Tips Keuangan Bebas Masalah Finansial Untuk Generasi Milenial

Tips Keuangan Bebas Masalah Finansial Untuk Generasi Milenial

Seberapa pentingkah cerdas mengelola keuangan bagi generasi milenial? Sangan penting! Jika tidak, maka terimalah masalah finansial di kemudian hari. Artikel tips keuangan ini bertujuan agar para pemuda di era ini dapat terbebas dari kekurangan uang.
Tips Mengeloa Keuangan Bebas Masalah Finansial Untuk Generasi Milenial
Tips Keuangan Bebas Masalah Finansial Untuk Generasi Milenial
pixabay

Generasi milenial hidup di era teknologi modern di mana tidak lagi sulit mendapatkan uang. Namun masalah baru muncul. Selain bisa menghasilkan uang di mana-mana lebih mudah lagi menghabiskan uang yang telah diperoleh.

Jika hal ini terjadi secara terus menerus akan menjadi lingkaran setan dimana kita tidak akan mudah keluar di dari dalamnya. Ujung-ujungnya, masalah finansial di masa yang akan datang lebih besar.

Menghindari resiko ini secara dini dapat dilakukan dengan belajar mengelola keuangan pribadi sendiri dengan membaca tulisan-tulisan seputar tips keuangan.

Cara Mengatur Keuangan Agar Merdeka Secara Finansial


Pasti Anda tidak ingin keuangan keluarga Anda menjadi terpuruk. Karena itu, sebagai generasi milenial yang peduli tentang masa depan yang lebih cerah, saya akan memberikan beberapa tips mengatur keuangan di bawah ini.

1. Bekerja keras


Mungkin kamu berpikir apa hubungannya bebas finansial dan kerja keras? Justru hari ini adalah hari yang tepat untuk para milenials dalam mencari uang.

Deddy Corbuzier dalam video di channel youtube miliknya tentang "Rahasia Keturunan Tionghoa Lebih Sukses" mengatakan bahwa kerja itu tidak hitungan. Kita kerja semampu kita dengan tujuan untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Jadi tidak ada kerja hitung-hitungan waktu.

Karena kita masih mudahlah maka kita harus bekerja keras. Bukan kah akan lebih sulit untuk bergerak saat sudah tua? Sukses finansial di usia 25 tahun bukan lagi hal baru bagi pemuda zaman now. Karena itu milikilah etos seperti Presiden Jokowi, kerja, kerja dan kerja.

Tapi ingat hal penting ini! Kerja keras bukan hanya untuk mendapatkan uang tapi untuk mencari pengalaman dan pengetahuan.

Jack Ma, Founder dari Alibaba mengatakan bahwa generasi muda tidak boleh takut melakukan kesalahan. Karena setiap kesalahan merupakan investasi yang berharga di masa depan.

Kerja keraslah selagi masih sanggup bergerak dan jangan lupakan tentang kerja cerdas. Otak dapat mengalahkan otot tapi otak saja tidak cukup. Kecuali satu hal ini. Di kesempatan lain pasti kita akan membahas tentang the power of brain ini.

2. Manajemen penghasilan


Saya pernah membaca artikel seputar tips keuangan yang cukup lucu. Adminnya bertanya: "Tidak mau kan gaji habis di awal bulan?" Yang kemudian dilanjutkan dengan pepatah "gaji hanya numpang lewat di rekening."

Jangan sampai uang hasil kerja sebulan langsung ludes ketika hari pertama gajian. Karena itu, sangat penting untuk dapat memanajemen keuangan pribadi bagi para generasi finansial.

Baca juga Cara Atur Keuangan Ala Anak Kos

Bukan orang lain, bukan keluarga kamu yang akan mengaturnya untukmu. Kalau bukan kamu sendiri yang mengelola keuangan, siapa lagi?

Cerdas mengelola keuangan memang membutuhkan strategi finansial dan mampu menahan diri dari setiap godaan. Contohnya dengan membuat 2 rekening. Satu untuk tabungan dan satu lagi untuk keperluan setiap harinya. Pastikan rekening tabungan tidak terhubung dengan SMS Banking atau pun Internet Banking. Alasannya? Supaya tidak tergoda untuk menggunakannya.

Lihat juga Cara Daftar Internet Banking BRI dan Kelebihannya

3. Strategi finansial


Teknik bebas masalah finansial yang telah terbukti adalah dengan menabung, aset dan investasi. Berbeda lho antara aset dan investasi.

Aset adalah sesuatu yang memiliki nilai tukar sedangkan investasi adalah penanaman modal atau uang dengan tujuan memperoleh keuntungan. (Sumber KBBI)

Mana yang lebih baik? Keduanya sama baiknya dan aset bisa dikategorikan sebagai investasi tapi bisa juga tidak, tergantung tujuannya. Memiliki aset pasti akan lebih berharga di masa depan. Berbeda dengan investasi.

Investasi seperti menanam modal ke dalam suatu perusahaan atau membeli barang seperti emas (aset) pastinya memiliki resiko. Bisa rugi bisa untung.

Belajarlah tips-tips investasi dan apa yang harus diinvestasi yang cocok di masa depan dan tidak menyiksa hari ini.

Karena itu, selain investasi yang paling penting adalah memiliki aset. Aset itu bukan hanya berupa barang tapi juga yang tidak terpikirkan oleh sebagian orang, yaitu skill

Baca juga Manfaat Menabung Bagi Pelajar, wajib bagi generasi milenials yang ingin bebas masalah finansial di kemudian hari.

Tanpa kemampuan berinvestasi, aset pun akan sulit didapatkan. Karena itu selalu belajar meningkatkan daya saing dan milikilah investasi yang dapat ditukarkan saat sedang menghadapi masalah finansial.

Kunci dari aset adalah bisa bekerja untuk menghasilkan sesuatu sendiri, termasuk menghasilkan produk investasi yang menjanjikan.

Hal-hal Yang Perlu Dihindari Untuk Mengurangi Resiko Masalah Keuangan


Jangan menyesal karena tidak dapat mengelola keuangan. Kamu bisa kok mulai dari sekarang dan memiliki tabungan dan bebas masalah finansial di masa depan.

Berikut tips-tips sederhana untuk meminimalisir masalah keuangan sejak dini yang wajib diterapkan oleh generasi milenial.

1. Kurangi nonton banyak belajar


Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk menonton layar setiap harinya? Hidup di era sekarang bagi generasi milenial memang tidak akan lepas dari kecanggihan teknologi. Tapi jangan sampai itu semua menjadikan kita sebagai penonton. Nonton youtubelah, filmlah, sinetronlah, kapan kamu yang ditonton?

Saya tidak mengatakan jangan menonton, hanya kurangi saja. Jangan membuang-buang waktu untuk hal yang tak perlu. 

Lebih baik belajar hal-hal baru yang sulit dari pada terpaku pada nasib dan berharap akan ada orang yang datang mengubahnya.

Baca juga tips Cara Hemat Listrik Agar Pembayaran Murah

2. Jangan malas


Pemuda Jaman Now atau pemuda masa sekarang sebenarnya sudah tidak hidup di era kemalasan lagi seperti nonton tv atau tidur di siang hari. 

Mereka sudah rajin, tapi kadang kerajinan mereka tidak menghasilkan. Mobilitas yang tinggi generasi milenial bukan berarti mereka akan bebas masalah finansial. Why? Karena banyak yang tidak punya tujuan yang jelas.

Sok sibuk atau benar-benar sibuk? Lebih banyak yang memiliki kesibukan tidak tertarget. Misalnya main game sepanjang hari. Sebagian berpendapat bahwa itu bukanlah kemasalan tapi kerja keras. Maybe, but itu sama sekali tidak tepat sasaran. Kecuali jika kamu bisa menghasilkan uang dari game online, kenapa tidak?

Intinya jangan pernah malas. Banyak orang yang mau belajar hal-hal baru tapi tidak ingin ribet. Misalnya mau menjadi youtuber tapi langsung bertanya penghasilan. Mau jadi blogger sukses tapi tidak mau belajar tentang dunia blogging dan SEO. 

Mengapa demikian?

Karena pola pikir sebagian generasi milenial dipengaruhi oleh internet yang serba cepat dan instan. Padahal untuk membangun aset yang menghasilkan itu butuh kerja keras dan ketekunan. 

Belajar pelajaran yang baru bagi generasi milenials yang ingin sukses adalah sebuah challenge yang harus dihadapi. Trik belajarnya yang harus diubah agar lebih asyik. 

Cara terbaik mengatasi kemalasan adalah dengan penuh semangat. Dan hindari pola pikir instan untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

3. Ukur penghasilan


"Besar pasak dari pada tiang." Artinya kamu mengeluarkan uang lebih banyak dari pada yang mampu kamu dapatkan. Itu sangat parah. 

Banyak orang yang menghambur-hamburkan uang karena berharap gaji bulan depan. Dalam tipsnya, Deddy Corbuzier lebih menyarankan untuk menabung lebih banyak dari pada mengikuti gaya hidup mewah.

Hal-hal seperti rokok dan ngopi sudah harus dikurangi mulai sekarang jika ingin kehidupan yang lebiih cerah di masa depan. 

Tipsnya, jangan berhutang atau paling tidak kurangi cicilan. Berhenti mengharapkan gaji bulan depan karena pasti uang tersebut juga digunakan untuk keperluan yang lain.

Sebenarnya bukan gaji juga yang kurang tapi cara memanajemen keuangan yang salah dan tidak tepat. Karena itu, kita masih hidup dalam kekurangan uang sampai detik ini.

4. Cerdas bersenang-senang


"Orang yang benar-benar punya tidak akan berlagak seperti orang gak punya." - Bob Sadino

Mari kita lihat beberapa kehidupan orang yang benar-benar sukses dan kaya raya dalam hidupnya. Mark Zuckerberg CEO Facebook, Bill Gates Founder Microsoft, Warrend Buffet, Jack Ma, Bob Sadino, mereka lebih senang menginspirasi dari pada gergaya hidup mewah sekalipun mereka mampu untuk itu.

Kita harus bersenang-senang. Tapi semua itu harus cerdas dan jangan juga pelit ya :)

Hidup bahagia bisa didapatkan dari mana saja, bukan hanya karena uang berlimpah. Bahkan ada yang bersenang-senang dalam pekerjaannya yang berat. Itulah kebahagiaan sejati.

Saat mentraktir orang kamu jangan sampai dimanfaatkan. Keluarkan uang untuk bersenang-senang yang cerdas. Caranya? Dengan tidak boros.

5. Membeli berdasarkan kebutuhan


"Ada diskon nih, beli 2 sepatu sport gratis 1 tas futsal. Buruan beli!" Bijak dengan diskon dan saat menghadapi promosi.

Banyak orang yang membeli barang karena melihat sesuatu yang murah, katanya sayang kalau tidak dibeli. Padahal barang tersebut belum dibutuhkan.

Satu masalah lagi yang menyebabkan seseorang boros adalah faktor gengsi. Keinginan untuk dipuji atau hanya untuk pamer, kita membeli barang yang sebenarnya bukan prioritas utama dan juga tidak tepat sasaran.

Percayalah tips keuangan terbaik sampai hari ini yang tidak pernah ketinggalan zaman adalah berbelanja sesuai dengan kebutuhan, bukan karena keinginan.

6. Jadilah pengusaha


Salah satu quotes terbaik dari Bob Sadino menurut saya adalah "Untuk mengurangi pengangguran, jadilah entrepreneur."

Jika hari ini kita belum dapat kerja, lamaran ditolak di mana-mana, mengapa tidak mengambil resiko besar aja dengan membangun usaha sendiri?

Agar bebas problema finansial di masa yang akan datang, maka memiliki usaha sendiri adalah jalan yang terbaik. Tapi bagaimana caranya? Ciptakan peluang!

Ada orang yang berusaha tapi masih mengharapkan bantuan orang lain. Mereka menyebar ide mereka agar orang percaya. But why you don't proof? Kenapa kamu tidak buktikan sendiri? Karena mereka malas.

Menjadi seorang pengusaha butuh etos kerja dan tidak akan membiarkan matanya tertutup, "tidak tidur" sampai semua tujuan benar-benar tercapai.
Realistislah dalam memulai suatu usaha. Tapi yang lebih penting adalah berani bermimpi. Jika belum coba, gimana mau tahu rasanya? Beranilah dan katakan tidak pada kemalasan.

Sebelum tahun 2018 ini berakhir, bekerjalah sehebat mungkin! Buatlah resolusi di tahun 2019. Ingat, tingkat persaingan dan pasar bebas semakin nyata. Agar tidak terpuruk kita harus terus bergerak dan belajar seiap saat. 

Demikianlah artikel tentang Tips Keuangan Bebas Masalah Finansial Untuk Generasi Milenial. Semoga bermanfaat.
Advertisement

Baca juga:

Tingglakan Komentar
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!