Skip to main content

Novel Laskar Pelangi - Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Laskar Pelangi

Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Laskar Pelangi - Saat berbicara tentang novel di Indonesia, pasti kita tidak akan bisa melupakan Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel Indonesia yang sangat fenomenal sampai ke penjuru dunia dan berhasil menjadi salah satu novel terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Novel Laskar Pelangi - Sinopsis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Laskar Pelangi
Novel Laskar Pelangi - Sinopsis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Laskar Pelangi

Memang banyak sekali karya-karya Andrea Hirata yang menjadi populer dikalangan pecinta novel Indonesia. Seperti Laskar Pelangi ini. Kalau ditelusuri lagi, Novel Laskar Pelangi termasuk ke dalam tetralogi Laskar Pelangi yang berhubungan dengan Novel Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Hebatnya lagi, saking populernya dan bermanfaatnya novel Laskar Pelangi ini sehingga diterjamahkan ke dalam beberapa bahasa dan juga diangkat ke dalam film Laskar Pelangi. Termasuk bagian keduanya Sang Pemimpi.

Sedikit informasi tentang Novel Laskar Pelangi yang diadaptasi menjadi film pada tahun 2008. Film Laskar Pelangi diadaptasi menjadi film yang berjudul Laskar Pelangi dan digarap oleh sutradara Riri Riza. Para aktor yang menjadi member Laskar Pelangi adalah anak-anak asli Belitung.

Novel Laskar Pelangi


Penulis : Andrea Hirata
Bahasa : Indonesia
Genre : Sosial dan Pendidikan
Penerbit : Bentang Pustaka
Rilis: Tahun 2005
Jumlah Halaman : xiv, 529 halaman

Lihat juga Novel Laskar Pelangi Bab 1-34 Lengkap

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Laskar Pelangi


Novel Laskar Pelangi diawali dengan ketegangan yang terjadi saat penerimaan siswa oleh SD Muhammadiyah yang terancam tertutup jika siswa yang mendaftar tidak mencapai 10 murid. Saat itu, baru 9 orang murid yang mendaftar sehingga perasaan khawatir muncul dibenak setiap orang yang menunggu, baik Ibu Mus, Pak Harfan dan murid-murid yang 9 orang ini yang juga ditemani oleh orang tuanya.

Karena sudah tidak ada harapan lagi, Pak Harfan selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah dengan perasaan berat siap-siap membuat pidato penutupan sekolah. Namun syukurlah, target 10 murid baru tercapat sebelum pidato tersebut. Harun, seorang anak yang mentalnya kurang baik datang dan menjadi penyelaman kesembilan temannya tadi.

Petualangan berawal dari sini. Ibu Mus, sang guru ke 10 murid baru ini memberikan muridnya gelar Laskar Pelangi. Karena kesukaan mereka melihat pelangi.

Petualangan diceritakan secara runtut dari awal sampai akhir. Mulai dari sekolah di hari pertama sampai pada pekerjaan anggota Laskar Pelangi setelah bertemu kembali. Meskipun pada peristiwa hilangnya Florina diceritakan secara flashback. Namun bisa dikatakan, cerita tersebut hanya digunakan untuk memperkenalkan sosok gadis yang berjiwa anak laki-laki ini lebih dalam. Karena memang dibeberapa bab sebelumnya, karakter Flo memang sudah beberapa kali muncul dalam cerita.

Setidaknya ada beberapa kisah yang menjadi bahasan menarik dalam novel Laskar Pelangi. Seperti kisah cinta tokoh aku dan gadis penjual kapur tulis di toko kelontong, kisah sang jenius dari anggota Laskar Pelangi Lintang, Si Mahar sang seniman dari anggota Laskar Pelangi, dan perjalanan Mahar dan Flo bersama dengan organisasinya dalam menemui Tuk Bayan Tula.

Banyak cerita menarik yang diangkat oleh tokoh aku (Ikal) dalam novel Laskar Pelangi. Dan bisa dikatakan, novel Laskar Pelangi begitu jelas membawa perasaan dan imajinasi pembaca novel ke dalam suasana Belitung Timur dan aksen Melayu.

Unsur ekstrinsik novel Laskar Pelangi begitu dipengaruhi oleh keadaan penduduk sekitar di dalam novel. Mulai dari tema sosial, kehidupan anak-anak di sekolah dasar, kesenjangan sosial, kehidupan karyawan di pabrik timah.

Baca juga Sinopsis Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

Unsur Intrinsik Novel Laskar Pelangi


Tema yang diangkat dalam novel yang berjudul Laskar Pelangi ini memang secara garis besar menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam novel.

Alur novel Laskar Pelangi termasuk alur maju dimana cerita dimulai dari awal sampai akhir secara lurus.

Latar atau setting dalam Novel Laskar Pelangi lebih menonjolkan latar tempat pada bab-bab awal. Cara pengarang dalam menggambarkan latar tempat bisa dikatakan sangat lucu sekaligus menyedihkan jika dipikir secara mendalam. Namun dicerita-cerita selanjutnya, novel Laskar Pelangi juga sangat menonjolkan latar suasana, terbukti beberapa kali memberikan ketegangan.

Point of view atau sudut pandang novel Laskar Pelangi menggunakan sudut pandang orang pertama. Hal ini ditandai dengan cara pengarang mengisahkan ceritanya yang menggunakan kata aku yang diperankan oleh Ikal.

Tokoh dalam novel Laskar Pelangi juga digambarkan secara jelas oleh pengarang. Penokohan dilakukan secara langsung dengan menunjuk fisik tokoh dan menceritakan karakter tokoh dengan gaya tulisan yang benar-benar menarik.

Amanat dan pesan yang dapat dipelajari dari novel Laskar Pelangi memang sangat banyak. Bukan hanya ratusan kisah namun bisa dikatakan jutaan pelajaran bisa dipetik dari novel ini. Mulai dari pengalaman para tokoh yang berharga dan juga kegigihan dalam mengejar mimpi dan cita-cita.

Secara keseluruhan, gaya penulis novel Laskar Pelangi memang sangat asyik. Bisa membuat pembaca hanyut dalam ceritanya. Caranya mengungkapkan karakter tokoh dan juga menggambarkan suasana, tempat, dan suatu kejadian sangat menarik dan pastinya, novel Laskar Pelangi jauh dari kata membosankan.

Terakhir, novel Laskar Pelangi termasuk novel terlaris yang sampai hari ini masih direkomendasikan untuk dibaca, baik untuk anak-anak dan orang dewasa.

Lihat juga Novel Dilan 1991 Karya Pidi Baiq

Demikianlah novel Laskar Pelangi dan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Silahkan di analisis lebih lanjut ya. See you brother's and sister.
  January 28, 2019
Comment Policy: Tulis Komentar Anda Sesuai dengan Isi Artikel!
Buka Komentar
Tutup Komentar
close