Cerita Lucu Inspiratif yang Bikin Ngakak tentang Anak SMA

Cerita Lucu Inspiratif yang Bikin Ngakak tentang Anak SMA

Kalau tidak berbuat salah, kenapa harus takut?

Cerita Lucu Inspiratif yang Bikin Ngakak tentang Anak SMA
Cerita Lucu Inspiratif yang Bikin Ngakak tentang Anak SMA

Cerita ini tentang tiga sahabat di sebuah SMA. Namanya, Yanto, Gandhi, dan Marten.
Yanto ini adalah anak yang baik-baik. Sementara kedua temannya, Gandhi dan Marten adalah anak-anak yang bisa dikatakan terkena penyakit "Kenakalan remaja", seperti merokok dan suka minum-minum.

SMA mereka termasuk sekolah yang terkenal nakal sehingga mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Salah satunya patroli keliling oleh polisi untuk menertibkan anak SMA yang keluyuran saat jam pelajaran.

Hari Senin pagi, ketiganya terlambat upacara. Jadi, mereka memutuskan untuk menyelinap masuk ke sekolah saat upacara sudah bubar.

Untuk menunggu upacara bubar, mereka diam di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari sekolah. Gandhi dan Marten sedang merokok sementara Yanto diam-diam cemas karena absen upacara.

"Polisi..." Seru Gandhi dengan nada pelan kepada temannya ketika melihat polisi yang berpatroli di sekitar mereka.

Mendengar itu, Marten siap-siap untuk kabur bersama Gandhi. "1, 2, 3. Lari!"

Tapi sebelum lari, keduanya kembali menoleh ke Yanto yang terlihat sangat tenang.

Gandhi: "Kok kamu gak takut sama sekali?"

Yanto: "Kan yang merokok kalian, saya gak punya salah. Kenapa harus takut?"

Marten: "Dasar lugu! Kamu di sini bersama kami itu adalah kesalahanmu."

Yanto berpikir sebentar mencerna kata-kata Marten dan... : "Iya juga ya?" 

Yanto yang tidak ingin reputasinya sebagai anak baik-baik rusak akibat bolos upacara dan kedapatan bergaul dengan Gandhi dan Marten yang terkenal nakal dan sedang merokok, langsung meninggalkan kedua temannya di garis depan.

Kedua temannya menyusul dengan tawa keras melihat Yanto yang panik karena belum terbiasa dengan situasi menegangkan seperti ini.

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.

Ketiganya diseret ke kantor sekolah dan harus hormat ke bendera yang telah dikibarkan selama 1 jam.

Yanto yang tak terima perlakuan tersebut semakin berhati-hati bergaul. Ia tidak mau lagi mendapat masalah dan ikut-ikutan dengan Gandhi dan Marten.

Tapi meskipun demikian, mereka tetap sahabat dan masih sering bersama, dengan satu prinsip, kedua temannya tidak sedang membahayakan reputasinya.

Waktu berlalu. Tak terasa mereka sudah tamat SMA dan semuanya sudah lulus. Beberapa bulan kemudian, mereka akhirnya kembali ke sekolah untuk mengambil ijazah yang telah dikejar selama 3 tahun ini.

Pagar sekolah masih tertutup karena sedang ada seminar. Ketiganya memutuskan untuk menunggu di rumah kosong itu lagi. Seperti biasanya, Gandhi dan Marten menunggu sambil menyalakan rokok.

Tiba-tiba...

"Polisi!.. Polisi!!" Teriak Yanto ketakutan dan panik yang membuat polisi yang sedang patroli menoleh dan bingung.

Kedua polisi tersebut masih menganga. "Itu bocah kenapa ya?"

"Kabur, kabur!" Perintah Yanto ke kedua temannya untuk buru-buru.

Gandhi dan Marten sangat kaget. "Emang kamu bawa narkoba?"

Yanto menoleh ke Gandhi dan Marten beberapa detik... "Narkoba?" 
Kemudian menoleh ke arah polisi yang masih menganga...
Dan melihat ke bawah dari sepatu sampai badannya... 

"Ternyata sudah tidak pakai seragam SMA ya?" Balas Yanto yang juga masih bingung melihat kedua temannya yang sempat kaget memikirkan kalau Yanto membawa narkoba.

"Kirain lo lebih berbahaya lagi! Senakal-nakalnya kami, kami tidak bisa sentuh narkoba." Seru Marten

Yanto: "Lo juga. Kok bisa pikir gue bawa narkoba?" 

Gandhi: "Lho, tadi lo bilang kabur-kabur! Itu kan adegan di film-film saat pengedar narkoba di grebek polisi. Kirain lo salah satunya."

Yanto: "Sialan lo! Gue gak akan pernah menghina prinsip gue Say no to drugs!"

Gandhi: "Benar bos! Selepas ini, kami juga sudah memutuskan untuk tidak merokok lagi."

Marten: "Kalau gak punya salah, kenapa harus takut?"

Ketiganya mengingat kembali kata-kata Yanto ketika SMA yang pernah dikejar polisi karena tidak mengikuti upacara.

Ada beberapa makna dan pesan moral yang dapat ditarik dari cerita inspirasi lucu di atas.

  1. Tidak bergaul dalam kumpulan yang dapat membahayakan keselamatan sendiri.
  2. Ketika kedapatan melakukan kesalahan, tidak saling menyalihkan, apalagi menyalahkan orang lain. It's your responsiblity.
  3. Tidak perlu takut kalau tidak melakukan kesalahan.

Pesan yang ketiga inilah yang akhirnya membuat kita sadar bahwa, kita tidak perlu takut kepada aturan selama kita tidak melanggarnya.

Banyak orang bertindak seperti "Preman" ketika melanggar aturan, tapi ketika ditangkap, mereka seperti pengecut yang tidak bisa berkutik. Karena mereka ada di posisi yang sama sekali tidak menguntungkan untuk membela diri.

Demikianlah salah satu cerita inspirasi lucu, semoga bermakna. Patuhi aturan!
Advertisement

Baca juga:

Apa Pendapatmu?
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!