Skip to main content

Motivasi Kristen "Pengharapan yang Tidak Mengecewakan"

Motivasi Kristen - Anda pernah kecewa? Kemungkinan besar. Mengapa? Karena kita terlalu berharap. Dari trauma kekecewaan tersebut, ada manusia yang tidak berani lagi berharap.
Motivasi Kristen "Pengharapan yang Tidak Mengecewakan"
Motivasi Kristen "Pengharapan yang Tidak Mengecewakan"
Kenapa ada manusia yang tidak mau berharap? Alasan utama adalah karena takut dikecewakan. Benar. Namun hari ini, kita akan melihat pengharapan yang tidak mengecewakan.

Amsal 23:18
"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."

Saya pernah mendengar kata-kata bijak dari salah satu pengusaha sukses yang kurang lebih mengatakan begini: "Jangan berharap, karena di belakang harapan ada kekecewaan. Berharap banyak, bisa jadi kecewa besar, berharap sedikit, kecewanya bisa kecil. Karena itu, lebih baik jangan berharap."

Ungkapan tersebut sangat tepat, terutama di dunia bisnis yang rentan menemui kegagalan yang mengecewakan.

Namun bukan berarti kita harus menghilangkan harapan kita hanya karena takut kecewa. Pendapat pengusaha tersebut benar jika harapan ditujukan pada pihak yang salah yang hasilnya akan mengecewakan.

Dalam hidup, setidaknya ada 3 tujuan/alamat sebuah harapan, 2 diantara tujuan tersebut hasilnya bisa mengecewakan, dan 1 tujuan tersebut tidak mengecewakan.

1. Berharap pada manusia


Anda pernah ditipu dan dikhianati? Anda pernah jatuh cinta dan kecewa? Itu karena kita terlalu berharap kepada manusia.

Kadang kita pikir manusia, terlebih orang besar atau penting dapat memenuhi setiap harapan kita. Mungkin dalam pekerjaan atau saat kita membutuhkan bantuan. Namun yang kita dapatkan hanyalah janji dan bukan bukti.

Itu adalah harapan yang mengecewakan. Karena itu, firman Tuhan katakan:

Mazmur 118:8
"Lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia."

Berharap pada manusia berarti meletakkan harapan di luar kendali kita.

2. Berharap pada kemampuan diri sendiri


Harapan yang ditujukan kepada diri sendiri biasanya karena kita percaya diri bisa melakukan suatu tugas.

Namun malah sebaliknya, kita ternyata tidak mampu dan gagal. Akhirnya, kita kecewa pada diri sendiri.

Berharap pada diri sendiri artiya kita juga siap dengan resiko besar.

2 tujuan meletakkan harapan tersebut bisa berakibat pada kekecewaan dan berakhir dengan hilang harapan. Semakin besar kita berharap kemungkinan besar kita akan kecewa besar, jika tujuan pengharapan tidak tepat.

3. Berharap pada pertolongan Tuhan


Dan pengharapan yang ketiga adalah pengharapan yang tidak mengecewakan. Anda pernah dikecewakan saat berharap pada Tuhan? Tidak.

Tapi mungkin ada yang mengatakan, tapi Tuhan tidak mengabulkan doa saya. Itu artinya, kita belum berharap dan berserah total kepada Tuhan.

Ketika kita berharap pada Tuhan, maka yang kita tahu adalah:

Roma 12:12
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Dan percayakan semuanya kepada Allah dengan mengusahakan semampu yang kita bisa, dan hasilnya biarkan Tuhan yang bekerja.

Yeremia 29:11
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Jadi?

Bolehkah berharap pada manusia? Boleh, tapi kamu harus siap kecewa.

Berharap pada diri sendiri? Boleh, ketika kamu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Namun kamu juga harus siap kecewa dan lebih dari itu, kehilangan harapan.

Berharap pada Tuhan? Itu baru benar. Karena pengharapan yang ditujukan kepada Tuhan 1000% tidak mengecewakan.

Sebab di dalam Tuhan Yesus, masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Demikianlah motivasi Kristen tentang pengharapan yang tidak mengecewakan. Bukan tidak akan, bukan tidak pernah, namun Tuhan memang tidak menyediakan peluang untuk kecewa bagi mereka yang berharap kepada-Nya. Amin.

Lihat juga Khotbah Kristen Singkat Belajar dari Semut

  March 24, 2019

Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close