Rute Perjalanan Menuju Ke Morowali

Rute Perjalanan Menuju Ke Morowali

Mau tahu jalan menuju Morowali? Tepat sekali! Hari ini, saya akan bercerita seputar perjalanan menyusur Morowali, Sulawesi Tengah dari Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa rute jalur darat menuju ke Morowali dari Masamba, tapi perjalanan ini melalui rute Danau Matano, Soroako - Nuha dengan alasan lebih umum saat itu.

Pemandangan Indah Rute Jalan Menuju Morowali, Singgah di Puncak
Jalan Menuju Morowali, Sulawesi Tengah - Puncak Indah Morowali

Perjalanan dari Luwu Utara ke Morowali, Sulteng


Setelah menghabiskan 3 tahun duduk di bangku sekolah menengah atas, akhirnya lulus juga. Dalam masa tenggang tersebut, saya mendapat tawaran untuk jalan-jalan ke Morowali, Sulawesi Tengah. Wow! This is the best idea untuk menghabiskan waktu liburan sebelum lanjut ke university.

Bisa dikatakan, ini adalah perjalanan pertama saya meninggalkan desa dan pergi ke tempat yang cukup jauh. Ternyata jarak Morowali tidak sejauh yang terpikirkan. Saat ini, lebih ramai dari pada beberapa tahun silam (Saat perjalanan pertama ke Morowali).

Lihat juga 15 Rekomendasi Tempat Wisata Toraja Terbaik dan Terpopuler

Rute Perjalanan dari Luwu Utara ke Morowali, Sulawesi Tengah


Rute perjalanan yang akan kami lalui dari Sulawesi Selatan ke Morowali adalah Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur (Nuha), Morowali Utara, dan Morowali (Bahodopi).

1.  Start dari Kabupaten Luwu Utara

- Kecamatan Baebunta

Berdoa sebelum berangkat!

Perjalanan menyusur Morowali dimulai dari Kecamatan Baebunta tepatnya di desa Mukti Tama pada pukul 05.30 pagi (29 Mei 2017) dalam keadaan cuaca yang mendung dan sepertinya akan turun hujan.

- Kecamatan Masamba

Setelah beberapa menit dari Baebunta kami sampai di Ibukota Luwu Utara, Masamba. Memang jaraknya tidak terlalu jauh dan langsung berbatasan antara kecamatan Baebunta dengan Kecamatan Masamba yang adalah ikon Luwu Utara.

- Kecamatan Mappedeceng

Melewati Kecamatan Mappadeceng dalam beberapa menit.

- Kecamatan Sukamaju

Benar saja, sampai di Sukamaju, hujan sudah mulai redah. Kami singgah di salah satu warung untuk menunggu hujan redah. Perjalanan kami ke Morowali bertepatan dengan bulan puasa. Jadi, kemungkinan kecil untuk menemukan warung makan yang open.

- Kecamatan Bone-bone
- Kecamatan Tana Lili

Cukup jauh sudah, kami sampai di Kecamatan Tana Lili. Kecamatan Tana Lili adalah batas Kabupaten Luwu Utara dengan Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Sekedar informasi, di Luwu Timur ini sudah banyak tempat wisata favorit lho.

2. Kabupaten Luwu Timur


- Kecamatan Burau

Di sini salah satunya, tempat wisata yang terkenal di Luwu Timur yang paling dekat dari Luwu Utara, yaitu Pantai Lemo Burau. Pasti ramai jika waktu liburan. Jadi, saat mau berkunjung ke Pantai Lemo dengan suasana yang lebih VIP bisa datang saat waktu liburan sudah belalu.

- Kecamatan Wotu

Dari Tarengge, terdapat dua rute menuju Sulawesi Tengah, yang pertama ke arah Mangkutana dan yang kedua ke Malili (Morowali Utara). Kami mengambil rute yang kedua sesuai dengan rencana dan peta perjalanan ke Morowali.

- Kecamatan Angkona

Masih terdapat sisa-sisa tanah longsor Angkona yang menyapu beberapa rumah warga seperti berita yang hangat beberapa hari belakangan.

- Kecamatan Malili

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kami tiba di Ibukota Luwu Timur, Malili. Dari sini kami melalui jalan sepanjang Malili-Soroako. 

Setelah sampai di jalan bercabang di Batas Kecamatan Towuti, karena tidak tahu, jalan yang harus di tempuh, kami pun memutuskan untuk istirahat sebentar dan take some picture. Keren tuh, saat itu baru pertama dapat tulisan seperti di pantai Losari, Makassar :)

Setelah beberapa menit, My brother bertanya kepada seseorang yang kebetulan lewat: 

"Pak. Selamat siang. Di mana jalan ke penyebrangan Nuha?" 

Meskipun ragu, sang bapak pun dengan senang hati menunjukan jalan, 

"Ikuti kha saja, nanti saya tunjukkan" seperti itulah kira-kira ujarnya.
Rute perjalanan Morowali Tersesat ke Towuti, Luwu Timur
Gerbang Menuju Towuti, Luwu Timur
Dari jalan bercabang ini kami masuk ke Gerbang Selamat Datang di Kecamatan Towuti.

Kami mengikutinya ke Kecamatan Towuti melalui beberapa desa seperti Desa Wawondula dan Desa Timampu. Memang benar informasi tentang banyaknya perkebunan merica  di desa Timampu. Keren dan menakjubkan.

Setelah sampai di rumah sang bapak tadi, ia pun memberikan petunjuk menuju penyebrangan. Hanya beberapa menit, kami pun menemukan penyebrangan sesuai dengan petunjuk sang bapak tadi.

What? Itu bukan penyebrangan ke Nuha. Menurut informasi dari warga setempat, penyebrangan tersebut merupakan jalan kompas menuju ke Morowali. Tapi kami memutuskan untuk kembali dan mencari penyebrangan ke Nuha sesuai dengan rute tujuan.

Kami meninggalkan kecamatan Towuti dan kembali ke jalan bercabang sebelumnya, dan mengambil jalan yang satu lagi, yaitu jalan yang lurus tanpa belok kanan ke Towuti.

Kembali ke jalur yang benar. Anggap aja jalan-jalan, kapan lagi coba, tujuannya ke Morowali singgah ke Towuti?

- Kecamatan Wasuponda

Dari sini kami mengikuti jalan yang membawa kami ke Kecamatan Wasuponda. Di sini ada air terjun yang juga terkenal sebagai salah satu obyek wisata di Luwu Timur. Tapi belum pernah ke sana. Mungkin suata saat saya akan ke sana jika ada yang ajak :)

- Kecamatan Nuha

Akhirnya, kami tiba di Soroako dan langsung menuju penyebrangan ke Nuha melintasi danau Matano, menggunakan Raft (kapal penyebrangan) selama ±. 30 menit. Awalnya kami berpikir bahwa raft ini dapat menjangkau daratan yang di seberang sana dalam waktu sekitar 10 menit. Ternyata kami salah, daratan yang di seberang danau sebelah sana tidak sedekat yang terpikirkan.

Lihat informasi sekilas tentang Danau Matano Luwu Timur

Jika melihat gambar di bawah ini, kami menggunakan alat transportasi yang sebelah dalam yang berwarna biru itu dengan ukuran yang lebih besar. Bersama kami, ada juga beberapa orang yang juga akan ke Morowali. Raft tersebut akan mengangkut kami serta semua barang yang kami bawah, 3 motor dan satu mobil.
Penyeberangan Danau Matano Soroako - Nuha, Luwu Timur
Setelah sampai di desa Nuha, kami melanjutkan perjalanan yang cukup jauh hingga sampai ke perbatasan Provinsi Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu Timur) dengan Provinsi Sulawesi Tengah (Kabupaten Morowali Utara).

Perjalanan masih cukup jauh bro and sis dari sini ke tempat tujuan, Bahodopi, Morowali, tempat perusahaan nikel tersebut berdiri.

rute perjalanan ke morowali dari Masamba
Batas Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah
Lihat juga 7+ Tempat Wisata Terbaik di Luwu Timur


3. Kabupaten Morowali Utara


-Kecamatan Lembo

Setelah memasuki Morowali Utara, perjalanan dilanjutkan hingga Beteleme. Perkebunan karet warga membuat jalan ini tampak sangat sepi dan cukup sejuk karena terhalang oleh sinar matahari. Cukup menyeramkan juga jika berjalan sendiri di sini pada malam hari. Siang dan sore hari aja sudah menakutkan, apalagi saat gelap tiba.

per jalanan ke morowali sulawesi tengah
Perkebunan Karet Beteleme
Setelah menempuh perjalanan jauh tanpa pemukiman penduduk, akhirnya kami memasuki kawasan pedesaan.

Perjalan kami cukup jauh dari sini sampai di jalan bercabang, yaitu Jalan Trans Sulawesi. Dari sini, kami mengambil arah kanan. Jika dari awal perjalanan dimulai dari Mangkutana, Luwu Timur maka Anda akan datang dari arah kiri, Tomata.

- Kecamatan Petasia Timur

Keren! Entah berapa hektar areal persawahan yang terhamar di hadapan kami. Luas dan saat itu padi sudah mulai mengeluarkan bulirnya.

4. Kabupaten Morowali


- Kecamatan Wita Ponda

Perjalanan ke Morowali masih jauh, eh salah, ini kan sudah Morowali.

- Kecamatan Bumi Raya
- Kecamatan Bungku Barat

Saya lupa, mulai di mana tadi ya, yang ada jalannya langsung di samping laut? Baru pertama nih, lihat laut dengan ombak-ombaknya. Ngeri juga tapi ternyata itu biasa saja bagi mereka yang sudah terbiasa.

- Kecamatan Bungku Tengah

Perjalanan ke Morowali itu cukup terjal bro, menaiki bukit dan turun lembah. Mencoba mengendarai motor di sini cukup memacu adrenalin. Berbeda dengan Puncak (Jalan ke Toraja dari Palopo) yang kecil, jalan di sini lebih lebar.

- Kecamatan Bahodopi

Welcome to Bahodopi! Hiruk pikuk kehidupan daerah industri sudah terlihat. Jalan tidak pernah sepi sekalipun di malam hari. This is Morowali Island dengan segala keindahannya.

Meskipun agak telat, dengan alasan hujan dan tersesat ke Kecamatan Towuti, puji Tuhan, akhirnya kami tiba pukul 06.30 malam di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia.  Kami memang tidak tancap gas makanya agak telat. Thanks Jesus!

I;m veri happy and enjoyed the first trip in my life. Kurang lebih satu bulan saya akan menetap di Morowali dan menikmati hidup sebagai anak kos-kosan.

Rute Perjalanan Menuju ke Morowali


Sedikit informasi, rute menuju Morowali ke Masamba sebenarnya dapat ditempuh jauh lebih cepat, bahkan hanya dalam waktu 9 jam jika melalui jalur yang disebut Seba-seba yang ditempu dari Mahalona. Tapi jika musim hujan, jalanan rusak parah dan sulit untuk dilalui.

Ada rute lainnya ke Morowali seperti Jalan Trans Sulawesi melalui Pendolo yang biasa digunakan oleh agen travel tapi jaraknya lebih jauh lagi dan sering dilalui oleh bus dan kendaraan roda 4. Untuk pengendara motor dan mobil roda 4 lainnya, terlebih jika bukan musim hujan lebih memilih jalur seba-seba atau pun Soroako Nuha.

Sayang sekali, destinasi wisata di Kabupaten Morowali sebenarnya sangat banyak, tapi dalam kunjungan ini, belum ada satu pun yang dijelajahi. Semoga di waktu yang akan datang kita bisa menjelajah alam Morowali.

Tertarik dengan wisata? Kunjungi juga Wisata Buntu Burake Tana Toraja

Demikianlah cerita menyusur Morowali dalam rute perjalanan menuju ke Morowali, Sulawesi Tengah dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Jangan lupa agar tidak tersesat, cukup kami aja :) See you in the next trip. Salam Soksimon.com Administrator.
Advertisement

Baca juga:

Apa Pendapatmu?
Blogger
Disqus
1 Komentar Anda, 1000 Kebaikan Untuk Kita!

No comments

Komentar Brother's and Sista sangat dibutuhkan!