Renungan Kristen Tentang Kasih yang Memberi Tanpa Pertimbangan

Renungan Kristen Tentang Kasih yang Memberi Tanpa Pertimbangan

Renungan Kristen terbaru tentang kasih yang memberi tanpa pertimbangan. Suatu hari yang terik dan panas, saya sedang duduk bersama teman saya sambil menikmati beberapa bungkus roti. Saat itu, datang seorang pengemis menengadahkan tangannya.
Renungan Kristen Tentang Kasih yang Memberi Tanpa Pertimbangan
Renungan Kristen Tentang Kasih yang Memberi Tanpa Pertimbangan
Teman saya langsung memberikan roti kepada pengemis tersebut. Saya tidak. Dalam pikiran dan hati saya, "wanita ini masih sangat muda dan ia juga memiliki kekuatan untuk bekerja. Kenapa harus meminta-minta."

Setelah pengemis tersebut pergi, saya mengatakan kepada teman yang di samping saya: "Saya tidak suka pengemis, terlebih mereka yang masih muda dan kuat untuk bekerja. Kalau anak-anak atau orang tua, ya mungkin saya akan iba."

Teman saya hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia kasihan melihat wanita itu.

Saya melanjutkan: "Dengan memberi pengemis uang, terutama kepada mereka yang masih muda, itu hanya akan memperburuk keadaan mereka. Mereka akan semakin malas untuk bekerja dan hanya mengharapkan belas kasihan orang lain."

Teman saya mengatakan bahwa dia hanya melakukan apa yang dia bisa lakukan. Dia pun menceritakan makna dari sebuah kisah inspiratif singkat yang mengubah pandangan saya tentang memberi.

Teman saya mengatakan: "Tidak peduli seseorang berbohong atau tidak tentang keadaannya, ia malas dan tidak mau bekerja, jika kita mampu untuk memberi, berikanlah. Urusan kejujuran dan kebohongan yang dikisahkan orang tersebut, biarlah menjadi urusannya dengan Tuhan."

Sejak hari itu, saya mengusahakan tidak memiliki pertimbangan ketika memberi dan terus belajar cara memberi dengan kasih tanpa pertimbangan.

Ketika saya mampu memberi, tidak peduli pengemis itu anak-anak, muda, atau sudah lanjut umur, jika mampu, ya berikanlah.

Yang saya tahu, ketika saya punya dua roti dan ada yang meminta, maka berikanlah. Mungkin mereka benar-benar belum makan dan butuh makanan.

Pertimbangan tentang tidak memberdayakan atau sebagainya, nanti mungkin bisa dibicarakan lebih lanjut. Intinya, ketika seseorang minta bantuan dan menengadahkan tangannya kepada kita, saat itu orang tersebut sedang butuh makan dan jika kita mampu, maka berikanlah.
2 Korintus 9:7Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Demkikianlah renungan Kristen singkat hari ini tentang kasih yang memberi tanpa pertimbangan, semoga bermanfaat. Jika mampu, berikanlah.

Lihat juga Khotbah Kristen Singkat tentang Kasih Yang Mengalahkan Amarah
Advertisement

Baca juga:

Apa Pendapatmu?
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!