Danau Matano, Sekilas Tentang Sejarah dan Keindahan Alamnya

Danau Matano, Sekilas Tentang Sejarah dan Keindahan Alamnya

Danau Matano menjadi salah satu obyek wisata menarik di Luwu Timur. Terletak di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. Selain ikan-ikan, air biru yang jernih, dan pegunungan verbeck nan hijau yang terbentang mengitari danau, juga terdapat berbagai keunikan misteri dan sejarah di danau ini yang menjadikannya salah satu pilihan berpelesir terbaik di Luwu Timur.
Danau Matano Obyek Wisata Menarik di Luwu Timur
Gambar Keindahan Danau Matano -  Pegipegi.com

Sekilas tentang Danau Matano


Dikutip dari Wikipedia, Danau Matano merupakan danau tektonik dengan ukuran panjang 28 kilometer dan lebar 8 km. Danau dengan luas 164,1 km² ini memiliki kedalaman 590 meter (1.969 kaki) dengan predikat danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam ke delapan di dunia.

Sumber lain mengatakan bahwa danau Matano terdalam ke-12 di dunia. But that's not important right now. Kita akan membahas salah satu destinasi wisata menarik di Luwu Timur ini, bahkan di Sulawesi Selatan sendiri.
Intinya, Danau Matano adalah danau terdalam di Indonesia disusul oleh Danau Toba, Sumatera Utara dengan kedalaman 505 meter (1.657 kaki).

Ada banyak kisah menarik dan tentang Danau Matano, mulai dari kedalamannya, misteri ikan-ikan purba yang terdapat di dalamnya, Gua Tengkorak sampai penemuan benda-benda kuno di danau Matano. Dan menariknya, terdapat juga flora dan fauna endemik yang hanya ada di danau ini.

Keunikan-keunikan Danau Matano selain ditemukannya berbagai macam benda peninggalan sejarah yang dapat menjadi obyek wisata, juga pemandangan alamnya sangat menakjubkan, baik di dalam danau maupun di sekitarnya. Seperti air terjun Mata Buntu dan Bura-bura.

Menurut sejarah, danau Matano terbentuk dari patahan (strike-slip fault) akibat aktivitas tektonik yang terjadi di zaman pleosen sekitar 1-4 juta tahun yang lalu.

Lihat juga Pantai Lemo Luwu Timur, Obyek Wisata Keren Yang Wajib Dikunjungi

Danau Matano Sorowako


Perjalanan sepanjang Malili-Sorowako yang cukup sepi dan kadang bertemu dengan mobil proyek PT. Vale menjadi beberapa hal yang menarik sebelum mencapai Danau Matano. Jika diakses dari Malili, Ibukota Luwu Timur, jaraknya masih sekitar 60km untuk sampai di dermaga penyeberangan perahu Sorowako-Nuha.

Lalulintas perdagangan di dermaga ini sangat padat. Bongkar muat barang dan antrian katinti (perahu kecil) dan perahu rakit penyeberangan (raft), mengangkut penumpang sangat sibuk. 

Yups! Danau Matano menjadi salah satu jalan favorit warga dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah dan sebaliknya. Pada umumnya, penyeberangan danau Matano ini digunakan oleh masyarakat yang ingin pergi ke Morowali.

gambar danau Matano Sorowako Nuha
Penyeberangan Danau Matano Sorowako Nuha

Biaya satu kali menyeberang untuk motor di danau Matano ini sekitar Rp70.000,-  sedangkan untuk mobil sekitar Rp300.000,- (29 Mei 2017). Kelihatannya aja dekat, namun waktu perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai di seberang pulau, baik menggunakan perahu yang besar maupun yang kecil. 

Dari atap raft kita bisa menikmati indahnya pegunungan verbeck dan birunya air danau yang jernih. Untuk ombak sendiri, saat kami menyeberang cukup tenang sehingga bisa menikmati indahnya danau Matano.

Danau Matano juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sekitar danau. Baik sebagai nelayan maupun sebagai pengemudi dan penyedia raft untuk penyeberangan maupun untuk disewa oleh wisatawan.

Untuk rute, fasilitas, tidak perlu khawatir. Wisatawan yang berlibur ke danau Matano akan dimanjakan dengan keindahan alamnya dan pastinya, biaya murah.
Semoga Danau Matano ini tetap terjaga kelestariannya dan tetap menjadi destinasi wisata populer di Luwu Timur dan Sulawesi Selatan. Go celebes!
Advertisement

Baca juga:

Apa Pendapatmu?
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!