Skip to main content

Renungan Kristen tentang Kenyataan Iman Manusia

Renungan Kristen - Di zaman sekarang yang bisa berjalan di atas air adalah pesulap. Tentu dengan bantuan asisten dan atributnya dengan persiapan yang matang. Karena itu, tidak jarang, sorakan dan tepuk tangan untuk pesulap yang berhasil dengan antraksinya diikuti dengan pujian untuk orang-orang yang membantunya di belakang layar.
Renungan Kristen tentang Kenyataan Iman Manusia
Renungan Kristen tentang Kenyataan Iman Manusia
Berbeda dalam Matius 14:22-33; Markus 6:45-52; Yohanes 6:16-21 yang mengisahkan tentang Yesus yang berjalan di atas air yang menunjukkan kekuasaan-Nya sebagai Anak Allah.

Tentu saja, itu adalah penampakan luar biasa bagi murid-murid Yesus, termasuk bagi kita yang ada saat ini.

Bagi murid-murid Yesus saat itu, penampakan Yesus berjalan di atas air membuat mereka sangat ketakutan karena mereka berpikir Yesus adalah hantu.

Namun Yesus menenangkan mereka yang di perahu itu dengan kata-kata yang sangat menyejukkan hati dalam

Matius 14:27
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Dan di saat yang sama, Petrus ingin membuktikan bahwa yang berjalan di atas air memang benar-benar Yesus dalam

Matius 14:28 
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

Yesus mengizinkan Petrus untuk datang kepada-Nya berjalan di atas air dalam

Matius 14:29
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Petrus berhasil berjalan di atas air menandakan manusia yang mudah percaya kepada Tuhan ketika kehidupan yang dijalani baik-baik saja. 

Namun pada ayat selanjutnya, ketika kehidupan kita mulai diterpa berbagai masalah hidup, kita mulai khawatir dan iman percaya kepada Tuhan mulai goyah.

Matius 14:30
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Namun saat itulah, kita akan lebih bersungguh-sungguh untuk bertanya dan bergumul dengan Tuhan dan terus-menerus minta tolong kepada-Nya.

Di sini, ada 2 kumungkinan yang bisa terjadi, yaitu:

1. Semakin kuat dalam penantian karena iman percaya kepada Tuhan sampai pada akhirnya kita mendapatkan apa yang dinantikan.

Matius 14:31 
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

2. Semakin terombang-ambing dan tak punya harapan hidup karena Tuhan seakan tidak menjawab.

Bagi kita yang ada sekarang, peristiwa Yesus berjalan di atas air adalah sebuah peristiwa yang dapat mengajarkan kita tentang kenyataan iman manusia.

Ketika hidup baik-baik saja, mudah untuk percaya Tuhan. Namun ketika hidup mulai diterpa masalah, sulit untuk bersabar dan menantikan Tuhan. Kita mulai kurang percaya dan bimbang tentang iman yang selama ini kita yakini. Mulai bertanya-tanya tentang keberadaan Tuhan dan kasih-Nya.

Bagaimana dengan kita yang hadir saat ini?

Bagi orang percaya, mereka hanya punya satu pilihan, percaya kepada Tuhan yang siap mengulurkan tangan-Nya pada waktu yang telah ditentukan-Nya.
Iman tanpa terpaan angin itu mudah. Karena itu, Tuhan mengizinkan angin itu untuk menerpa kehidupan kita bukan agar kita goyah, tapi agar kita semakin mengenal Tuhan dan percaya serta terus berserah kepada-Nya dalam penantian yang tanpa bersungut-sungut.
Sampai akhirnya Tuhan Yesus berkata: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Bagaimana mau berjalan di atas air kalau berjalan di darat aja kita masih sering khawatir dan takut? Renungkanlah!

Demikianlah renungan Kristen hari ini, tetap andalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Terpujilah nama Tuhan, Haleluya! Amin.

Lihat juga Khotbah Singkat Kristen Belajar dari Semut
  March 27, 2019
Semoga Sukses: 1 Kalimat Terbaik dari Anda Adalah Motivasi Bagi Saya!
Bagaimana Pendapat Anda?
Terima Kasih!
close