Skip to main content

Etika Mengirim Email dan Chatting di Media Sosial Yang Sopan

Etika Mengirim Email dan Chatting - Jangan mentang-mentang ini dunia maya kita bisa seenaknya menulis chat ke orang lain, ya! Tulisan tentang etika mengirim email dan menulis chatting yang baik ini saya tulis sebagai rasa terima kasih kepada seseorang yang telah mengingatkan saya untuk tetap berkirim chat dengan baik dan benar.
etika mengirim email dan chatting di dunia maya
Etika mengirim pesan email dan chatting - pixabay
Sedikit informasi, saya pernah mengirim pesan via facebook ke salah satu teman untuk bertanya mengenai suatu hal. Saya ditegur karena langsung bertanya tanpa memberikan salam dan juga tanpa memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Sebenarnya saya sangat bersyukur karena hal tersebut membuat saya sadar betapa pentingnya etika mengirim email dan chatting di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial kita.
Etika Profesi Teknik Informatika : Definisi etika menurut Bertens adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 

Etika Mengirim Email 


Apa saja etika mengirim email terhadap seseorang? Langsung saja, berikut beberapa contoh-contoh etika mengirim email yang baik dan benar.

1. Wajib mengisi subject dengan jelas

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengisi subject dengan singkat dan jelas. Subject adalah judul yang menjelaskan alasan seseorang mengirim pesan.

2. Kirim berkas (attachment) sesuai perjanjian

Email berbeda dengan media sosial pada umumnya. Email lebih bersifat lebih pribadi perseorangan atau pun perusahaan. Jadi, biasanya orang hanya mengirim berkas file sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. So, jangan sembarangan melampirkan file attachment di email. Juga, ukuran filenya jangan terlalu besar kecuali telah memiliki janji sebelumnya.

3. Gunakan nama dan email profesional

Bukan berarti Anda harus membeli email bisnis tanpa akhiran gmail dan yahoo, ya. Yang saya maksudkan adalah email harus bersifat resmi dan profesional dalam hal penggunaan nama dan alamat email. Jangan gunakan alamat email yang alay maupun yang menggunakan ejaan yang aneh. Terlebih saat mengirim surat lamaran kerja, don't do it!

4. Pembuka dan penutup resmi

Seperti yang saya sebutkan di atas, email bersifat lebih private. Setiap mengirim email, pastikan memiliki pembuka seperti salam dan penutup juga diakhiri dengan salam.

5. Pesan singkat dan jelas


Mengirim email tidak boleh bertele-tele seperti pada chat di media sosial lainnya. Pesan dan tujuan mengirim email harus benar-benar singkat, jelas dan padat. Langsung pada intinya.

Etika dalam Chatting


Woi! Lo kok gak sopan banget sih sama gue? Jangan sampai kamu diteriaki di dunia maya. Itu lebih buruk lagi lho dari pada dunia nyata. Why? Dunia maya merekam semua kejadian dan biasanya sampai ke seluruh dunia. Jika hal itu memalukan dan jadi viral, kamu akan jadi artis sekejab.

Dunia maya sudah menjadi representasi kehidupan dunia nyata saat ini. So, tetaplah bijak menggunakan sosial media. Berikut contoh-contoh etika dalam chatting yang sebaiknya diperhatikan.

1. Penggunaan huruf kapital 

Masih banyak orang yang menulis status dengan huruf besar / kapital semua. Sebenarnya sah-sah saja, tapi kita juga harus menyesuaikan maksud dan tujuan. Penggunaan huruf kapital yang berlebihan dalam dunia chatting bisa dianggap negatif lho, sama seperti saat kamu meneriaki orang di dunia nyata.

2. Menggunakan emotikon yang tepat

Terkesan sepele tapi penting. Penggunaan emotikon harus tepat dan tidak boleh berlebihan. Jangan sampai kita menanggapi komentar atau foto seseorang dengan emotikon marah. Atau pun memasang emotikon yang tidak ada hubungannya dengan isi pesan. Selain emotikon, penggunaan tanda baca juga harus diperhatiakn, terlebih seperti tanda seru.

3. Kata-kata sopan

Tidak hanya di dunia nyata saat kita berhadapan langsung dengan seseorang, sopan santun harus diterapkan di mana saja, termasuk dalam chatting dengan teman di media sosial. Pastikan selalu menggunakan kata-kata positif dan santun saat bersosial media.

4. Dilarang spamming

Spamming bukan hanya menyebarkan link berlebihan dan tidak sesuai dengan pembahasan di grup. Kegiatan mengupload foto secara berlebihan dalam waktu yang bersamaan membuat teman-teman di facebook tidak nyaman dan merasa terganggu. Ingat lho, mereka bukan fans yang mengikuti kita, but they are friends. Jangan buat mereka kesal dengan wajah Anda yang memenuhi beranda mereka. 

Ketika promosi pun sebaiknya dilakukan di grup yang tepat untuk promosi dan intensitas postingan harus tepat. Saat promosi di profil sebaiknya juga memperhatikan waktu yang tepat agar tidak ada yang terganggu dan pembeli pun meningkat.

5. Hati-hati hoax

Pikir-pikir dulu deh, jika ingin men-share sesuatu. Apakah hal tersebut benar atau tidak. Jangan asal share setiap sesuatu yang menarik di facebook, terlebih jika hal tersebut merugikan orang lain atau suatu kelompok. Itu adalah teknik dan strategi marketing para pengiklan untuk membuat iklan yang menarik. Perhatikan kebenaran dan manfaat kiriman yang kamu share. Jika manfaatnya besar bagi teman-temanmu, why not? Jangan jadi penyebar hoax!

Bijaklah menggunakan dunia maya terutama dalam berkomunikasi. Saat ini, undang-undang transaksi elektronik atau ITE semakin ketat dan hukumannya tajam. Hanya karena persoalan sepele namun merugikan orang lain, kita bisa dituntut dan akhirnya mendekam di penjara. 
Demikianlah artikel tentang etika mengirim email dan chatting di dunia maya dan sosial media. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung ke blog Soksimon.com ini. See you brother's and sister's.
  October 21, 2018
Semoga Sukses: 1 Kalimat Terbaik dari Anda Adalah Motivasi Bagi Saya!
Bagaimana Pendapat Anda?
Terima Kasih!
close