Skip to main content

Khotbah tentang Yusuf di Rumah Potifar

Khotbah tentang Yusuf di Rumah Potifar - Apa yang dapat kita petik dari Yusuf saat berada di rumah Potifar? Secara khusus ada 2 hal penting yang umum, yaitu penyertaan Tuhan yang membuat Yusuf mendapatkan kekuasaan di rumah Potifar dan yang kedua, yaitu lari dari godaan isteri Potifar.
Khotbah tentang Yusuf di Rumah Potifar
Khotbah tentang Yusuf di Rumah Potifar 

Dalam renungan hari ini, kita akan belajar dari sikap Yusuf yang menolak bujukan isteri Potifar.

Yusuf di Rumah Potifar (Kejadian 39:1-23)


Yusuf yang dijual saudara-saudaranya seharga 20 syikal perak ke saudagar-saudagar Midian kemudian dijual kembali ke Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja di Mesir.

Karena Tuhan menyertai Yusuf, ia pun berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakannya. Tentu ada hikmat dan kebijaksanaan pada Yusuf yang terlihat oleh tuannya sehingga ia diangkat menjadi tuan atas segala harta miliknya.

Mendapatkan kepercayaan adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Dan semakin tinggi kedudukan makin besar pula angin yang menerpa.

Hal ini pun dialami oleh Yusuf. Yusuf yang telah memiliki kuasa atas seluruh rumah tuannya harus menghadapi godaan-godaan dari isteri Potifar setiap hari.

Ada yang menarik dari cara Yusuf menolak bujukan dari isteri tuannya ini.

1. Menolak dengan Tegas


Pada bujukan yang pertama, isteri Potifar membujuk Yusuf secara pelan-pelan untuk tidur dengannya. Namun Yusuf dengan tegas menolak bujukan isteri Potifar dengan mengatakan bahwa tuannya tidak lagi mengurus apa-apa di rumahnya dan telah memberikan seluruh kuasa di rumahnya, kecuali mengenai perempuan yang adalah isterinya.

2. Menolak dengan Keras


Namun penolakan dengan tegas hasilnya tidak terlalu berdampak. Hari demi hari ia terus membujuk tapi Yusuf tidak mendengarkan bujukan dari isteri tuannya.

Sampai suatu hari, Yusuf benar-benar menolak bujukan isteri tuannya dengan keras dengan jalan lari ke luar rumah.

Apa yang membedakan sikap dan cara Yusuf menolak bujukan isteri tuannya dari hari-hari sebelumnya?

Benar! Kondisi dan situasi. Kondisi hari-hari sebelumnya tidak segenting dengan situasi hari itu, di mana rumah sedang kosong dan juga isteri Potifar yang memegang baju Yusuf.

Untuk menghindari melakukan kejahatan yang mengakibatkan dosa kepada Tuhan, Yusuf tidak memiliki pilihan selain menolak dengan keras dengan cara lari ke luar rumah.

Seringkali kita hidup di dalam situasi yang sebenarnya sedang dalam keadaan terdesak tapi merasa mampu untuk bertahan. Kita harus ingat bahwa roh memang penurut tapi daging lemah.

Hawa nafsu adalah salah satu godaan besar yang sulit untuk dikendalikan. Karena itu, dari pada memilih "Sok kuat" menghadapi godaan lebih baik kita lari dari godaan.

Dalam kehidupan remaja dan pemuda, kita pun sering hidup menghadapi godaan. Mulai dari godaan-godaan seperti merokok, seks bebas, narkotika, menonton blue film, judi, dan lain sebagainya.

Godaan-godaan tersebut sangat mudah menjatuhkan iman dan integritas kita. Dan kita selalu memiliki pilihan untuk menerima, menolak dengan halus, menolak dengan keras atau menolak dengan keras.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita hanya memiliki satu sikap dan pilihan, yaitu menolak dengan tegas dan keras setiap tawaran-tawaran dunia yang bisa membawa kita jatuh ke dalam pencobaan dengan cara lari dari godaan.

Namun Yusuf juga harus mengalami kurungan penjara karena keputusannya untuk menolak bujukan isteri Potifar yang berujung pada fitnah. Mungkin kita pikir bahwa itu tidak adil tapi seperti itulah kenyataannya. Contohnya saja, kalau kita menolak untuk mengikuti gaya hidup teman-teman sekolah kita yang suka merokok, kemungkinan besar kita akan ditolak jika ingin bergabung dengan mereka.

Sekalipun mungkin kita harus mengalami penolakan karena telah menolak setiap tawaran-tawaran dunia yang berbahaya, namun kita tidak boleh menyesal. Karena itu adalah keputusan yang paling tepat.

Tidak bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan Potifar kepada Yusuf jika saja semua yang dituduhkan isteri Potifar memang benar-benar terjadi. Sedangkan itu saja, sudah bisa membuat amarah Potifar meledak yang langsung memasukkan Yusuf ke dalam penjara.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Yusuf di Rumah Potifar?

Kita harus berani menolak secara tegas dan keras setiap godaan yang bisa membahayakan keselamatan hidup kita dan integritas kita di hadapan manusia dan terlebih di hadapan Tuhan ketika kedatangan-Nya yang kedua kali.

Saya pernah kata-kata bijak dalam khotbah Pdt. Gilbert Lumoindong yang mengatakan: "Seorang pemimpin jatuh bukan karena serangan. Tapi seorang pemimpin jatuh karena integritasnya."

Marilah kita hidup kudus di hadapan Tuhan dengan memiliki integritas yang bisa dipercaya dan takut akan Tuhan dengan cara lari dari setiap godaan.

Demikianlah khotbah Kristen tentang Yusuf di rumah Potifar. Semoga bermanfaat.

Lihat juga Khotbah Kristen untuk Pemuda (Belajar Kasih dari Yusuf)
  March 30, 2019
Semoga Sukses: 1 Kalimat Terbaik dari Anda Adalah Motivasi Bagi Saya!
Bagaimana Pendapat Anda?
Terima Kasih!
close