Manfaat Menabung Sejak Dini Bisa Jadi Bekal Masa Depan

Manfaat Menabung Sejak Dini Bisa Jadi Bekal Masa Depan

Saya percaya bahwa manfaat menabung itu sangat banyak dan tak terhitung. Sejak memasuki sekolah dasar, baik di rumah maupun di sekolah, siswa selalu diajarkan untuk gemar menabung uang. Tujuan utamanya adalah agar kita menyisahkan uang jajan untuk dimasukkan ke dalam celengan. Karena itu, muncullah peribahasa "Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya."
Ternyata menabung sejak dini bermanfaat untuk bekal masa depan
Manfaat menabung sejak dini, bisa jadi bekal masa depan
Pixabay

Orang tua kita memang sangat tahu manfaat menabung karena itu mereka ingin kita pandai mengelola keuangan. Secara umum dampak menabung hanya ada 2, yaitu kehidupan setiap hari dan kehidupan di masa depan. Maksudnya gimana nih? Intinya menabung hari ini akan mengajarkan kita untuk menghargai uang dan di masa yang akan datang kita lebih siap dengan kondisi keuangan yang stabil.

Tujuan dan Manfaat Menabung


Agar lebih meyakinkan bahwa menabung itu memiliki segudang manfaat, saya akan memberikan beberapa contoh nyatanya agar kita lebih termotivasi untuk menabung. Langsung saja, berikut beberapa manfaat menabung yang seharusnya sudah ditanamkan sejak dini oleh orang tua terhadap anaknya.

1. Manfaat menabung untuk anak-anak


Bagi anak-anak, pasti tidak akan memahami manfaat menabung ini secara jelas. Karena itu, tugas orang tua untuk terus mendidik anaknya tentang hal ini agar si anak bisa memiliki bekal yang mantap dalam mengatur perencanaan keungan masa depan.

- Mengajarkan untuk hemat


Seperti ilustrasi pembuka di atas, sejak siswa kita diberikan uang jajan dan uang tersebut sebisa mungkin harus disisihkan untuk ditabung ke dalam celengan. Dengan demikian, kita jadi bisa belajar berhemat. Mungkin sebagian dari kita yang sudah dewasa dan sering dituntut untuk menabung sejak dini akan menjadikan itu sebagai beban. 

Tapi bagaimana dengan sekarang? Tahu kan manfaatnya? Dan tidak sedikit dari kita yang membaca artikel ini kecewa dan sedih karena tidak mendengarkan nasihat orang tua agar belajar menabung saat masih duduk di bangku sekolah dasar.


- Disiplin dan kerja keras


Ketika anak-anak sejak hari pertama diberi uang jajan, kita seharusnya sudah memberikan batas-batas yang harus dipatuhi, seperti jumlah yang harus disisihkan untuk celengan. Hal ini akan memberikan pelatihan kepada anak untuk disiplin dan kerja keras. 

Disiplin menyisihkan uang dan kerja keras untuk mengatasi setiap godaan untuk jajan secara berlebihan membuat anak lebih menghargai kehidupan dan siap untuk hidup sederhana.

- Bekal masa depan


Saya pernah mendengar kata-kata bijak dari Om saya: "Bagi kita yang tidak memiliki tanah dan uang untuk diwariskan kepada anak-anak, hanya bisa memastikan agar mereka dapat menuntut ilmu guna bekal di masa depan."

Hubungannya? Ketika orang tua membiasakan anak-anak sejak dini agar gemar menabung, kita secara langsung, sadar atau tidak, memberikan hikmat kepada mereka agar menghargai uang dan belajar menjadi bijak menggunakannya. 

2. Manfaat menabung untuk kehidupan


Menabung setiap harinya akan berdampak secara langsung terhadap kebiasaan dan pola hidup. Percayalah, dengan menabung kita akan menghadapi hal-hal yang terkadang sulit tapi ketika terlewati kita akan merasa puas karena itu. 

Langsung saja, berikut beberapa manfaat menabung yang sangat luar biasa terhadap kehidupan seseorang.

- Pandai membuat rencana


Manfaat menabung bagi kehidupan yang pertama adalah membuat seseorang pandai membuat rencana. Ketika kita dituntut untuk memberi makan celengan maka kita akan berlatih membuat rencana agar kebutuhan tetap terpenuhi sekalipun tuntutan tersebut kadang membuat kita terdesak.

- Membentuk karakter yang tangguh


Saya yakin bahwa menabung memiliki banyak sekali benefit (manfaat). Salah satu yang paling besar menurut saya dan tidak semua orang menyadarinya adalah membentuk karakter baja. Dengan giat menabung, kita akan belajar untuk menjadi lebih kuat dan tangguh menghadapi setiap masalah, termasuk masalah keuangan.

Saat kita menabung, kita belajar satu hal, yaitu bersabar. Tabungan tidak akan cepat penuh. Karena itu, benarlah pepatah yang mengatakan "Sedikit demi sedikit lama-lama jadi buntu." Maksud saya bukit.

Dengan demikian, kita lebih menghargai proses dari pada sekedar melihat hasilnya. Dalam proses inilah, terbentuk karakter yang tangguh dan siap menghadapi setiap kemungkinan di masa depan. Sekalipun keras, pasti akan lunak juga. Seperti tabungan, hari ini seribu rupiah maka tahun depan akan penuh dengan uang jutaan rupiah.

- Untuk masa depan


Saya pernah membaca artikel keuangan yang cukup menggelitik, "Uang bukanlah segalanya tapi segala sesuatu membutuhkan uang." Genarasi milenial di zaman modern ini hidup dengan kecepatan yang penuh dan serba praktis dan banyak hal yang harus dibeli karena kata gratis sudah tidak berlaku disebagian besar tempat di dunia ini.

Mereka yang punya tabungan di bank atau memiliki invsestasi seperti emas dan tanah pastinya lebih percaya diri dan siap menghadapi masa depan yang masih tanda tanya. Just believe it and save your money for the future!

- Dana darurat


Kakak saya pernah menganut ideologi keuangan yang di dapat dari bosnya yang mengatakan bahwa uang tidak dibawa mati dan harta yang kita punya tidak lebih dari yang kita gunakan sekarang ini. Rumah dan tabungan di bank bukanlah milik kita karena ketika kita mati maka itu akan ditinggalkan untuk orang lain, syukur kalau anak kita.

Pendapat di atas memang ada benarnya. Tapi tabungan itu tetap perlu. Bagaimana kalau kita sakit dan belum mati? Wah, pasti itu akan membuat kita dan keluarga akan kewalahan. Jadi, jangan pernah menganggap remeh pentingnya tabungan.

Pernah dengar biaya tak terduga dalam rapat anggaran suatu organisasi? Seperti itulah fungsi dan tujuan dari tabungan. Sebagai salah satu cara mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga di hari esok.

Karena itu, tabungan, investasi dan asuransi adalah ketiga hal yang akan membuat kehidupan lebih siap dan mapan secara finansial di tahun yang akan datang. Tanpa dana darurat, kita akan sulit bertahan ketika dilanda masalah.

- Fokus pada tujuan


Guru agama di sekolah saya pernah mengatakan bahwa ia lebih mudah menabung jika membuat tujuan untuk menabung. Misalnya menabung untuk liburan atau membeli barang elektronik akan membuatnya bersemangat dalam mengisi setiap celengan yang tersedia.

Yups! Kebanyakan orang gagal menabung karena sulit untuk fokus. Dengan memiliki tujuan, maka fokus pada target akan lebih mudah. Fokus pada sasaran dan jangan melesat, menabung dengan tujuan akan membuat kita rajin dan rutin menabung.

Kesimpulan


Sejak dini anak-anak sudah harus diajarkan untuk menabung dan mengatur uang dengan baik dan benar. Bisa dikatakan, menabung sejak masih sekolah memberikan 2 manfaat, yaitu bekal pelajaran dan uang itu sendiri.

Menabung yang sesungguhnya adalah ketika kita menghargai hal-hal kecil dan melakukannya secara rutin. Mungkin kita akan merasa terbebani dan takut menghadapi kenyataan karena menyimpan uang ke dalam celengan kalau-kalau tidak bisa memenuhi setiap keinginan. 

Tapi ketika kita sudah terbiasa maka hasilnya akan lebih luar biasa. Kita akan lebih menghargai hidup dan setiap proses di dalam hidup ini. Uang bukan segalanya tapi memiliki tabungan itu perlu.

Kita tidak akan rugi karena menabung. Yang perlu diperhatikan saat menabung adalah menabung di tempat yang aman. Jika dicelengan pastikan mudah dibawa dan tersembunyi. Jika di bank juga pahami resiko dan mekanismenya. Cara menabung dari saya adalah jadikanlah tabungan sebagai investasi dan aset yang berharga di masa depan.

Itulah beberapa manfaat menabung. Segera praktekkan mulai sekarang dan rasakan sendiri manfaatnya yang besar di masa depan nanti. Jangan lupa, saving yout money!
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!