kuning sehingga tampak berwarna hijau.

- Deuteranomali, termasuk jenis buta warna parsial yang membuat penderitanya melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan. Selain itu, juga sulit membedakan warna ungu dan biru.

2. Buta warna biru dan kuning


Jenis buta warna parsial yang kedua menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam melihat warna biru dan kuning. Jenis-jenisnya seperti:

- Tritanomali, yaitu kesulitan dalam membedakan warna biru sehigga tampak menjadi hijau. Juga sulit membedakan warna kuning dan merah.

- Tritanopia. adalah jenis buta warna parsial yang mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan dalam melihat warna biru sehingga terlihat hijau. Juga warna kuning akan terlihat ungu.

Pencegahan buta warna


Adakah obat buta warna parsial? Atau cara untuk mengobati buta warna?

Sampai hari ini tidak ada obat untuk buta warna. Orang tua yang memiliki riwayat dari keluarga yang mengalami buta warna kemungkinan besar akan menurunkan buta warna pada anaknya.

Karena itu, tidak ada cara lain untuk mencegah buta warna parsial selain dengan mengenal ciri-cirinya sedini mungkin. Hal ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak kelak dan bisa memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minatnya.

Ya seperti yang kita ketahui bahwa tes buta warna adalah salah satu syarat utama untuk mendaftar di beberapa instansi pemerintahan dan juga perusahaan swasta.

Dengan mengasah keahlian dan mengembangkan kemampuan anak sejak dini, sekalipun mereka mengalami buta warna, mereka tidak akan kesulitan dalam hal ekonomi di kemudian hari karena telah memiliki usaha dan kelebihan sendiri.

Mungkin nasehat ini terkesan sepeleh, tapi dampaknya sangat berarti. Jika penderita buta warna sejak dini diajarkan untuk mengenal kelebihan-kelebihannya, maka masalah buta warna tidak akan menjadi masalah yang serius saat ditolak melamar jadi polisi atau karyawan swasta.

Toh, buta warna juga bukanlah masalah serius dalam kehidupan sehari-hari. Dan tidak ada cara untuk mengobatinya saat ini. Berita baiknya, beberapa negara seperti Inggris tidak membedakan antara orang yang mengalami buta warna dan mereka yang memiliki penglihatan normal.

Tes buta warna parsial Online


Karena itu, kita harus mengenal ciri ciri penderita buta warna parsial, terutama anak-anak. Memang ada beberapa cara lolos tes buta warna bagi penderita buta warna. Seperti menghafal angka-angka dan letaknya dalam tes Ishisahara. Namun itu hanya berlaku di perusahaan yang tidak terlalu ketat dalam urusan tes MCU.

Nah, bagi kamu yang mau tes apakah kamu buta warna atau tidak, kamu bisa mencoba tes buta warna dan jawabannya secara online.

Saya sudah menulisnya dalam artikel Cara agar lolos tes buta warna

Sekali lagi, hal ini sangat penting dan sangat saya tekankan. Kenali ciri-ciri penderita buta warna sejak dini agar kita bisa mengembangkan kelebihan-kelebihan mereka. Bahkan ini berlaku bagi semua anak di dunia, namun secara khusus yang menderita buta warna karena akan sulit mendapatkan pekerjaan jika menderita buta warna, termasuk di Indonesia.

Lihat juga Apakah manfaat dari kacamata anti radiasi komputer?

Demikianlah Penyebab Buta Warna Parsial: Jenis-jenis dan Pecegahan Buta Warna. Semoga bermanfaat!
  May 20, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close