Kata-kata Bijak Bung Karno, Proklamator Sang Inspirator

Kata-kata Bijak Bung Karno, Proklamator Sang Inspirator

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Karno? Proklamator kemerdekaan dan Presiden I RI ini terkenal bukan hanya di Indonesia tapi sampai ke negara-negara lain. Bung Karno terkenal sebagai sosok yang berkharisma. 
kumpulan kata-kata bijak bung karno lengkap
Kata-kata Bijak Bung Karno, Proklamator Sang Inspirator
daerah.sindonews.com

Salah satu bukti dari keahliannya dalam memimpin suatu bangsa adalah kemampuannya membakar semangat juang bangsa Indonesia. Kepiawaiannya dalam berorasi tidak perlu diragukan lagi. Bahkan para generasi milenials saat ini masih banyak mewarisi dan merasakan semangat menggelegar dalam diri Soekarno.

Banyak kata-kata bijak Bung Karno yang berhasil mengguncang dunia dan membuat merinding mereka yang mendengarnya. Dan tidak sedikit kata-kata inspiratifnya yang dikutip oleh motivator-motivator untuk memacu keberanian dan semangat pemuda, baik dalam dunia pendidikan maupun kepemimpinan.

Kumpulan Kata-Kata Bijak Soekarno


Berikut kata-kata bijak Bung Karno yang masih melekat di hati pemuda pemudi bangsa Indonesia sampai hari ini.

kata-kata bijak bung karno untuk pemuda dan kepemimpinan
Kata-kata bijak Bung Karno - Biografiku.com

  1. "Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
  2. “Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa, kalau bukan bangsa itu sendiri.”
  3. “Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.”
  4. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : 'Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim'. ”Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya.”
  5. “Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaaan yang sehat.”
  6. “Gapailah ambisi Anda setinggi langit! Mimpikan ambisi Anda itu setinggi langit! Karena jika Anda jatuh, Anda akan jatuh di antara bintang-bintang!”
  7. “Kalau pemuda sudah berumur 21 tahun sampai 22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.”
  8. “Dimana perbudakan berada, di sana tidak ada kebebasan; dan dimana kebebasan berada, perbudakan pun tidak ada.”
  9. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”
  10. “Saya benci imperialisme. Saya membenci kolonialisme. Dan saya takut konsekuensi perjuangan terakhir mereka untuk hidup. Kami bertekad, bahwa bangsa kami, dan dunia secara keseluruhan, tidak akan menjadi tempat bermain dari satu sudut kecil dunia.”
  11. “Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia Merdeka itulah Kapal Persatuan adanya.”
  12. “Nasionalisme tidak bisa berbunga jika tidak tumbuh di taman internasionalisme.”
  13. “Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia”
  14. "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."
  15. “Kita hidup dalam dunia ketakutan. Kehidupan manusia saat ini berkarat dan terasa pahit karena ketakutan akan masa depan, takut akan bom hidrogen, takut akan ideologi. Mungkin ketakutan ini adalah bahaya yang lebih besar daripada bahaya itu sendiri, karena ketakutanlah yang mendorong manusia untuk bertindak bodoh untuk bertindak tanpa berpikir, untuk bertindak berbahaya.”
  16. “Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin."
  17. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
  18. “Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”
  19. "Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun."
  20. Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!”
  21. "Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer."
  22. “Revolusi hanya benar-benar revolusi jika ini adalah perjuangan terus-menerus – bukan hanya perjuangan eksternal melawan musuh, tapi perjuangan batin, berjuang dan menundukkan semua aspek negatif yang menghambat atau merusak jalannya revolusi. Dalam pencerahan ini, revolusi adalah... sebuah simfoni kemenangan atas musuh dan diri sendiri.”
  23. “Kemerdekaan hanya bisa diperoleh dan diamankan oleh sebuah bangsa yang semangatnya mengamuk dengan tekad: Merdeka atau Mati!”
  24. "Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong."
  25. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."
  26. "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya."
  27. "Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."
  28. “Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya.”
  29. "Perjuangan-perjuangan membawa kesulitan-kesulitan. Perjuangan besar tidak hanya menuntut pengalaman tetapi juga menuntut keberanian."
  30. "Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."
  31. "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita."
  32. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak."
  33. “Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”
  34. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang."
  35. “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.”
  36. Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.
  37. “Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!”
  38. "Bercita-citalah setinggi langit yang ada di angkasa, ketika kau tidak mampu menggapainya, kau akan jatuh di antara bintang-bintang."
  39. "Pengalaman adalah guru, adalah pedoman, adalah kemudi yang sangat berharga. Pengalaman yang tidak di perhatikan akan menghantam roboh kita sendiri."
  40. “Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatera, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya, tapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional.”
  41. "Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?"
  42. "Siapa yang menentang gelombang lautan, ia akan lenyap, binasa oleh datangnya tenaga lautan itu sendiri."
  43. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat Elang Rajawali."
  44. "Semua Manusia dilahirkan sama dan bahwa tiap Manusia itu di beri oleh Tuhan beberapa hak yang tak dapat dirampas, yaitu hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan."
  45. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."
  46. "Sesuatu Bangsa tidak dapat hidup sempurna, kalau sebagian daerahnya merdeka dan sebagian daerahnya lagi di perbudak orang.
  47. “Saya terpesona oleh revolusi. Saya benar-benar terserap olehnya. Saya gila, terobsesi oleh romantisme. Revolusi melonjak, berkedip, guntur hampir di setiap penjuru bumi. Saudara-saudara, teruslah mengipasi kobaran api, tetap semangat. Mari kita menjadi kayu bakar yang memberi makan api, semangat revolusi.”
  48. "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat."
  49. "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."
  50. "Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram."
  51. "Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!"
  52. “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!”

*Dikutip dari berbagai kumpulan sumber

Kata-kata bijak Soekarno memang keren dan bisa membakar semangat. Dari sekian banyak kata-katanya, ini yang paling saya suka:

"Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa, kalau bukan bangsa itu sendiri." - Soekarno

Baca juga Kata-kata Bijak Bung Karno Tentang Pemuda Yang Dapat Mengguncang Dunia

Demikianlah artikel tentang kata-kata bijak Bung Karno, Proklamor Sang Inspirator dari Bangsa Indonesia. Merdeka!
Advertisement

Baca juga:

Tingglakan Komentar
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!