Skip to main content

8 Komponen Sistem Operasi Modern dengan Struktur Terdistribusi

Komponen Sistem Operasi - Jika kamu berniat membangun sistem operasi komputer berkelas layaknya Windows, maka kamu harus tahu komponen yang terdapat di dalamnya. Komponen sistem operasi dibangun berdasarkan struktur tertentu yang dapat memberikan layanan terbaik kepada user.
Komponen Sistem Operasi
Komponen Sistem Operasi

Perlu diketahui bahwa sistem operasi juga adalah sebuah proyek dan bisnis. Karena itu, seorang programmer kernel (Sistem operasi) harus mampu memahami target pasar, dalam hal ini pengguna komputer. Pastinya user komputer menginginkan OS yang berbasis GUI (Graphical User Interface), kinerja dan proses manajemen yang baik, serta manajemen perangkat I/O.

Secara umum, sistem operasi modern dibangun dengan mempertimbangkan komponen-komponen seperti user interface, kernel dan sistem manajemen file.

Struktur sistem operasi yang satu dengan sistem operasi yang lainnya pastinya memiliki perbedaan. Dan memang tidak sama.

Namun, komponen umum yang harus terdapat dalam sistem operasi agar bisa bekerja sesuai dengan fungsi yang semestinya bisa dikatakan memiliki standar tersendiri.

Komponen umum tersebut meliputi sistem operasi modern yang terdiri dari:
  1. Process Management
  2. Main Memory Management
  3. File Management
  4. Management System I/O
  5. Secondary Memory Management
  6. Protection System (Guardian)
  7. Networking
  8. Command Interpreter System (Shell)
Penjelasan Komponen Sistem Operasi

1. Manajemen Proses


Tugas utama dan mendasar dari sistem operasi adalah memproses input atau program yang diinput oleh user. Ketika program diekseskusi, proses tersebut memerlukan sumber daya untuk menjalankan tugasnya. Seperti penjadwalan CPU, memori, file dan perangkat hardware I/O.

Aktivitas dalam manajemen proses sistem operasi bisa berupa:
  1. Pembuatan dan penghapusan proses pengguna
  2. Menunda, melanjutkan atau membatalkan proses
  3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi dan komunikasi
  4. Menyediakan fasilitas untuk menangani dan menghindari deadlock

2. Manajemen Memori Utama


Main memory atau memori utama adalah sebuah array yang besar dari word atau byte yang memiliki alamat tersendiri, dimana ukuran array tersebut bukan hanya ribuan tapi jutaan.

Memori utama berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan inputan, baik berupa data maupun instruksi yang diakses oleh CPU dan perangkat I/O.

Memori utama merupakan tempat penyimpanan data sementara yang sedang diproses dan bersifat volatile, yaitu data tersebut akan hilang ketika sistem dimatikan, bisa karena listrik mati.

Kemampuan manajemen memori utama sangat mempengaruhi kinerja komputer. Dengan tugas kompleksnya, memori utama berperan sebagai sumber daya yang harus dialokasikan agar dapat bekerja dengan baik dan efisien.

Aktivitas sistem operasi yang berkaitan dengan manajemen proses berupa:
  1. Melakukan tracking terhadap pemakaian memori
  2. Memilih program yang akan di-load ke memori
  3. Mengalokasikan dan mendealokasikan penggunaan memori sesuai kebutuhan.

3. Manajemen Berkas


Berkas adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan dengan struktur hirarkis (Direktori, volume, etc.) Komponen sistem operasi manajemen berkas meliputi:
  1. Pembuatan dan penghapusan serta manipulasi berkas dan direktori.
  2. Memetekan berkas ke secondary storage
  3. Backup file ke media penyimpanan non volatile seperti Hard disk.

4. Managemen Perangkat I/O


Manajemen sistem I/O dikenal juga dengan device manager yang memiliki fasilitas device driver yang memungkinkan sistem I/O dapat beroperasi secara seragam seperti membuka, membaca, menulis, dan menutup).

Contohnya, melakukan proses yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras seperti Hard Disk dan CD-ROM.

Komponen sistem operasi yang berkaitan dengan manajemen sistem I/O adalah:
  1. Buffer yaitu menampung informasi data dari dan ke perangkat keras I/O
  2. Spooling yaitu melakukan antrian dan penjadwalan penggunaan I/O
  3. Menyediakan driver untuk hardware I/O tertentu.

5. Manajemen Memori Sekunder


Jika data yang disimpan di main memory bersifat sementara dan jumlah data yang diproses sangat kecil maka dibutuhkan secondary memory atau penyimpanan sekunder untuk menyimpan data dalam jumlah yang besar.

Contoh dari secondary memory management adalah harddisk, disket, flashdisk, dan lain-lain.

6. Protection Management


Sistem operasi memiliki kemampuan untuk memproteksi sistem agar tetap terkendali. Akses oleh program, processor, dan user ke sumber daya sepenuhnya dibawah proteksi sistem operasi.

7. Jaringan (Networking)


Processor terdiri dari sistem terdistribusi yang memiliki memori sendiri. Kumpulan processor tersebut saling terhubung dan dapat berkomunikasi.

Prinsip kerja sistem operasi melalui jaringan komunikasi sistem terdistribusi.

8. Command Interpreter System


Command Interpreter System artinya sistem operasi menunggu setiap instruksi yang diinputkan user (Command driven).

Program yang membaca instruksi tersebut akan mengartikannya sebagai control statements yang disebut control card interpreter, commandline interpreter, dan UNIX shell.

Command interpreter system disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O yang digunakan. Contoh, CLI, Windows, Pen-based (Touch), etc.

Sebuah sistem operasi modern yang baik memiliki komponen-komponen yang telah disebutkan di atas.

Struktur yang membangun sistem operasi terdistribusi harus memiliki komponen yang dapat saling bekerja sama dan melalukan tugasnya masing-masing.

Sistem operasi harus sebagai salah satu komponen utama sistem komputer harus mampu menjadi jembatan antar sumber daya yang ada agar sistem bekerja dengan efisien dan baik.

Lihat juga Tujuan dan Fungsi Sistem Operasi

Demikianlah artikel tentang komponen sistem operasi komputer. Semoga bermanfaat.
  March 14, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close