Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Dengan Komitmen Yang Teguh

Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Dengan Komitmen Yang Teguh

Setia Sampai Akhir merupakan salah satu khotbah Kristen yang selalu menarik dan dapat membuat mata berbinar-binar. Coba renungkan apakah kita benar-benar sudah siap mengikut Tuhan? Karena mengikut Yesus adalah sebuah komitmen yang harus dipegang teguh sampai akhir.
renungan setia mengikut Tuhan sampai akhir dengan komitmen
Setia mengikut Tuhan sampai akhir - pixabay

Setia Sampai Akhir


Tema khotbah kita hari ini tentang "Setia Mengikut Tuhan Dengan Komitmen Yang Teguh."

Bahan bacaan Lukas 14:25-35 

Lembaga Alkitab memberikan judul "Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus."

Setia mengikut Tuhan sampai akhir dengan komitmen yang teguh. Kesetiaan adalah sebuah harga yang mahal dan tidak hadir hanya karena satu persoalan. Karena mencari orang yang benar-benar setia itu sulit, setiap orang dituntut untuk menjaga kesetiaan yang ditujukan kepadanya. 

Tapi apakah arti setia itu?

Setia adalah berpegang teguh pada janji.

Mengapa kita perlu setia kepada Tuhan?

Saya yakin tidak seorang pun ingin menjadi hamba yang setia jika tidak mengharapkan sesuatu. Imbalan.

Apa untungnya bagi kita?

Orang yang setia dan taat kepada Tuhan menerima lebih dari apapun yang ada di dalam dunia, mereka memegang janji Tuhan tentang kehidupan yang kekal.

Bagaimana cara mengikut Tuhan?


Mengikut Tuhan adalah sebuah komitmen, bukan sekedar pengakuan: "Saya setia kepada Tuhan!" Yang belum apa-apa sudah meninggalkan Tuhan. Murtad.

1. Mengasihi dan mengutamakan Yesus di atas segala-galanya


Ayat 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudara laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

Bukan berarti kita harus benar-benar membenci setiap orang agar bisa datang menghadap tahta Bapa, tapi lebih kepada prioritas. Setia kepada Tuhan berarti mengasihi dan mengutaman Yesus dari apapun juga di dalam dunia ini.

Bagaimana memprioritaskan Tuhan Yesus dalam hidup tanpa membenci keluarga? Salah satu cara sederhananya dengan melayani keluarga dengan sepenuh hati. Jangan kita beralasan ingin mengasihi Tuhan tapi tidak melayani sesama.

2. Melepaskan segala milik dan harta


Dalam ayat 27 "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak menjadi murid-Ku."

Mengikut Tuhan bukanlah perkara yang gampang. Hal ini diungkapkan Yesus dalam ayat 28 sampai 32, di mana Ia seolah-olah ingin mengingatkan kita untuk berhitung-hitung sebelum memutuskan untuk mengikut-Nya. 

Karena mengikut Tuhan adalah suatu komitmen dan janji yang harus dipegang. Banyak hal yang akan dihadapi, termasuk masalah dan penganiayaan. Jika kita belum siap dengan konsekuensi tersebut maka kemungkinan besar keputusan mengikut Tuhan tidak akan sampai pada akhir. 

Saya pernah mendengar khotbah Kristen dimana Pelayan Firman mengajukan pertanyaan: "Seberapa besarkah kesetiaan kita kepada Tuhan?"

Ukuran kesetiaan terhadap Tuhan tidak dapat diukur dari besarnya pelayanan yang kita beri. Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut TuhanYesus artinya sepenuh hati bekerja di ladang Tuhan. Mencurahkan semua yang kita miliki, baik talenta maupun harta. Tanpa hitung-hitungan dan tanpa kuatir.

Yesus memanggil murid-murid-Nya dan murid-murid tersebut meninggalkan segala sesuatunya dan mengikut Tuhan. Hal ini sama saat kita memutuskan mengikut Tuhan dengan setia, kita siap kehilangan pekerjaan dan meninggalkan cara hidup yang tidak berkenan dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Bukan sebaliknya, meninggalkan Tuhan demi jabatan.

3. Tidak menoleh ke belakang


Lukas 9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Saat terjun ke dalam pelayanan, orang yang benar-benar setia tidak akan kuatir dengan semua keringat yang mereka keluarkan untuk itu. Mengikut Tuhan harus sepenuh hati dan tidak boleh setengah-setengah.

Mungkin kita berpikir, Tuhan aku telah melakukan banyak pekerjaan untuk umat-Mu, banyak hal telah kutinggalkan untuk pelayanan ini. Apakah yang akan aku dapatkan? Setia mengikut Tuhan adalah sebuah pelayanan karena kerinduan untuk menyatakan kasih dan berkat Tuhan.

Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir 


Keputusan mengikut Tuhan adalah sebuah komitmen besar dalam hidup yang harus dipegang teguh. Sebuah kontrak telah ditandatangani. Tidak boleh mundur dengan alasan apapun. Ketika kita melanggar maka tepatlah ayat 34 dan 35: 

34 "Garam memang baik, tetapi jika garam sudah tawar, dengan apakah ia diasinkan?
35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Mengikut Yesus dengan setia artinya kita harus siap memberikan waktu dan apa yang kita punya untuk kemuliaan Tuhan. Memberi dengan sepenuh hati tanpa syarat apapun. Karena Tuhan Yesus tetap setia mengasihi kita sampai akhir.


Orang yang setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan yang kekal dari Allah. Setia mengikut Tuhan sampai akhir dengan komitmen yang teguh memang tidak mudah, tapi percayalah, Tuhan memampukan setiap orang yang telah dipilih-Nya dalam suatu pelayanan. Amin.

Sudahkah kita setia terhadap Tuhan dengan sepenuh hati? Intinya, berserahlah kepada Tuhan dengan selalu berusaha berkenan kepada-Nya. Tetap setia sampai akhir, Jesus bless you! 
Advertisement

Baca juga:

Apa Pendapatmu?
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!