Skip to main content

Renungan Kristen Menginspirasi Tentang Mengejar Kebahagiaan

Renungan Kristen Singkat - Anda ingin bahagia? Tentu semua orang hidup menginginkan kebahagiaan. Bahkan tidak sedikit yang berani mengatakan bahwa apa pun akan mereka lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.
Renungan Kristen Menginspirasi Tentang Mengejar Kebahagiaan
Renungan Kristen Menginspirasi Tentang Mengejar Kebahagiaan
Hari ini, kita akan melihat rahasia dibalik mengejar kebahagiaan dalam sebuah cerita inspirasi Kristen. Mungkin kamu sudah pernah mendengar ilustrasi ini, tapi no problem, ini sangat penting untuk direnungkan setiap saat.
Namun 1:7"Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya."
Di sebuah kota besar, hiduplah seorang pemuda yang hari-harinya dipenuhi oleh keluhan.

Ia melihat hampir semua teman-temannya punya motor, sementara ia menggunakan ojek setiap harinya.

Setiap saat hatinya sedih dan selalu complain kepada Tuhan.

Tuhan pun membukakan jalan dan akhirnya pemuda ini memiliki motor. Namun saat ia melihat salah seorang temannya menggunakan motor gede, ia pun complain kepada Tuhan agar ia bisa mengganti motornya dengan motor gede.

Tuhan pun mengabulkan. Pemuda ini kali ini punya motor gede.

Namun suatu sore, sepulang dari tempat kerja, seluruh dokumen pentingnya basah karena kehujanan.

Pemuda ini sedih dan datang lagi kepada Tuhan dengan keluhan bahwa tetangganya punya mobil dan memohon kepada Tuhan untuk diberikan mobil. Tuhan pun memberikan mobil.

Setelah memiliki mobil sendri, bukannya bahagia, pemuda ini malah pusing karena sering terjebak macet berjam-jam.

Ia pun datang kepada Tuhan dan mengeluh karena ia tidak pernah bahagia menjalani hidupnya. Ia mengatakan bahwa setiap hari ia memiliki masalah baru.

Pendeta yang melihat kesusahan yang terpancar dari raut wajah pemuda tersebut mencoba mendekatinya.

Sang pemuda ini pun menceritakan segala uneg-unegnya kepada Pak Pendeta dan Tuhan yang tidak pernah serius memberikan kebahagiaan kepadanya.

Pak Pendeta pun mengajak pemuda ini ke taman di dekat gereja yang dipenuhi oleh kupu-kupu yang terbang damai dan hinggap di bunga-bunga yang sedang mekar.

"Coba tangkap salah satu kupu-kupu itu untuk saya, dan saya akan memberitahukan rahasia kebahagiaan yang selama ini kamu cari." Seru Pak Pendeta.

Pemuda ini pun dengan bersemangat mengejar kupu-kupu tersebut. Pikirnya, banyaknya kupu-kupu di sana pastilah ada satu yang bisa ia tangkap.

Namun semakin keras mencoba untuk menangkap, kupu-kupu tersebut semakin liar. Akhirnya, ia datang kepada Pak Pendeta dan mengeluh bahwa ia tidak bisa menangkap kupu-kupu tersebut.

Akhirnya Pak Pendeta tersebut memberitahukan rahasia mengejar kebahagiaan kepada pemuda yang selalu mengeluh tersebut.
"Mengejar kebahagiaan sama seperti berusaha menangkap kupu-kupu menggunakan tangan kosong. Semakin dikejar maka ia akan semakin liar."
Benar sekali, seperti itulah kebahagiaan.

Kadang kita berusaha mengejar kesuksesan karena kita pikir itu adalah kebahagiaan. Namun setelah memperolehnya, kadang kita masih belum bahagia.

Karena kebahagiaan itu dekat, ia ada di dalam hati kita. Kita tidak perlu mengejarnya namun hanya perlu dijangkau.

Kebahagiaan itu bukan berasal dari luar. Bukan dari harta, orang lain, pekerjaan. Tapi berasal dari dalam diri sendiri, yaitu dari perasaan dan lubuk hati kita.

Jadi? Untuk menemukan kebahagiaan sejati itu, Anda hanya perlu mencari di dalam diri Anda yang dapat diwujudkan melalui kesuksesan, keluarga, dan teman.

Dan kebahagiaan sejati itu hanya dapat ditemukan dari hati yang damai. Dan satu-satunya jalan untuk itu, adalah tinggal tenang dekat Allah.
Ada banyak alasan untuk mengeluh namun saya memilih untuk tidak mengeluh. Dan dalam setiap keadaan sulit, selalu ada alasan untuk bahagia dan bersukacita.
Sudahkan Anda bahagia? Temukan rahasia kebahagiaan di dalam hati Anda sendiri.

Lihat juga Motivasi Kristen tentang Pengharapan yang Tidak Mengecewakan
  March 25, 2019
Semoga Sukses: 1 Kalimat Terbaik dari Anda Adalah Motivasi Bagi Saya!
Bagaimana Pendapat Anda?
Terima Kasih!
close