Skip to main content

Khotbah Kristen Singkat Berani Mati Untuk Tuhan?

Berani Mati Untuk Tuhan?

Khotbah Kristen Singkat - Hari ini saya mengajak teman-teman sekalian untuk merenungkan kehidupan kita dan seberapa besar iman kita kepada Yesus. Apakah kita berani mati untuk Tuhan dan setia sampai akhir, renungkahlah!

"Sekalipun pisau dileherku, Kristus tetap Tuhanku." Amin.

Saudara-saudara ku di dalam Tuhan, ungkapan tersebut jika dinyatakan dengan penuh gagah berani membuat siapapun akan gemetar.

Khotbah Kristen Singkat Berani Mati Untuk Tuhan?
Khotbah Kristen Singkat Berani Mati Untuk Tuhan?

Ungkapan tersebut adalah ungkapan yang bisa jadi menunjukkan kesetiaan seorang Kristen kepada Tuhan Yesus.

Tapi jika melihat kehidupan anak-anak Tuhan hari ini, saya ragu. Kalau ungkapan "Sekalipun pisau dileherku, Kristus tetap Tuhanku atau Kristen tetap agamaku," benar-benar dapat kita pertahankan dalam kondisi sulit.

Dan jangan marah kalau saya katakan bahwa ungkapan kesetiaan tersebut hanya sebatas dibibir saja. Atau hanya sebuah status Facebook untuk menandakan bahwa kita adalah pengikut Kristus di dunia maya.

Saya tidak meragukan iman saudara. Tapi saya hanya melihat kehidupan kita hari ini.

Apakah kita benar-benar berani mengatakan ungkapan tersebut ketika kita terancam? Saya tidak sedang menantang Anda.

Tapi mari kita lihat kenyataan hidup saat ini. Apa yang telah kita berikan terhadap lingkungan kita?

"Ada yang mengatakan bahwa kehidupan di lingkungan kami saat ini baik-baik saja."

Benarkah demikian? Bagaimana dengan orang-orang tertindas, kesepian dan merasa jauh dari Tuhan? Bagaimana dengan dendam yang masih terus tersimpan di hati kita? Bagaimana dengan kasih kepada sesama yang semakin dingin akibat gaya hidup individualistis?

Selalu ada yang masalah yang harus dibereskan sekalipun lingkungan kita hari ini "terlihat baik-baik saja."

Orang bijak mengatakan: "Nilai manusia tidak ditentukan dari bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup."

Tepat sekali! Kita bisa saja mengatakan siap mati untuk mempertahankan iman percaya kita. Tapi jangan sampai itu hanya sebatas status Facebook semata.

Kalau kita tidak bisa hidup untuk Kristus dan meneladani sikap Kristus dalam kehidupan maka tidak mungkin kita bisa mati untuk Kristus.

Hidup damai dan aman di dalam Kristus aja sulit, bagaimana mungkin mau mati untuk Kristus?

Suatu hal yang luar biasa kalau kita bisa mati demi mempertahankan iman percaya kita. Tapi jauh lebih luar biasa lagi kalau kita bisa hidup mempertahankan iman kita, dengan hidup melakukan kehendak Tuhan sampai mati.

"Nilai manusia tidak ditentukan dari bagaimana ia mati. Melainkan bagaimana ia hidup."

Lihatlah jauh ke dalam lubuk hati kita. Apakah kita siap mati untuk Tuhan jika kita tidak bisa hidup untuk memberitakan kebaikan Tuhan?

Kisah  Para Rasul 7:59-60
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Demikianlah khotbah Kristen singkat berani mati untuk Kristus. Apakah kita bisa setia kepada Tuhan? Tidak hanya dijawab saat menjelang kematian tapi dalam menjalani proses kehidupan.

Lihat juga Khotbah Kristen Singkat Larilah dari Godaan
  March 03, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close