Skip to main content

Biografi Taufik Hidayat: Keunggulan Sang Juara Bulutangkis Dunia

Biografi Taufik Hidayat: Keunggulan Sang Juara Bulutangkis Dunia - Siapa yang tidak kenal dengan atlet bulutangkis Indonesia yang satu ini? Yups! Taufik Hidayat bukanlah nama yang asing di telinga masyarakat Indonesia dengan segudang prestasi yang menjadikannya sebagai salah satu idola sepanjang masa, bahkan oleh atlet luar negeri sekalipun.

Biografi Taufik Hidayat: Keunggulan Sang Juara Bulutangkis Dunia
Biografi Taufik Hidayat: Keunggulan Sang Juara Bulutangkis Dunia - Djarum Badminton

Yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika Taufik Hidayat vs Lin Dan yang selalu diselingi dengan drama yang menegangkan.

Legenda bulutangkis Indonesia yang satu ini juga telah banyak memberikan kontribusi dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan-kejuaraan dunia. Bagaimana kisah dan perjalanan hidup Taufik Hidayat? Ok, baiklah kita akan melihat biografi Taufik Hidayat singkat di bawah ini.

Biografi Taufik Hidayat


Nama lengkap : Taufik Hidayat
Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 10 Agustus 1981
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Tinggi : 1,76 m
Berat : 64 kg
Peringkat tertinggi : 1 (Tahun 2000)
Nama ayah : Aris Haris
Nama ibu : Enok Dartilah
Pasangan : Ami Gulelar
Nama anak : Natarina Alika Hidayat (Lahir 2007) dan Nayutama Prawira Hidayat (Lahir 2010)
Pensiun : Juni 2013

Pendidikan

  • SD Pangalengan 1
  • SMP 1 Pasundan 1
  • SMP Taman Siswa Bandung
  • SMA Taman Siswa Bandung
  • Universitas Tarumanegara
Bakat Taufik Hidayat di bidang badminton memang sudah terlihat sejak masih kecil. Latihan yang disiplin dan kerja keras telah membawanya menjadi pemain bulu tangkis berprestasi sejak masih belia.

Taufik Hidayat memulai karir dengan bergabung di klub SGS (Sangkuriang Graha Sarana) Elektrik Bandung.

Taufik Hidayat muda beberapa kali menjadi pemain termuda di awal debutnya. Seperti ketika debut perdana dalam piala Thomas tahun 2000 ketika usianya masih 19 tahun.

Taufik Hidayat juga telah mencatatkan prestasi-prestasi gemilang sebelum itu dengan menjuarai beberapa turnamen seperti Indonesia Open dan juara SEA Games pada tahun 1999.

Prestasi gemilang terus dicatakan oleh Taufik Hidayat dengan menjadi juara tunggal Asian Games 2002 di Busan.

Dan prestasi yang paling membanggakan yang akan selalu diingat oleh pecinta bulutangkis di seluruh dunia dan masyarakat Indonesia ketika Taufik Hidayat mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di ajang Olimpiade Athena tahun 2004 setelah berhasil mengalahkan pemain dari Korea Sealatan, Seung Mo Shon.

Tidak berhenti sampai di situ, Taufik Hidayat kembali mencatatkan sejarah pada tahun 2005 ketika ia berhasil mengalahkan Lin Dan yang saat itu menjadi pemain bulutangkis peringkat 1 dunia sehingga membawanya menjadi pemain tunggal pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia BWF dan Olimpiade berturut-turut.

Tahun 2006, Taufik Hidayat kembali meraih gelar juara tunggal putra Asian Games 2006 yang berlangsung di Doha. Tercatat, sudah 6 kali Taufik Hidayat menjuarai turnamen bulutangkis Indonesia Open.

Tahun 2006 Taufik Hidayat menikah dengan Ami Gumelar yang adalah putri dari Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Sekedar informasi, Agum Gumelar adalah mantan menteri perhubungan dan ketua KONI.

Pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri pada Agustus 2007 yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Anak kedua dari pasangan ini lahir pada Juni 2010 yang kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.

Dalam dunia bulutangkis, Taufik Hidayat memang menjadi salah satu pemain yang diwaspadai lawannya. Keahliannya dalam melakukan pukulan drop shot dan permainan net sangat baik. Selain itu, pukulan smash dan backhand smash Taufik Hidayat juga sangat mematikan lawannya.

Terbukti Taufik Hidayat mencatakan namanya sebagai pemain tunggal dengan pukulan smash tercepat tercepat dengan kecepatan mencapai 305 km/jam pada semifinal kejuaran dunia 2006 di Madrid. Dan lagi, backhand smash Taufik Hidayat juga tercatat sebagai backhand tercepat yang mencapai kecepatan 206 km/jam. Karena itulah, tidak salah jika Taufik Hidayat dikenal sebagai spesialis pukulan backhand.

Ya, itu adalah beberapa keunggulan Taufik Hidayat dari segi keahlian badminton. Sementara keistimewaan Taufik Hidayat yang lain adalah ketenangan dalam bertanding.

Namun Taufik Hidayat juga beberapa kali harus kalah dalam pertandingan. Seperti pada tahun 2008 dalam ajang Olimpiade Beijing, Taufik Hidayat harus kalah di pertandingan perdananya.

Pada akhir Januari 2009, Taufik memutuskan untuk mundur dari Pelatnas Cipayung dan menjadi pemain profesional.

Pada November 2012, Taufik Hidayat mendirikan pusat pelatihan bulutangkis bernama THA (Taufik Hidayat Arena) yang terletak di Ciracas, Jakarta Timur.

16 Juni 2013, Taufik Hidayat menyatakan diri mundur sebagai atlet bulutangkis profesional.

Tonton video Badminton 2006 Asian Games MS Final [Taufik Hidayat vs Lin Dan]
youtube image

Prestasi Taufik Hidayat

  • 1998: Juara Brunei Open
  • 1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
  • 2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
  • 2001: Juara Singapore Open
  • 2002: Juara Sanyo-BNI Maybank Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
  • 2003: Juara Sanyo-BNI Maybank Indonesia Open
  • 2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
  • 2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
  • 2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
  • 2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
  • 2008: Juara Macau Open
  • 2009: Juara US Open, Juara India Open
  • 2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS
  • 2011: Semifinalis VICTOR- BWF Superseries Finals, Runner Up PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis Yonex – Sunrise India Open Superseries, Perempat final Indonesia Open Superseries Premier 2011, perempat final 2011 Yonex OCBC US Open Grand Prix Gold, Runner - up 2011 Yonex Canada Open, Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011, Juara India Open Grand Prix Gold 2011
  • 2012: Semifinal Maybank Malaysia Open Presented by PROTON, Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012, Semi final Swiss Open 2012, Perempat final 2012 Yonex Australian Open GP Gold, Perempat final Yonex Sunrise India Open 2012, Perempat final YONEX Open Japan 2012, Perdelapan Final Olimpiade London
Pemain bulutangkis Indonesia yang pernah menjalin bisnis pengadaan alat olahraga dengan Yonex ini, juga pernah mendapat penghargaan sebagai The Legend Vision bersama pemain bulu tangkis terbaik dunia lainnya seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter Gade.

Lihat juga Biografi Simon Santoso dan Prestasi Atlet Indonesia

Demikianlah Biografi Taufik Hidayat: Keunggulan Sang Juara Bulutangkis Indonesia dan Dunia dengan berbagai keistimewaan. Semoga bermanfaat!

Referensi Wikipedia 

  May 10, 2019

Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close